ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS PROSES PENYIDIKAN PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PASAL 82 AYAT (2) HURUF b UNDANGUNDANG NO 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN MENGENAI OBAT TRADISIONAL YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR SEDIAAN FARMASI (Studi Tehadap Kasus H. Achmad Subawono di Polres Sidoarjo)

SYAFITRI, YUNIAR (2010) ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS PROSES PENYIDIKAN PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PASAL 82 AYAT (2) HURUF b UNDANGUNDANG NO 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN MENGENAI OBAT TRADISIONAL YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR SEDIAAN FARMASI (Studi Tehadap Kasus H. Achmad Subawono di Polres Sidoarjo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_YURIDIS_SOSIOLOGIS_PROSES_PENYIDIKAN_PELAKU_TINDAK_PIDANA_DALAM_PASAL_82_AYAT_(2)_HURUF_b_UNDANG-UNDANG_NO_23_TAHUN_1992_TENTANG_KESEHATAN_MENGENAI_OBAT_TRADISIONAL_YANG.pdf - Published Version

Download (89kB) | Preview

Abstract

Keywords: Kata kunci: Jamu tradisional, Penyidikan, Undang-Undang kesehatan ABTRAKSI Jamu tradisional semakin berkembang pesat seiring dengan bertambahnya teknologi yang modern. Dengan demikian, maka persaingan usaha jamu tradisional semakin ketat sehingga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat yang mengakibatkan adanya tindak pidana pelanggaran pasal 82 ayat (2) huruf b undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Oleh sebab itulah dalam penulisan tugas akhir ini penulis ingin mengkaji tentang penyidikan pelaku tindak pidana pelanggaran pasal 82 ayat (2) huruf b undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan dengan mengambil rumusan masalah yaitu: 1)Bagaimana unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 82 ayat (2) huruf b Undang-Undang No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan mengenai pelanggaran kesediaan farmasi yang berupa jamu tradisional di polres Sidoarjo?, 2) Bagaimana proses penyidikan pelaku tindak pidana pelanggaran pasal 82 ayat (2) huruf b Undang-Undang No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan yang dilakukan oleh Polres Sidoarjo?, 3) Apakah hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Polres Sidoarjo dalam melakukan penyidikan pelaku tindak pidana pelanggaran pasal 82 ayat (2) huruf b Undang-Undang No 23 Tahun 1992 dan upaya-upaya yang dilakukan oleh Polres Sidoarjo dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut?. Dengan melihat rumusan masalah, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Adapun analisa bahan hukum yang digunakan adalah deskriftif kualitatif. Dari hasil analisa tersebut penulis mendapatkan hasil pembahasannya dari BAP yang telah didapat dari pihak kepolisian resort sidoarjo, KUHAP mengenai proses penyidikan, Peraturan Pemerintah no 27 mengenai pedoman pelaksanaaan Kuhap Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 72 Tahun 1998 mengenai Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan dan Undang-Undang No 23 Tahun 1992 mengenai kesehatan. Jadi kesimpulannya mengenai penyidikan pelanggaran pasal 82 ayat (2) huruf b undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan yang dilakukan oleh Polres Sidoarjo adalah sama seperti dalam penyidikan tindak pidana yang lain dan sesuai dengan pedoman yang terdapat dalam KUHAP dan mengenai pengujian barang bukti terdapat sedikit hambatan. ABTRACT Traditional herbal medicine is growing rapidly along with the increase in modern technology. Thus, the traditional herbal medicine business competition, leading to tighter competition resulting in unhealthy criminal violation of Article 82 paragraph (2) letter b Law No. 23 year 1992 about health. That is why in writing this final duty the writer wanted to examine the investigation of crimes violations of article 82 paragraph (2) letter b Law No. 23 of 1992 on health problems by taking the formula, namely: 1) How do the elements contained in article 82 paragraph (2) letter b of Law No. 23 Year 1992 About Health for a violation of pharmaceutical willingness of traditional herbal medicine in Sidoarjo police station?, 2) How the investigation of crimes violations of article 82 paragraph (2) letter b of Law No About 23 Years of Health in 1992 conducted by the police in Sidoarjo?, 3) Are the obstacles faced by police in an investigation of Sidoarjo crimes violations of article 82 paragraph (2) letter b of Law No. 23 of 1992 and the efforts of conducted by police in Sidoarjo in overcoming these obstacles?. By looking at the formulation of the problem, the author uses sociological methods of juridical approach. The analysis of legal materials used are qualitative deskriftif. From the results of this analysis the author get the discussion of the BAP which had obtained from the police resort sidoarjo, Code of Criminal Procedure regarding the investigation process, the Government Regulation No. 27 of the Code of Criminal Procedure guidelines pelaksanaaan Indonesian Government Regulation No. 72 of 1998 concerning Security for Pharmaceutical Preparations and Medical Devices and the Law Act No. 23 of 1992 on health. So the conclusion of the investigation in violation of Article 82 paragraph (2) letter b Law No. 23 of 1992 on health conducted by the police in Sidoarjo is the same as in the investigation of other criminal acts and in accordance with the guidelines contained in the Code of Criminal Procedure and the testing of evidence found little resistance.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 10 Mar 2012 15:20
Last Modified: 10 Mar 2012 15:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/379

Actions (login required)

View Item View Item