PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI AKASIA (Acacia mangium Wild)

ARIYANTO BUATAN, MOHAMAD (2007) PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI AKASIA (Acacia mangium Wild). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_KONSENTRASI_LARUTAN_DAN_FREKUENSIPEMBERIAN_PUPUK_DAUN_TERHADAP_PERTUMBUHANSEMAI_AKASIA.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan frekuensi pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan semai akasia (A. mangium Wild). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semai akasia, pupuk daun (super tripton), media semai (tanah, pupuk kandang sapi, pasir) dan kantong plastik. Alat yang digunakan adalah cangkul, ayakan, gelas ukur, pipet ukur, timbangan analitik, penggaris, hand sprayer, gembor, alat tulis menulis, jangka sorong dan leaf area meter. Penelitian ini dilakukan di Perum Bukit Cemara Tujuh Landungsari Malang dengan ketinggian ± 550 meter dpl, antara bulan September 2006 sampai dengan Januari 2007. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu faktor kesatu, pengaruh konsentrasi larutan terdiri dari 4 level meliputi : (1) tanpa pupuk daun/kontrol (K0), (2) konsentrasi larutan 3 ml/l (K1), (3) konsentrasi larutan 5 ml/l (K2) dan konsentrasi larutan 7 ml/l (K3). Faktor kedua frekuensi pemberian terdiri dari 3 level meliputi : (1) frekuensi pemberian 3 kali (F1), (2) frekuensi pemberian 5 kali (F2) dan (3) frekuensi pemberian 7 kali (F3). Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan menggunakan uji F pada tarap 5% dan 1%. Apabila terdapat pengaruh dilakukan uji lanjut DMRT p.0,05 untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Peubah pengamatan yang diamati meliputi : tinggi semai, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, luas daun, bobot basah dan bobot kering. Hasil analisis ragam menunjukkan, bahwa terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi larutan (K) dan frekuensi pemberian (F) pupuk daun terhadap peubah pengamatan tinggi semai, jumlah daun, luas daun dan bobot basah, sedangkan untuk peubah pengamatan diameter semai, panjang akar dan bobot kering tidak terjadi interaksi. Kombinasi K2F3, merupakan kombinasi perlakuan yang terbaik terhadap peubah pengamatan tinggi semai, jumlah daun, luas daun dan panjang akar. Dalam pengaplikasian pupuk daun, memilih konsentrasi yang tepat untuk mendapatkan hasil semai akasia (A. Mangium Wild) yang berkualitas, sebaiknya menggunakan konsentrasi larutan 5 ml/l dengan 7 kali pemberian.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Forestry
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 02 May 2012 07:33
Last Modified: 02 May 2012 07:33
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/3891

Actions (login required)

View Item View Item