UMM Institutional Repository

PERAN KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK TANAH ADAT ANTARA DESA LAMAHALAH DAN DESA HOROHURA DI PULAU ADONARA (Studi Kasus di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur)

Patymoa, Desy Ratna Praharsa Atwiki (2017) PERAN KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK TANAH ADAT ANTARA DESA LAMAHALAH DAN DESA HOROHURA DI PULAU ADONARA (Studi Kasus di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-desyratnap-49974-1-pendahul-n.pdf

Download (589kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-desyratnap-49974-2-babi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-desyratnap-49974-3-babii.pdf

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-desyratnap-49974-4-babiii.pdf

Download (661kB) | Preview

Abstract

Konflik tanah adat merupakan konflik tanah Adat yang terjadi antara Desa Lamahala dengan Desa Horowura di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Upaya hukum telah dilakukan oleh kedua belah pihak yang berkonflik, akan tetapi penyelesaian konflik tanah Adat tidak dapat terselesaikan. Hukum Adat yang menyatakan bahwa membunuh merupakan cara untuk mencari kebenaran semakin menambah konflik di antara kedua desa dan menyebabkan perang tanding pada tahun 1982. Kepala Adat merupakan orang yang paling dihormati oleh masyarakat Adatnya dan dapat menyelesaikan konflik Adat karena memahami hukum Adatnya. Berdasarkan hal itu diperlukan peran Kepala Adat untuk menyelesaikan konflik tanah Adat antara Desa Adobala dengan Desa Redontena. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Peran Kepala Adat dalam Penyelesaian Konflik Tanah Adat antara Desa Lamahala dan Desa Horowura di Pulau Adonara. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan wawancara dan observasi non partisipatif terhadap sejumlah responden dan informen yang terdiri dari para masyarakat di kedua desa tersebut, aparat penegak hukum (Polisi) dan dengan ditunjang oleh data pustaka lainnya. Data dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepala Adat dalam Penyelesaian Konflik Tanah Adat antara Desa Lamahala dan Desa Horowura adalah dengan cara 1) Memimpin dan melakukan musyawarah dengan masyarakatnya, 2) Melakukan sumpah Adat, 3) Mencetuskan dan memimpin perang. Sedangkan adapun kendala-kendala Kepala Adat dalam penyelesaian konflik tanah adat saat ini yaitu 1) kedua belah pihak yang hanya menginginkan pengakuan hak milik atas objek konflik tanah adat, 2) Hukum Adat yang menyatakan bahwa perang atau membunuh (Tubak Belo) merupakan salah satu jalan mencari kebenaran, 3) Aparat keamanan yang tidak tegas di dalam menganstisipasi konflik tanah adat, dan kurangnya perhatian Pemerintah dan DPRD Kabupaten Flores Timur. Untuk itu, Upaya Kepala Adat untuk mengatasi kendala diatas adalah melarang masyarakat untuk melakukan aktifitas di tanah adat, menjalin kembali hubungan kekeluargaan dan kekeabatan melalui Perkawinan antara orang dari Desa Lamahala dan Desa Horowura, dan menjalin komunikasi scara intensif terkait perkembangan kondisi masing-masing Desa kepada aparat keamanan TNI dan POLRI.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 11 Dec 2017 10:40
Last Modified: 11 Dec 2017 10:40
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/35936

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo