UMM Institutional Repository

Proses Penyidikan untuk Menentukan Unsur Berencanadalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Di Kepolisian Resort Kediri)

Ulva, Maya (2016) Proses Penyidikan untuk Menentukan Unsur Berencanadalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Di Kepolisian Resort Kediri). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mayaulvani-45763-1-pendahul-n.pdf

Download (274kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mayaulvani-45763-2-bab1.pdf

Download (277kB) | Preview

Abstract

Keyword : Penyidikan, Unsurdalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Proses Penyelidikan dan Penyidikan yang dilakukan oleh Polisi terhadap tersangka pelaku tindak pidana pembunuhan berencana berarti serangkaian tindakan penyelidik dan penyidik menurut cara yang telah diatur undang - undang. Penentuan unsure kesengajaan tidak bisa ditetapkan begitu saja .Perlunya dilakukan serangkaian penyidikan dan mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat dasar penjatuhan sanksi pidana bagi pelaku pembunuhan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan mengangkat permasalahan bagaimana proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik dalam menentukan unsure berencana dalam tindak pidana pembunuhan berencana . Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, kemudian dianalisis dengan menggunakan peraturan – peraturan dan teori yang ada terkait dengan permasalahan penyidikan dalam menentukan unsure tindak pidana pembunuhan berencana . Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik untuk menentukan unsure berencana dalam tindak pidana pembunuhan berencana adalah sesuai SOP karena setiap kasus tindak pidana memiliki karakteristik maupun tingkat kesulitan masing – masing tindak pidana dipengaruhi oleh bermacam - macam faktor, salah satunya faktor pelaku. Selain itu penyidik selalu mengawali dengan tindakan penyelidikan dengan harapan dari hasil penyelidikan tersebut penyidik akan memperoleh gambaran tentang peristiwa pidana yang terjadi.Proses penyidikannya yang dilibatkan adalah semua penyidik unit jatanras (unit kejahatan dan kekerasan ) . Namun dalam hal – hal khusus misalnya kasus kasus besar yang sulit diungkap maka upaya pengungkapan dalam rangka "penyelidikan" penyidik jatanras tidak bekerja sendiri karena semua anggota polisi baik dilingkup polres Kediri dan bahkan bekerja sama dengan polres lain maupun segenap komponen masyarakat. Hal - hal yang mendasari penyidik untuk melakukan kualifikasi suatu tindak pidana yang terdapat unsure berencana dengan tindak pidana yang tidak terdapat unsure berencana adalah hasil dari penyelidikan dan penyidikan . Yang menjadi kendala adalah tidak adanya alat bukti atau kurangnya alat bukti (minimal 2 alat bukti yang sah)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 14 Nov 2016 07:18
Last Modified: 14 Nov 2016 07:18
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/34437

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo