UMM Institutional Repository

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA) TERHADAP ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO

Adiputra, Reza putra and Suswati, Irma and Safithri, Fathiyah (2014) EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA) TERHADAP ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO. Saintika Medika, 10 (2). pp. 123-127. ISSN 0216-759x

[img]
Preview
Text (Peer Review Penulis Ketiga)
Peer Review - Safitri - Borax Testicular Atrophy diameter of testicular weight of testicular and number of seminiferous tubules.pdf

Download (796kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Similarity - Adiputra Suswati Safitri - Borax Testicular Atrophy diameter of testicular weight of testicular and number of seminiferous tubules.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Adiputra Suswati Safitri - Borax Testicular Atrophy diameter of testicular weight of testicular and number of seminiferous tubules.pdf

Download (153kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan boraks banyak disalahgunakan pada makanan. Boraks merupakan salah satu bahan toksik bagi organ testis sehingga dapat menyebabkan atrofi testis melalui penghambatan spermatogenesis. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian boraks peroral sub akut terhadap terjadinya atrofi testis tikus putih jantan (Rattus novergicus strain wistar) dengan mengukur diameter testis, berat testis, dan jumlah tubulus seminiferus perlapangpandang. Metode: Eksperimental, The Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan 24 ekor dibagi 4 kelompok. Kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2,3,dan 4 masing-masing dengan dosis 400 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB selama 28 hari. Dianalisis dengan oneway ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi. Hasil penelitian dan diskusi: Terdapat perbedaan diameter testis dan jumlah tubulus seminiferus masing-masing dengan sig p=0,020 (p<0,05) dan sig p=0,00 (p<0,05), sedangkan pada berat testis tidak terdapat perbedaan dengan sig p=0,744 (p>0,05). Analisis korelasi diameter testis (p=0,001), (r=-0,613), jumlah tubulus (p=0,000), (r=0,828), kenaikan boraks menyebabkan penurunan diameter testis dan peningkatan jumlah tubulus. Analisis regresi R2 diameter testis= 0,376 dan R2 jumlah tubulus=0,685. Pada penelitian ini pengaruh boraks terlihat pada gambaran mikroskopis dibandingkan makroskopis, hal ini disebabkan oleh waktu paparan boraks yang kurang lama. Kesimpulan: Pemberian boraks peroral sub akut berpengaruh terhadap atrofi testis.Kata Kunci: Ekstrak rimpang temulawak, Staphylococcus aureus, KHM (Kadar Hambat Minimum), KBM (Kadar Bunuh Minimum).

Item Type: Article
Keywords: Borax, Testicular Atrophy, diameter of testicular, weight of testicular, and number of seminiferous tubules
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine (11201)
Depositing User: Fathiyah Safithri
Date Deposited: 01 Dec 2018 03:19
Last Modified: 01 Dec 2018 03:19
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/41248

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo