DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN TERHADAP PELAYANAN PUBLIK (Kecamatan Pesanggrahan sebagai Kecamatan Induk dan Kecamatan Siliragung sebagai Pemekaran Wilayah di Kabupaten Banyuwangi)

ANDRIANI, EKA (2007) DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN TERHADAP PELAYANAN PUBLIK (Kecamatan Pesanggrahan sebagai Kecamatan Induk dan Kecamatan Siliragung sebagai Pemekaran Wilayah di Kabupaten Banyuwangi). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
DAMPAK_PEMEKARAN_WILAYAH_KECAMATAN_TERHADAP_PELAYANAN_PUBLIK.pdf

Download (144kB) | Preview

Abstract

Pemekaran wilayah dapat berjalan dengan sendirinya jika ditunjang dengan potensi sumber daya serta kemampuan aparatur didaerah yang bersankutan. Pada suatu daerah yang potensial ekonominya pemekaran sudah merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak dan merupakan salah satu jalan keluar dalam situasi masa kini. Dengan kondisi saat ini dimana ada kecamatan yang memiliki wilayah yang luas, penduduk yang besar maka pelayanan yang diberikan tidak maksimal, oleh karena itu dilakukan pemekaran wilayah kecamatan untuk meningkatkan dan memdekatkan pelayanan pemerintah pada masyarakat. Dengan melihat kondisi di atas penulis ingin mencermati dan mengamati dampak dari pemekaran wilayah kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik pada masyarakat di Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Siliragung Di Kabupaten Banyuwangi. Maka sebagai rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pemekaran wilayah kecamatan dari Kecamatan Pesanggaran yang dimekarkan menjadi Kecamatan Siliragung berdasarkan KEPMENDAGRI No 4 tahun 2000 tentang pedoman pembentukan kecamatan dan dampak pemekaran tersebut terhadap pelayanan publik?Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemekaran wilayah Kecamatan Pesanggaran yang dimekarkan menjadi Kecamatan Siliragung terhadap pelayanan dan pengaruhnya terhadap pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertumpu pada data atau fakta yang ditemui di lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi interview, observasi, dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik analisa yang digunakan adalah analisa domein yaitu dilakukan terhadap data yang diperoleh dari pengamatan berperan serta/wawancara atau pengamatan deskriptif yang terdapat dalam catatan lapangan. Juga menggunakan analisis taksonomi yaitu pengamatan dan wawancara terfokus berdasarkan berdasarkan fokus yang sebenarnya telah dipilih oleh peneliti. Dari hasil analisis peneliti memperoleh kesimpulan bahwa dampak pemekaran wilayah kecamatan terhadap pelayanan publik yang berkualitas tentu ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Siliragung dalam meningkatkan pelayanan publik dalam masyarakat. Namun demikian masyarakat masih merasa belum maksimal sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan adanya kondisi tersebut, Pemerintah kecamatan diharapkan mampu mengatasi kekurangan yang ada guna meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dengan maksimal. Dan masyarakat sebagai obyek pelayanan publik diharapkan dapat menyadari dan melaksanakan prosedur/tata cara pelayanan sesuai dengaan peraturan yang berlaku The separation of an area can run by itself if it supported by the resources and the ability of its people as well. In an area, this separation can be said a need since this is one of the way to solve the problems in today’s world. Today’s condition, we know that there is a certain area that has larger areas than usual with abundant human resources. By this condition there will be less public service given to the society. Then it is said that we need to separate this larger areas into two so that everyone will get their part of service well. We can find this kind of phenomena in Siliragung as its sub area in Banyuwangi regency. This district used to be a district of Pesangaran then based on the minister of internal affairs decree number 4 in year 2000 about the rules of forming district and the effects of the separation on the public services. This study aims at describing the separation process in Pesanggaran district to have been separated into Siliragung district and its effect to the public services given to the society. The method used in this study in descriptive by using qualitative approach in which it all emphasize on the gotten data from the field. The techniques used are interview, observation, and documentation. In this study the technique of the analysis is the domain analysis toward the data gotten from the observation, interview, and field notes as well. The taxonomy is also used that is based on the focus chosen by the writer. From the analysis it is concluded that the separation of the district results in the good and qualified public service given to the public in which it can not be separated from the role of the Siliragung and pesanggaran society in holding up the public service to the society. Although the benefits are felt so much, but the society is not really satisfied on the results given. Thus, the district government is expected to give all the best to reduce the lack of it so the there will be improvement on the services given to the public. And the society as the service object is expected to realize and conduct the procedure of the service according to the rule.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 01 May 2012 07:49
Last Modified: 01 May 2012 07:49
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/3644

Actions (login required)

View Item View Item