UMM Institutional Repository

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI DIGOXIN DAN FUROSEMID PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo)

Utama, Wiryan Fitrah Adnien (2017) STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI DIGOXIN DAN FUROSEMID PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wiryanfitr-49208-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wiryanfitr-49208-2-babi.pdf

Download (401kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wiryanfitr-49208-3-babii.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wiryanfitr-49208-4-babiii.pdf

Download (350kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Gagal jantung adalah sindrom klinis yang progresif. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Digoxin diperlukan untuk memperbaiki ritme sinus dan mengatasi atrial fibrilasi, sementara kombinasi dengan furosemid dibutuhkan untuk mengurangi kongesti, edema dan dispnea akibat dari overload cairan. Tujuan: Mengetahui pola penggunaan kombinasi digoxin dengan furosemid pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo. Metode: Observasional retrospektif, dengan penyajian data secara deskriptif. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan diagnosis gagal jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo yangditerapi dengan kombinasi obat digoxin dan furosemid. Hasil dan Kesimpulan :Penggunaan terapi kombinasi digoxin dan furosemid tidak ditemukan secara tunggal, melainkan dikombinasikan dengan obat antihipertensi, vasodilator, dan inotropik lain.Kombinasi dengan antihipertensi yang paling banyak dengan spironolakton 17 pasien (26%), dengan vasodilator yakni ISDN 9 pasien (14%), dan dangan inotropik lain yakni dobutamin 1 pasien (1%).Penggunaan digoxin paling banyak yaitu (1x0.25mg) po pada 14 pasien (56%) dan furosemid (60mg/24jam) iv pada 8 pasien (32%). Sedangkan, kombinasi awal yang paling sering digunakan adalah digoxin - furosemid (1x0.25mg) po - (60mg/24jam) iv dan (1x0.125mg) po - (2x20mg) iv masing-masing 3 pasien (12%).

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Student ID: 201310410311055
Keywords: Kombinasi Digoxin dan Furosemid, Gagal Jantung, Rawat Inap
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 26 Dec 2018 06:10
Last Modified: 26 Dec 2018 06:10
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/42586

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo