UMM Institutional Repository

Pelanggaran Etika Profesi Jaksa Ditinjau Dari Hukum Positif Dan Hukum Islam

Sholihuddin, (2016) Pelanggaran Etika Profesi Jaksa Ditinjau Dari Hukum Positif Dan Hukum Islam. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sholihuddi-43666-1-pendahul-n.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sholihuddi-43666-2-babi.pdf

Download (327kB) | Preview

Abstract

Keyword : Etika, Profesi Jaksa, Suap, Kode Etik Abstrak Jaksa sebagai salah satu aparat penegak hukum (Legal Aparatur) yang ada di lingkungan kejaksaan telah memiliki kode etik sebagai standar moral atau kaedah yang harus dipatuhi. Kode etik merupakan kesesuaian sikap yang harus dijunjung tinggi oleh jaksa dengan jiwa pancasila, untuk menegakkan supremasi hukum, menegakkan etika, profesionalisme dan disiplin. Munculnya wacana pemikiran tentang pelanggaran kode etik yang akan menjadi penelitian yang dititik beratkan kepada faktor terjadinya pelanggaran etika, fundamentalisme nilai-nilai dan kelemahan yang terkandung dalam kode etik. Penyusun merasa tertarik untuk membahas kode etik profesi jaksa dan dikaitkan dengan nilai-nilai dan tinjauan yang terkandung baik dalam hukum Islam maupun dalam hukum positif. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah atau mengkaji sumber kepustakaan berupa data-data primer dan sumber data sekunder yang relevan dengan pembahasan ini. Analisis data yang digunakan penyusun adalah dengan metode induktif dan metode deduktif. Metode induktif adalah metode berfikir yang berangkat dari fakta khusus, peristiwa kongkrit yang kemudian ditarik kesimpulan secara umum (generalisasi). Sedangkan metode deduktif adalah metode yang menggunakan dalil-dalil yang bersifat umum kemudian disesuaikan faktor-faktor dari yang bersifat khusus. Metode induktif digunakan untuk mengkaji asas-asas atau nilai-nilai yang terkandung dalam kode etik profesi jaksa. Sedangkan deduktif dipakai untuk melihat pandangan Islam terhadap etika profesi jaksa. Hasil penelitian ini adalah: faktor utama terjadinya pelanggaran kode etik profesi jaksa. Nilai-nilai yang terkandung dalam kode etik profesi jaksa. Pandangan hukum Islam dan hukum positif terhadap pelanggaran etika profesi jaksa. Hukum suap dalam Islam, kitab KUHP dan UU Tipikor. Hukum positif maupun hukum Islam sama-sama memiliki persamaan pandangan terhadap kode etik dalam beberapa hal, yakni: jaksa harus percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jaksa harus bersifat adil, jaksa haru selalu bermusyawarah dalam memutus perkara dengan hakim, jaksa harus bersifat jujur, dan tuntutan harus berdasarkan alasan-alasan hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) (74230)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 26 Oct 2016 08:10
Last Modified: 26 Oct 2016 08:10
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/34082

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo