UMM Institutional Repository

HUBUNGAN TINGKAT LAKTASI DENGAN TINGKAT TERJADINYA MASTITIS KLINIS PADA SAPI PERAH FH (Friesian Holstain)

WIJAYANTO, WIJAYANTO (2018) HUBUNGAN TINGKAT LAKTASI DENGAN TINGKAT TERJADINYA MASTITIS KLINIS PADA SAPI PERAH FH (Friesian Holstain). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wijayanton-51585-1-pendahul-n.pdf

Download (802kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wijayanton-51585-2-babipe-n.pdf

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wijayanton-51585-3-babiit-a.pdf

Download (750kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-wijayanton-51585-4-babiii-n.pdf

Download (454kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT. Greenfields Indonesia Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang paling banyak menyebabkan mastitis per tingkat laktasi pada sapi perah FH, untuk mengetahui rataan DIM (Days In Milk) yang paling banyak terjadi kasus mastitis per tingkat laktasi pada sapi perah FH dan untuk mengetahui hubungan tingkat laktasi dengan tingkat terjadinya mastitis pada sapi perah FH. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder catatan riwayat sapi perah Friesian Holstain laktasi ke 1 sampai dengan laktasi ke 5 sebanyak 135 ekor, yang diperoleh dari HIS PT. Greenfields Indonesia. Data jumlah hasil kultur dan jumlah mastitis per DIM dianalisis secara deskriptif sedangkan data kejadian mastitis setiap laktasi di analisa menggunakan korelasi regresi sederhana dengan rumus Y= a + bX. Prosentase mikroorganisme penyebab mastitis yaitu dengan urutan tertinggi No growth (39,01%), Others (20,74%), Strep uberis (15,17%), Klebsiella dan Staph species (7,74%), Strep species (4,02%), E. coli (3,72%), Strep dysgalactiae (1,86%), S. agalactiae dan S. aureus (0%). Berdasarkan DIM jumlah kejadian mastitis tertinggi terjadi pada DIM awal lebih dari 30 hari yaitu sebesar 16,41% dan DIM akhir kurang dari 210 hari 22,6%. Hasil uji statistik korelasi regresi diperoleh persamaan Y = 77,5-4,3X artinya bahwa tingkat laktasi memiliki hubungan korelasi linear negatif dengan tingkat kejadian mastitis pada sapi perah atau semakin tinggi tingkat laktasi jumlah kejadian mastitis semakin menurun. Saran dari hasil penelitian ini adalah Mastitis klinis banyak terjadi pada laktasi satu maka pada sapi-sapi pada laktasi satu harus dapat perlakuan yang lebih terutama pada DIM awal, Kondisi lantai kandang harus dijaga selalu bersih dan jalan sapi terutama pada saat selesai pemerahan karena lubang spincter belum menutup sempurna dan Desinfeksi bedding dilakukan secara berkala dengan menggunakan desinfektan.

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Additional Information: 201210350311005
Uncontrolled Keywords: Mastitis Klinis, Friesian Holstain, Culture, DIM, Bakteri mastitis, Laktasi
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Animal Husbandry
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 18 May 2018 04:13
Last Modified: 31 Oct 2018 05:25
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/36754

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo