UMM Institutional Repository

JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADATIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ANTITUBERKULOSIS RIFAMPISIN DAN ISONIAZID

Iralawati, Antia Devi and Hermayanti, Diah and Safithri, Fathiyah (2015) JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADATIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ANTITUBERKULOSIS RIFAMPISIN DAN ISONIAZID. Saintika Medika, 11 (2). pp. 127-134. ISSN 0216-759x

[img]
Preview
Text (Peer Review Penulis Ketiga)
Peer Review - Syafitri - Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.) hepatoprotektor antituberkulosis.pdf

Download (796kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Similarity - Iralawati Hermayanti Syafitri - Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.) hepatoprotektor antituberkulosis.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Iralawati Hermayanti Syafitri - Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.) hepatoprotektor antituberkulosis.pdf

Download (215kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Rifampisin dan isoniazid merupakan obat yang direkomendasikan dalam pengobatan Tuberkulosis yang memiliki efek samping hepatotoksisitas. Jus belimbing manis diduga mempunyai efek hepatoprotektor karena mengandung flavonoid, tanin, dan vitamin C. Tujuan: Membuktikan efek hepatoprotektor jus belimbing manis terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid. Metode: Eksperimental, Post Test Only Control Group Design.Sampel dibagi 5 kelompok perlakuan. Kontrol negatif, kontrol positif diberi rifampisin dan isoniazid masing-masing 200 mg/KgBB/hari, dan 3 kelompok perlakuan yang diberi rifampisin, isoniazid, dan jus belimbing manis dengan dosis 4 ml/hari, 8 ml/hari, 12 ml/hari selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi. Hasil Penelitian dan Diskusi: Analisa statistik dilakukan untuk masing-masing variabel dependent SGOT, SGPT, dan MDA. Uji One-Way ANOVA Sig 0,000<p(0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar perlakuan. Uji korelasi Sig 0,000< p(0,05) dengan koefisien sebesar -0,827 dan -0,852, dan -0,555 mempunyai korelasi yang sangat kuat, yaitu semakin tinggi dosis jus belimbing manis maka semakin rendah kadar SGOT dan SGPT. Hasil uji regresi enunjukkan jus belimbing manis berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT , SGPT, dan MDA sebesar 68,4%, 72,6%, dan 27,9%. Dosis jus belimbing manis 12 ml/hari merupakan dosis optimal untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Kesimpulan: Jus belimbing manis memiliki efek hepatoprotektor terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid.

Item Type: Article
Keywords: Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.), hepatoprotektor, antituberkulosis
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine (11201)
Depositing User: Fathiyah Safithri
Date Deposited: 01 Dec 2018 03:08
Last Modified: 01 Dec 2018 03:08
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/41228

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo