UMM Institutional Repository

KONTRIBUSI WANITA PENYADAP KARET DALAM RUMAH TANGGA (Studi kasus di Desa Tempirai Kec. Penukal Utara Kab. Muara Enim Sum-Sel)

Sarino, Suban (2005) KONTRIBUSI WANITA PENYADAP KARET DALAM RUMAH TANGGA (Studi kasus di Desa Tempirai Kec. Penukal Utara Kab. Muara Enim Sum-Sel). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2005-subansarin-3314-PENDAHUL-N.pdf

Download (391kB) | Preview

Abstract

Adapun yang melatar belakangi peneitian ini, Usaha perkebunan rakyat di Indonesia banyak melibatkan petani pekebun dalam jumlah yang banyak dan merupakan lapangan kerja yang luas bagi penduduk dipedesaan baik pria maupun wanita. Di berbagai daerah di Indonesia usaha perkebunan rakyat menjadi sumber utama pendapatan penduduk baik disektor perkebunan rakyat maupun diluar perkebunan rakyat. Ikut sertanya perempuan dalam kegiatan perekonomian yaitu sebagai tenaga kerja penyadap karet diperkebunan rakyat bukan hal yang biasa. Kaum wanita diperkebunan rakyat (pedesaan) terbiasa bekerja bukan untuk menonjolkan peranannya, tetapi merupakan keharusan dan karena alasan "ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga". Penelitian ini bertujuan : (1).Untuk mengetahui peranan wanita dikegiatan penyadap karet dan di rumah tangga. (2).Untuk mengetahui akses dan kontrol terhadap sumber daya yang ada di kebun karet. (3).Untuk mengetahui dampak dan manfaat peranan wanita penyadap karet. (4).Untuk mengetahui Berapa besar pendapatan wanita dari penyadapan karet dan bagai mana kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Metode analisis data, Untuk mengetahui peranan wanita dalam kegiatan penyadapan karet dan rumah tangga (domestik) yaitu: kegiatan, akses dan kontrol, dampak dan manfaat digunakan analisis Harvard. Untuk menghitung kontribusi pendapatan wanita terhadap pendapatan rumah tangga dihitung dengan rumus : . Adapun hasil penelitian ini : (1). Di daerah penelitian pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja wanita lebih beragam dari pada tenaga kerja pria. Hal ini menggambarkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kerja wanita lebih besar. Pada kegiatan utama banyak dilakukan oleh suami dan isteri sebesar 82,5% dan oleh isteri sebesar 17,5% untuk kegiatan menyadap karet dan mengambil lump sangat dominan sekali dilakukan oleh suami dan isteri sebesar 100%, pada kegiatan utama ini jarang sekali dikerjakan suami saja atau isteri saja. Pada kegiatan sampingan seperti berdagang, pemupukan karet banyak dikerjakan oleh suami dan isteri untuk berdagang sebesar 50% dan pemupukan karet sebesar 32,5% dan pada pengangkutan karet biasa dilakukan oleh suami sebesar 22,5% dan kegiatan dalam rumah tangga seperti : masak, mencuci, belanja, mengasuh anak, mencari kayu bakar, pembelian alat rumah tangga sangat dominan sekali dikerjakan oleh isteri dengan rata-rata sebesar 100%, mendidik anak oleh suami sebesar 25% dan oleh Isteri 67,5%, perbaiakan rumah oleh suami sebesar 20%, oleh isteri sebesar 12,5%, oleh suami dan isteri 60%, pengangkutan kayu bakar biasa dikerjakan oleh para suami sebesar 100%. (2). Dalam aspek akses (peluang terhadap sumber daya) menunjukkan bahwa para tenaga kerja wanita (isteri) kurang mempunyai peluang terhadap lahan, modal, kredit, peralatan dan pelatihan (penyuluhan) (3). Dalam aspek kontrol (penguasaan dalam pengambilan keputusan) terhadap sumber daya yang ada diperkebunan rakyat seperti : lahan, modal, kredit, peralatan dan pelatihan semuanya penguasaan dalam pengambilan keputusan dilakukan oleh suami danisteri (secara bersama-sama) agar kalau ada kesalahan tidak saling menyalahkan. (4). Dalam aspek manfaat yang diperoleh tenaga kerja wanita juga lebih besar dari pada tenaga kerja pria terutama pada tambahan pendapatan dan pembelian perabotan rumah tangganya. Hal ini disebabkan para tenaga kerja wanita (isteri) banyak yang melakukan kerja sampingan, dengan tambahan pendapatan tersebut mereka dapat membeli perabotan, menabung serta menyekolahkan anak-anak mereka. (5). Dalam aspek dampak dari bekerja sebagai penyadap karet seperti pada kesehatan banyak dirasakan oleh para isteri karena mereka yang lebih banyak melakukan pekerjaan dan pada keluarga banyak dirasakan oleh para suami karena kesibukan sang isteri banyak yang tidak terurus. (6).Kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita di perkebunan rakyat sangat mempengaruhi yaitu sebesar 45,47% setengah dari pendapat kelurga dihasilkan oleh isteri.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 20 Jul 2016 04:57
Last Modified: 20 Jul 2016 04:57
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32506

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo