UMM Institutional Repository

KANDUNGAN KATA UMPATAN KASAR BAHASA JAWA DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film "Tendangan Dari Langit" karya Hanung Bramantyo)

ANDRIK, M. IFANI (2016) KANDUNGAN KATA UMPATAN KASAR BAHASA JAWA DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film "Tendangan Dari Langit" karya Hanung Bramantyo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mifaniandr-44618-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mifaniandr-44618-2-babi.pdf

Download (220kB) | Preview

Abstract

Kata umpatan kasar Bahasa Jawa merupakan salah satu bentuk Bahasa yang dipakai untuk mengekspresikan rasa kecewa, jengkel dan marah, umpatan kata tersebut bisa jadi ciri khas budaya tersebut. Namun dengan perkembangan zaman kata umpatan kasar juga dipakai untuk menunjukkan rasa solidaritas atau untuk sekedar bercanda, tergantung situasi kondisi yang terjadi. Masyarakat harus diberitahu dampak dari kata umpatan kasar Bahasa Jawa dari latar belakang tersebut kemudian dibuat rumusan masalah jenis umpatan kata kasar Bahasa Jawa apa saja yang muncul dan seberapa sering umpatan kata kasar Bahasa Jawa tertentu yang muncul dalam film Tendangan Dari Langit ? Film merupakan salah satu media komunikasi massa, film tidak hanya mempengaruhi satu orang, tetapi sekumpulan atau masyarakat. Selain menjadi sebuah media yang memiliki pesan tertentu, film juga menjadi sebuah industri yang dapat menghasilkan profit yang sangat besar, terkadang demi mendapatakan keuntungan yang besar sering kali keluar dari kaidah-kaidah sinematografi, seperti film "Tendangan Dari Langit" yang diselipkan umpatan kata-kata kasar. Bahasa umpatan kasar dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan verbal karena ungkapan yang digunakan dapat melukai perasaan orang lain. Kata-kata umpatan kasar yang sering kita dengar khususnya di Jawa Timur misalnya "asu", "goblok", "bajingan", "matamu", "ndasmu" dan "jancok". Metode yang digunakan yaitu penelitian dengan metode analisis isi, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif disertai kualitatif dan tipe deskriptif. Melalui analisis isi dapat dideskripsikan jenis umpatan kata kasar Bahasa Jawa apa saja yang muncul dan seberapa sering umpatan kata kasar Bahasa Jawa tertentu yang muncul dalam film. Unit Analisis dalam penelitian ini adalah kata pada film Tendangan Dari Langit. Satuan ukur dari penelitian ini adalah frekuensi kemunculan kata umpatan kasar Bahasa Jawa dalam film Tendangan Dari Langit. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan uji reliabilitasnya menggunakan rumus Holsty dan Uji probabilitas dengan Rumus Scott Pi . Kesimpulannya berdasarkan pengkodingan data yang dilakukan oleh peneliti Frekuensi Kemunculan kata umpatan kasar Bahasa Jawa dalam film Tendangan Dari Langit terdapat 4.409 kata dalam 417 kalimat pada 94 scene. Dari keseluruhan scene dan kalimat tersebut kemudian dilakukan pengkodingan oleh peneliti, hasilnya terdapat 30 kata yang mengandung umpatan kata kasar Bahasa Jawa. Berikut rincian kategori umpatan kata kasar Bahasa Jawa yang sering muncul adalah kategori Ejekan yakni terdapat 11 kata atau 36,7 %. Kedua adalah kategori Makian yakni terdapat 10 kata atau 33,3 %. Ketiga adalah kategori Hardikan yakni sebanyak 9 kata atau 30 %. Kemudian dilakukan uji reliabilitas melalui dua koder didapat data penelitian sebagai berikut : Data pertama yang diambil dari peneliti dengan koder 1 menunjukkan coeficient reliabilitas sebesar 0,85 kemudian diuji kembali berdasarkan peluang probabilitasnya agar lebih valid dengan rumus scott Pi antara peneliti dan koder 1 berhasil menunjukkan reliabilitas diangka 0,82. Sedangkan untuk Data kedua yang diambil dari peneliti dengan koder 2 menunjukkan coeficient reliabilitas sebesar 0,93. kemudian diuji kembali berdasarkan peluang probabilitasnya agar lebih valid dengan rumus scott Pi antara peneliti dan koder 2 berhasil menunjukkan reliabilitas diangka 0,92. Dari data tersebut bisa diartikan bahwa film Tendangan Dari Langit dengan kandungan kata umpatan kasar Bahasa Jawa dinyatakan reliabel dan dalam film tersebut tokoh Antagonist yang kerap menimbulkan masalah dan menyulitkan langkah tokoh utama yaitu Agus Kuncoro atau Paklek Hasan berperan sebagai Paman dari tokoh utama atau Wahyu lebih sering mengucapkan kata umpatan kasar Bahasa Jawa tertentu, lalu tokoh Deuteragonist yang kadang membantu tokoh utama atau juga menyulitkan tokoh utama yaitu Sujiwo Tedjo atau Pak Darto yang berperan sebagai Ayah dari Wahyu juga mengucapkan kata umpatan kasar Bahasa Jawa, selanjutnya dari tokoh Sidekick atau pemeran pembantu yang melengkapi karakter tokoh utama seperti penjual kopi dan teman-teman Wahyu juga terkadang mengucapkan kata umpatan kasar Bahasa Jawa. Namun kata umpatan kasar Bahasa Jawa juga bisa diartikan sebagai candaan bagi lawan bicara yang mempunyai relasi jarak dekat yang bersifat subjektif dengan lawan bicara, yang bisa melakukan perubahan arti kata umpatan kasar menjadi sebuah candaan sesuai dengan hubungan yang dibangun oleh lawan bicara atau situasi yang terjadi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 29 Sep 2016 07:25
Last Modified: 25 Jan 2018 09:03
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32629

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo