UMM Institutional Repository

POLA KOMUNIKASI POLITIK KIAI PASCA PEMILIHAN PRESIDEN 2014 (Studi pada Kiai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Pasuruan)

HERMAWAN, FERY (2017) POLA KOMUNIKASI POLITIK KIAI PASCA PEMILIHAN PRESIDEN 2014 (Studi pada Kiai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Pasuruan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-feryhermaw-47916-1-pendahul-n.pdf

Download (716kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-feryhermaw-47916-2-babi.do-x.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-feryhermaw-47916-3-babii.d-x.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-feryhermaw-47916-4-babiii.-x.pdf

Download (362kB) | Preview

Abstract

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah salah satu partai yang berasaskan keagamaan Islam (Nahdatul UlamaÂ’) dimana pengurus maupun aktivis dari partai ini juga banyak dari kalangan kiai maupun ulamaÂ’ dimana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memposisikan diri sebagai pendukung pasangan Prabowo-Hatta pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2014 yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Posisi kiai sebagai pemuka pendapat (opinian leader) yang mempunyai banyak pengikut melakukan langkah komunikasi politik kepada komunikan politiknya untuk menentukan arah dukungan politiknya. Sehingga posisi kiai sebagai pemuka pendapat sangat menentukan kondisi perpolitikan di Kabupaten Pasuruan. Namun dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap pasangan Prabowo-Hatta ini seolah masih dipertanyakan setelah konflik internal yang terjadi dikubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca Pemilihan Presiden 2014. Dualisme kepemimpinan menjadi permasalahan dalam hal ini. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Romahurmuzzy menyatakan untuk berbelok arah untuk mendukung pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih (Jokowi-JK) atau dalam kata lain berada koalisi pemerintahan. Sedangkan kubu Djan Faridz tetap pada pendiriannya untuk berdiri di luar pemerintahan (pihak oposisi) bersama Koalisi Merah Putih. Sehingga hal ini mempengaruhi para pengurus maupun aktivis partai khususnya para kiai maupun ulamaÂ’ di Kabupaten Pasuruan sebagai komunikator politik untuk mengkomunikasikan arah dukungan politiknya pasca pemilihan presiden 2014 terhadap komunikan politiknya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi politik Kiai pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca pemilihan presiden 2014 di Kabupaten Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi politik kiai pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca Pemilihan Presiden 2014 di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui wawancara. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data menurut Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil sajian dan analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi yang Kiai pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Pasuruan sebelum pemilihan presiden (pra pilpres) 2014 saling bersinergi. Namun setelah pemilhan presiden (pasca pilpres 2014) dimana telah muncul konflik dualisme dalam internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sehingga, mengakibatkan adanya fragmentasi antara Kiai pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Pasuruan. Hal ini disebabkan oleh faktor landasan partai yang berdasarkan pada Nahdatul UlamaÂ’ (NU) sebagai payung dalam partai ini yang memberi kebebasan ruang gerak dalam ber-ijtihat politik dalam konteks furuÂ’iyah, maka dalam hal langkah menentukan politiknya para Kiai pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Pasuruan memiliki perbedaan dalam menentukan langkah politiknya. Namun, dalam komunikasi yang yang dilakukan tetap untuk saling menghargai, menghormati, dan saling menjaga tali silaturahmi. Dalam pola komunikasi politik kiai di PPP Kab. Pasuruan pasca pemilihan presiden 2014 ini membentuk suatu jaringan rantai dalam pola komunikasinya. Jaringan rantai menunjukkan suatu sistem birokratik yang mengikuti suatu pola komunikasi formal. Disini komunikasi melewati saluran yang sebenarnya mengikuti sistem hirarkis secara tepat. Dengan demikian apabila NU perlu mengadakan komunikasi dengan PPP maka komunikasi akan melewati Kiai, sesuai urutannya tersebut. Demikian pula sebaliknya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 15 Sep 2017 07:47
Last Modified: 15 Sep 2017 07:47
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/35187

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo