KONTROVERSI RUU ANTI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI (Analisis Framing pada Harian Jawa Pos, antara Tgl. 1 Maret 31 Maret 2006)

ADWINNANTA, FEBRI (2007) KONTROVERSI RUU ANTI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI (Analisis Framing pada Harian Jawa Pos, antara Tgl. 1 Maret 31 Maret 2006). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KONTROVERSI_RUU_ANTIPORNOGRAFI_DANPORNOAKSI.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas fenomena tarik ulur pembuatan RUU Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP). RUU APP yang tengah dibahas di DPR menimbulkan kontroversi baik di intern DPR maupun di masyarakat. Kontroversi terjadi di DPR terjadi ketika beberapa fraksi di DPR tidak setuju dengan disahkannya RUU ini, sementara di masyaakat timbul beberapa aksi menentang maupun mendukung disahkannya RUU APP dengan argumen masing­masing dari kedua kubu. Jawa Pos sebagai media massa cetak tentu saja memberitakan kontriversi yang yang terjadi terkait dengan RUU APP untuk memberikan informasi kepada khalayak mengenai fenomena tersebut. Sebagai media massa, Jawa Pos berpotensi besar untuk mempersuasif khalayak tentang suatu isu atau fenomena tertentu. Berdasarkan realitas tersebut, sangat menarik untuk diteliti lebih dalam mengenai keobjektifitasan berita Jawa Pos dalam membingkai berita mengenai kontroversi RUU APP. Kontroversi merupakan sebuah istilah yang berarti opini atau pendapat yang diperdebatkan. Pers dalam pemberitaannya akan selalu menimbulkan kontroversi baik secara positif maupun negatif akibat dari sensitifitas tema pemberitaan serta banyaknya penggunaan sumber berita. Kontroversi bersifat positif bila mampu mengubah suatu isu di masyarakat menjadi lebih baik, sedangkan kontroversi bersifat negatif bila terjadi berlarut­larut dan mengakibatkan perpecahan di masyarakat. Pada kontroversi RUU APP, kontroversi yang terjadi merupakan kontroversi negatif karena terjadi berlarut­larut tanpa ada kejelasan kapan RUU APP akan disahkan. RUU APP sendiri merupakan suatu rancangan produk hukum yang diusulkan oleh DPR sejak 14 Februari 2006 dengan tujuan untuk melindungi moral bangsa khususnya hal­hal yang menyangkut eksploitasi pornografi. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah analisis framing dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Dalam deskriptif kualitatif peneliti menggunakan interpretasi subjektifnya, namun disesuaikan dengan data­data yang ada yaitu secara kontekstual pemaknaan suatu pesan dalam fakta­fakta yang diteliti. Untuk teknik analisanya, framing yang dipakai adalah model “Zhaong Dang Pan dan Gerald M. Kosicky”. Model ini mengoperasionalkan empat dimensi struktur teks berita sebagai perangkat framing. Empat dimensi struktur teks berita tersebut antara lain sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Hasil penelitian pada 16 teks berita Jawa Pos, peneliti dapat menarik kesimpulan adanya keberpihakan Jawa Pos kepada pihak yang pro terhadap RUU APP. Hal ini terlihat jelas dari struktur skrip (how dan why), dari struktur tematik (detail) dari metode framing Pan dan Kosicky. Dari 16 teks berita tersebut, 8 diantaranya memang mengesankan kontra terhadap RUUAPP. Namun bila diteliti lebih mendalam dengan menggunakan analisis framing,maka argumen pihak yang kontra dengan RUU APP tersebut sengaja dikontraskan dengan argumen pihak yang pro terhadap RUU APP. Dengan cara penulisan berita ini, maka argumen pihak yang kontra dengan RUU APP dicitrakan sebagai argumen yang minoritas diantara pihak yang pro dengan RUU APP. Argumen pihak yang kontra tersebut dicitrakan seakan tidak mempunyaikekuatan dan tidak mempunyai dasar yang legal dan konstitusional, karena hanya menampilkan alasan secara moral.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NE Print media
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 30 Apr 2012 08:51
Last Modified: 30 Apr 2012 08:51
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/3431

Actions (login required)

View Item View Item