UMM Institutional Repository

UJI DUA JENIS BAHAN ORGANIK DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS PUPUK HAYATI Bradyrhizobium japonicum PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)

APRILIYANTO, DIDIK (2017) UJI DUA JENIS BAHAN ORGANIK DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS PUPUK HAYATI Bradyrhizobium japonicum PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-didikapril-48605-1-cover,k-i.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-didikapril-48605-2-babi.pdf

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-didikapril-48605-3-babii.pdf

Download (723kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-didikapril-48605-4-babiii.pdf

Download (534kB) | Preview

Abstract

Bakteri Bradyrhizobium japonicum dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill), dengan menginfeksi akarnya dan membentuk bintil akar didalamnya. Bradyrhizobium japonicum mampu mengikat nitrogen dari udara, kemudian dilepas kembali untuk pertumbuhan tanaman kedelai. Bradyrhizobium japonicum dimanfaatkan sebagai pupuk hayati (biofertilizer) untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik, peningkatan pertumbuhan tanaman dengan pupuk hayati relatif lebih aman terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji hasil yang didapatkan dari uji dua jenis bahan organik dan suhu penyimpanan terhadap kualitas pupuk hayati Bradyrhizobium japonicum pada tanaman kedelai dilihat dari jumlah nodul atau bintil akar. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Kebun Percobaan belakang RS. Universitas Muhammadiyah Malang selama 7 bulan mulai bulan Mei sampai November 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot yang disusun secara RAK dengan menggunakan 2 faktor sebagai petak utama adalah bahan organik (O) dan terdiri dari 2 level perlakuan yaitu moss (O1) dan pupuk kandang (O2). Sebagai anak petak adalah suhu penyimpanan (S), yang terdiri dari 4 level perlakuan suhu yang berbeda yaitu suhu 4oC (S1), 18oC (S2), 26oC (S3), dan 30oC (S4). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 2 sampel tanaman. Variabel yang diamati meliputi jumlah populasi bakteri, jumlah nodul pada akar tanaman dan tipe sebaran nodul. Hasil penelitian menunjukkan bakteri Bradyrhizobium japonicum Strain C memiliki jumlah populasi terbesar yakni 1,54 x 108 sel/ml, terdapat interaksi yang nyata antara bahan organik dan suhu penyimpanan yang berbeda terhadap jumlah nodul yang dihasilkan oleh tanaman kedelai dan penyimpanan inokulan terbaik adalah peyimpanan menggunakan bahan organik moss dengan suhu 4oC yang dapat menghasilkan jumlah nodul paling banyak yakni 39 buah, tipe sebaran nodul pada perlakuan Bahan Organik moss penyimpanan suhu 4oC, 30oC dan pupuk kandang penyimpanan suhu 4oC memiliki tipe sebaran nodul 1 yakni besar di akar utama.

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Agronomy (54211)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 09 May 2018 06:24
Last Modified: 09 May 2018 06:24
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/36655

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo