PERBANDINGAN HARGA BAWANG PUTIH ( Allium sativum L )DI PASAR DINOYO DAN PASAR BLIMBING MALANG

ALIKA HELIANTI, DEBY (2007) PERBANDINGAN HARGA BAWANG PUTIH ( Allium sativum L )DI PASAR DINOYO DAN PASAR BLIMBING MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERBANDINGAN_HARGA_BAWANG_PUTIH.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian yang berjudul "Perbandingan Harga Bawang Putih (Allium sativum L.) Di Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing Malang" merupakan penelitian jenis survey. Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di Pasar Dinovo dan Pasar Blimbing yang menjadi obyek penelitian. Bahan pertimbangan yang dipergunakan oleh penulis adalah harga bawang putih (Allium sativum L.) antara pasar Dinoyo dan pasar Blimbing berbeda. Kedua pasar tersebut mengambil bawang putih dari berbagai daerah. Pedagang pasar Dinoyo mengambil bawang putih dari daerah Batu sedangkan pedagang pasar Blimbing mengambil bawang putih dari daerah Malang. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan diskripsi fluktuasi harga bawang putih, trend harga bawang putih dan perubahan harga bawang putih antara pasar Dinoyo dan pasar Blimbing Malang. Teknik sampling dilakukan dengan Purposive sampling. Alat analisis Yang digunakan dalam penelitian ini distribusi frekuensi yaitu dengan menggunakan grafik plot perubahan harga bawang putih untuk mengetahui trend harga bawang putih antara pasar Dinoyo dan pasar Blimbing. Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang bawang putih di Pasar Dinoyo dan pasar Blimbing merupakan perempuan dengan prosentase 65% (13 responden) sementara sisanya 35%/7 responden adalah pedagang laki­laki harga bawang putih terendah di pasar Dinoyo berada pada level Rp. 8.500, ­ perkilogram dan harga tertinggi mencapai Rp. 10.000, perkilogramnya, sedangkan diketahui bahwa harga bawang putih terendah di pasar Blimbing berada pada level Rp. 7.500, perkilogram dan harga tertinggi mencapai Rp. 9.000,­ perkilogramnya. Hal ini dapat dimengerti karena letak pasar Dinoyo yang berada di tengah kota yang jauh dari sentra penghasil bawang putih dan konsumen yang berbelanja di pasar Dinoyo merupakan konsumen akhir yang membutuhkan bawang putih untuk dikonsumsi. Sedangkan harga bawang putih di pasar Blimbing lebih rendah karena letaknya yang dekat dengan sentra penghasil bawang putih dan konsumennya merupakan perantara, sehingga mereka membutuhkan harga murah. Dengan Integrasi horizontal yang merupakan alat analisis untuk melihat mekanisme perubahan harga pada tingkat pasar vang sama (pasar Dinoyo dan pasar Blimbing) berjalan secara serentak diketahui dari hasil perhitungan dengan mempergunakan rumus korelasi menghasilkan nilai integrasi horizontal sebesar 0,994 yang berarti bahwa perubahan harga pada pasar Dinovo dan pasar Blimbing berjalan searah. Maksudnya apabila harga bawang putih di pasar Dinoyo mengalami kenaikan maka terdapat kecenderungan harga bawang utih di pasar Blimbing jugs mengalami kenaikan kondisi ini telah sesuai dengan sebesar data yang ditampilkan dalam grafik plot, dengan perubahan harga bawang putih diantara kedua pasar yang searah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi bagi Dinas Perdagangan danIndustri Dalam Negeri agar terbentuk kesamaan harga sehingga tidak merugikan konsumen maupun pedagang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 01 May 2012 04:42
Last Modified: 01 May 2012 04:42
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/3566

Actions (login required)

View Item View Item