UMM Institutional Repository

ANALISIS SIKAP PETANI APEL DALAM KERJASAMA PEMASARAN DENGAN PEDAGANG BESAR DI DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN

IMRON, MOHAMMAD (2008) ANALISIS SIKAP PETANI APEL DALAM KERJASAMA PEMASARAN DENGAN PEDAGANG BESAR DI DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2008-mohammadim-11813-Pendahul-n.pdf

Download (101kB) | Preview

Abstract

Tanaman apel merupakan tanaman hortikultura yang dalam proses budi dayanya membutuhkan investasi yang tinggi serta penanganan yang intensive. Untuk mendapatkan produksi apel yang mempunyai mutu baik, maka petani apel harus memberikan penanganan yang intensif. Sehingga dalam masa proses produksi petani apel membutuhkan modal yang tinggi. Kebutuhan modal yang tinggi memunculkan pemikiran petani untuk mendapatkan tambahan modal dari pihak luar. Disisi lain kebutuhan akan lembaga pemasaran menjadi lebih besar dikarenakan jarak lahan tempat budi daya apel jauh dari pasar serta biaya tambahan yang dikeluarkan apabila petani sendiri menjual hasil produksinya langsung kepada konsumen, hal tersebut mendasari petani apel didesa Kayukebek menjalin kerjasama pemasaran dengan lembaga pemasaran yang disebut pedagang besar yang ada di daerah tersebut. Terdapat dua pedagang besar yang ada di daerah penelitian. Pedagang besar yang ada dalam menjalin kerjasama dengan petani menerapkan sistem yang berbeda yaitu dengan memberikan ikatan pinjaman modal dan tanpa ikatan pinjaman modal. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk, 1) Mengetahui bagaimana sistem kerjasama antara petani apel dengan pedagang besar yang memberikan ikatan pinjaman modal dan pedagang besar yang tidak memberikan ikatan pinjaman modal. 2) Mengetahui bagaimana sikap petani apel dalam sistem kerjasama dengan pedagang besar yang memberikan ikatan pinjaman modal dan pedagang besar yang tidak memberikan ikatan pinjaman modal. 3) Mengetahui perbandingan harga apel dan keuntungan petani yang bekerja sama dengan pedagang besar yang memberikan ikatan pinjaman modal dan pedagang besar Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di Desa kayukebek Kec. Tutur Kab. Pasuruan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah petani apel yang menjalin kerjasama pemasaran dengan pedagang besar yang memberikan ikatan modal dan pedagang besar yang tidak memberikan ikatan modal Untuk analisis sikap menggunakan analisis sikap fishbein model skala yang digunakan adalah skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap petani apel dalam kerjasama dengan pedagang besar. Dalam skala likert jawaban setiap instrumen mempunyai gradasi dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju. Atribut yang diukur merupakan atribut dari variabel kepercayaan dan variabel evaluasi dari sistem kerjasama yang diterapkan oleh masing-masing pedagang besar. Variabel kepercayaan dan evaluasi dari sistem kerjasama dengan ikatan modal adalah pinjaman modal awal, harga relatif rendah, sistem pembayaran tunai. Variabel kepercayaan dan evaluasi dari sistem kerjasama tanpa ikatan modal adalah harga relatif tinggi, sistem pembayaran tidak langsung. Untuk analisis kuantitatif, maka jawaban itu diberi skor : Sangat Setuju (2), Setuju (1), Tidak Setuju (-1), Sangat Tidak Setuju (-2). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui perbedaan harga jual apel dan keuntungan petani dalam melakukan kerjasama dengan pedagang besar yang memberikan ikatan modal dan tanpa ikatan modal digunakan analisis uji beda (uji t) Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data dalam penelitian ini ada 2 macam, yaitu: Metode Wawancara dan Metode Observasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sistem kerjasama yang terjalin antara petani apel dengan pedagang besar yang memberikan ikatan pinjaman modal adalah pedagang menawarkan pinjaman modal pada petani yaitu dengan petani langsung mendatangi pedagang untuk mengajukan pinjaman secara lisan dan tidak diikuti dengan kontrak kerjasama atau prosedur yang lain seperti pada Bank dan lembaga-lembaga perkreditan lainnya. Sistem kerjasama yang terjalin antara petani apel dengan pedagang besar tanpa ikatan pinjaman modal adalah petani langsung didatangi oleh pedagang dan langsung melakukan transaksi. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan analisis Fishbein, diperoleh kesimpulan bahwa petani yang bekerjasama dengan ikatan pinjaman modal lebih besar memunculkan sikap positif dari pada petani tanpa ikatan pinjaman modal. Hal ini dikarenakan rata-rata petani apel di Desa Kayukebek senang dengan adanya pinjaman yang ditawarkan oleh pedagang, karena dianggap lebih mudah dan cepat. Dari hasil analisis uji beda, diketahui bahwa harga apel petani ikatan pinjaman modal lebih kecil dari pada petani tanpa ikatan pinjaman modal. Sedangkan untuk keuntungan antara petani ikatan pinjaman modal dan petani tanpa ikatan pinjaman modal tidak terdapat perbedaan. Hal ini dikarenakan tingkat produksi yang tinggi pada sistem kerjasama ikatan pinjaman modal, akan tetapi harga yang diberikan lebih rendah. Sebaliknya pada sistem tanpa ikatan pinjaman modal tingkat produksi yang dihasilkan lebih rendah, akan tetapi harga yang diperoleh lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Agribusiness (54201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 20 Jul 2016 03:58
Last Modified: 20 Jul 2016 03:58
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32478

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo