TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN(Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang)

SAPUTRA, IRWAN (2010) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN(Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_PELAKSANAAN_PEMBEBASAN_BERSYARAT_BAGI_WARGA_BINAAN_PEMASYARAKATAN_DI_LEMBAGA_PEMASYARAKATAN(Studi_di_Lembaga_Pemasyarakatan_Klas_I_Lowokwaru.pdf - Published Version

Download (91kB) | Preview

Abstract

Keywords: Kata Kunci: Pembebasan Bersyarat, Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan ABSTRAKSI Latar belakang dari masalah penelitian ini adalah pembebasan bersyarat merupakan arti penting bagi narapidana untuk memperoleh perubahan sikap tentang apa sesungguhnya menjalani pidana penjara itu, karena tempat dibelakang tembok itu berkumpul bermacam-macam watak Dalam proses pembebasan bersyarat tidak dapat diabaikan kondisi lingkungan hidup dan perubahan masyarakat, sehingga menuntut kemampuan para petugas untuk menciptakan ramalan-ramalan agar pelaksanaan setiap putusan diambil dengan tepat dan seirama dengan situasi yang terus berkembang. Tahap pembebasan bersyarat lebih tepat disebut sebagai tahap pembinaan masyarakat. Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas narapidana agar menyadari kesalahan dan tidak mengulangi tindak pidana. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah pembahasan tentang (1) Bagaimanakah pelaksanaan pemberian hak pembebasan bersyarat terhadap warga binaan (a) Syarat-syarat apa saja untuk memperoleh hak pembebasan bersyarat bagi warga binaan pemasyarakatan (b) Ketentuan apa saja yang menyebakan di cabutnya pemberian hak pembebasan bersyarat bagi warga binaan pemasyarakatan (2) Bagaimanakah kendala-kendala yang dapat mempengaruhi pelaksanaan hak pembebasan bersyarat (3) Bagaimanakah upaya yang tepat dalam menyelesaikan kendala-kendala yang terkait dengan kesalahan prosedur hak pelaksanaan pembebasan bersyarat. Metode penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis,tempat penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang terbesar di Jawa Timur, populasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah petugas Lembaga Pemasyarakatan, dan 2 narapidana yang memperoleh Pembebasan Bersyarat, 15 narapidana yang dalam proses memperoleh Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang, metode pengumpulan data dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, metode analisa data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran bahwa untuk mempercepat proses Pemasyarakatan narapidana, maka narapidana selama menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan diikut sertakan dalam berbagai bentuk pembebasan bersyarat, pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembebasan bersyarat tersebut masih tetap berjalan pengawasan petugas Lembaga Pemasyarakatan. Syarat-syarat untuk memperoleh pembebasan bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang apabila narapidana sudah menempuh 2/3 dari masa pidananya, dan telah mendapat penilaian dari tim pengamat Pemasyarakatan serta telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan. Pencabutan pemberian pembebasan bersyarat terhadap narapidana dapat dilakukan apabila narapidana melanggar ketentuan pembebasan bersyarat. Kendala-kendala yang dapat mempengaruhi pelaksanaan hak pembebasan bersyarat saat pemenuhan syarat administratif yang berupa surat pernyataan kesanggupan dan jaminan keluarga dan persetujuan dari pihak korban. Upaya yang tepat dalam menyelesaikan kendala-kendala yang terkait dengan kesalahan prosedur hak pelaksanaan pembebasan bersyarat, diharapkan keluarga napi petugas melakukan kerjasama dalam rangka melakukan pendekatan terhadap korban dan memberikan pengertian mengenai hak napi tersebut serta tujuan dan manfaatnya bagi napi itu sendiri maupun masyarakat secara umum. Dalam rangka melakukan proses usulan pembebasan bersyarat, hendaknya jangka waktunya dapat dipersingkat, agar tidak terjadi pemberian keputusan Pembebasan bersyarat yang telah lewat waktu dari tanggal bebas yang seharusnya. ABSTRACT Background of this problem is parole that has important meaning for convict to get change of attitude and about the real meaning experience prison of that crime, because that prison is place for gather many kinds of characters. Parole process can not ignore the condition of environment and society change, so the officers reserved their ability to create the predictions so that every decision taken correctly and balance with situation that continue to expand. Parole is more suitable called construction of society. Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang as place to increase the quality of convict, so that they are realizing their mistake and do not repeat doing an injustice. Statement problem of this research is about (1) How the execution of giving parole right to the convict. (a) What requirements to get parole right for the convict. (b) What rules those cause of canceled parole right of the convict. (2) how the difficulties that influence the execution of parole right. (3) How the suitable

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 10 Mar 2012 14:11
Last Modified: 10 Mar 2012 14:11
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/375

Actions (login required)

View Item View Item