UMM Institutional Repository

Menjaga Kearifan Lokal dengan Revitalisasi Peran Perangkat Desa dari Modernisasi (Studi Pada Pemerintah Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)

Hardini, Hevi Kurnia (2013) Menjaga Kearifan Lokal dengan Revitalisasi Peran Perangkat Desa dari Modernisasi (Studi Pada Pemerintah Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang). Project Report. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Malang. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Peer Review - Hardini - Kearifan Lokal Revitalisasi perangkat desa Modernisasi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Similarity - Hardini - Kearifan Lokal Revitalisasi perangkat desa Modernisasi.pdf

Download (9MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Hardini - Kearifan Lokal Revitalisasi perangkat desa Modernisasi.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Spirit desentralisasi 1999 dan 2004 membawa angin segar pada pengakuan nilai-nilai lokal baik ditingkat daerah, maupun pada level pemerintahan paling bawah yakni desa dan Kelurahan. Meskipun terdapat penarikan kembali pendulum kewenangan daerah menjadi urusan daerah di tahun 2004, akan tetapi ruang gerak lokalisme masih terakomodasi jika dibanding dengan spirit sentralisasi dan uniformitas era Orde Baru yang telah mengubur seluruh nilai lokalitas. Terlebih lagi eksistensi desa kini menjadi kian strategis setelah diaturnya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Pada ketentuan tersebut desa semakin memiliki rekognisi kemandirian jauh diatas kelurahan. Otonomi desa dimantabkan sebagaimana halnya otonomi pada daerah. Support secara pendanaan terhadap desa juga semakin jelas diporsikan 10 % dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten dan Kota (UU No 6 tahun 2013, pasal 40 ayat 4). Hal yang menarik adalah, peran perangkat desa yang berasal dari satuan-satuan adat mengalami pelemahan dan bertransformasi menjadi peran-peran baru yang cenderung administratif. Sebaliknya peran-peran perangkat desa modern semakin ‘up to date’ dan mengalami pengkayaan, mengikuti perubahan peranan administratif, sebagaimana mengikuti perubahan yang ditetapkan oleh satuan pemerintahan yang lebih tinggi (Kabupaten, Propinsi ataupun Pemerintah Pusat). Oleh karena itu, terdapat pergeseran signifikan akan peran koheren perangkat desa, yang pada mulanya juga berperan sebagai perangkat adat, agama dan sosial, kini telah berubah menjadi perangkat administrative. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menjaga kearifan lokal dengan revilatisasi peran perangkat desa dari modernisasi di Desa Tegalgondo? Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah mekanisme penjagaan kearifan lokal pada organisasi perangkat pemerintahan desa dalam rangka penguatan pelaksanaan otonomi desa adalah dengan melakukan langkah mengakomodir satuan perangkat desa tradisional seperti, Kuwowo, Kebayan, Kepetengan/Jogoboyo, Mudin dan Kamituwo, dikombinasikan dengan peran perangkat pemerintahan desa modern, Seperti BPD, Sekretartis Desa, Kaur Umum dan Kaur Keuangan. Meskipun posisi Sekretaris Desa dikosongkan sebagai bentuk protes terhadap tuntutan pengangkatan Kepala Desa sebagai PNS. Akan tetapi pengosongan jabatan Sekretaris Desa yang berstatus PNS mendapat pembenaran dari UU Desa No No 6 tahun 2014 yang mana mengembalikan seluruh pengisian perangkat desa dari masyarakat desa sendiri. Ruang kelokalan telah dibuka begitu lebar dalam pembentukan struktur pemerintahan desa dimasing-masing desa seluruh Indonesia, sehingga desa bisa merefleksikannya dalam bentuk penamaan-penamaan lain yang sesuai dengan adat istiadat. Adat tetapi menjaga relevansi nilai kelokalan serta revitalisasi peran perangkat desa tradisional dengan modern tidak berjalan dengan baik, sehingga transformasi yang dilakukan berujung pada reduksi peran yang menghasilkan kinerja tidak fungsional dan pada akhirnya penjagaan struktur tradisional sebatas penggunaan nama lokal saja, fungsi lokal wisdom pada satuan pemerintahan desa tradisional tidak berjalan dengan baik. Seperti halnya peran Kuwowo yang pada mulanya sebagai pegelola pertanian dan irigasi desa, ditransformasikan pada peran pembangunan desa yang berorientasi pembangunan modern yang hanya merupakan turnan program pembangunan dari pemerintah Kabupaten Malang, berikutnya juga terhadap peran Kebayan, yang pada mulanya berfungsi sebagai administrasi dan persuratan, kini telah bertransformasi pada urusan pemerintahan yang sekali lagi bersifat rutin dan turunan. Peran Kepetengan yang pada mulanya berfungsi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tidak direvitalisasi dengan baik sehingga hilang aspek fungsionalnya, begitu pula dengan peran Modin yang dalam hal pernikahan, talak dan rujuk telah direduksi oleh KUA, sehingga yang masih tersisa hanyalah peran fungsional dalam pelayanan pada warga yang meninggal dunia. Terakhir, peran Kamituwo yang mengalami transformasi tidak lagi sebagai pihak yang dituakan dan dimintai pertimbangan, tetapi telah berubah fungsi menjadi pelaksana pembantu Kepala desa pada tiap-tiap dusun di desa. Adapun peran pertimbangan dan pengawasan telah diambil alih oleh BPD sebagai badan legislatif di tingkat pemerintahan desa

Item Type: Monograph (Project Report)
Keywords: Kearifan Lokal, Revitalisasi perangkat desa, Modernisasi
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Hevi Kurnia Hardini
Date Deposited: 09 Oct 2018 04:16
Last Modified: 09 Oct 2018 04:16
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/37800

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo