UMM Institutional Repository

ANALISIS USAHATANI TANAMAN KEDELAI ( Glycine max (L.) Merrill ) KELAS Foundation Seed (FS) UNTUK MENGHASILKAN BENIH BERSERTIFIKAT ( Studi Kasus di Balai Benih Induk BBI Palawija Kecamatan Singgosari KabupatenMalang )

NUGROHO, RACHMAN ADI (2008) ANALISIS USAHATANI TANAMAN KEDELAI ( Glycine max (L.) Merrill ) KELAS Foundation Seed (FS) UNTUK MENGHASILKAN BENIH BERSERTIFIKAT ( Studi Kasus di Balai Benih Induk BBI Palawija Kecamatan Singgosari KabupatenMalang ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2008-rachmanadi-13158-PENDAHUL-N.pdf

Download (303kB) | Preview

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. Dengan iklim, suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok, separti (biji-bijian, umbi-umbian dan kacang-kacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max (L) Merril.. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan efisiensi usahatani dalam memperoleh benih bersertifikat. 2. Untuk mengetahui efisiensi usaha benih dasar (Foundation Seed) pada tanaman kedelai, berdasarkan kriteria pengujian. 3. Untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi dalam usahatani memperoleh benih bersertifikat. Hipotesa yang diambil dalam penelitian ini adalah diduga pula bahwa usahatani pembenihan tanaman kedelai di Balai Benih Induk Palawija Bedali Kecamatan Singosari Kabupaten Malang efisien untuk diusahakan.. Karena di instansi ini merupakan salah satu pengasil dan pemasok benih bersertifikat milik pemerintah yang berada di Jawa Timur. Berdasarkan opservasi jumlah petani untuk pembenihan tanaman kedelai di BBI Palawija Malang sebanyak 20 petani dan metode yang digunakan dalam pengambilan responden adalah metode sensus sebab semua pekerja atau petani di BBI Palawija Malang diambil sebagaian untuk menjadi responden. Jenis-jenis data ada dua macam, yaitu data primer dan data sekunder. Rata-rata total biaya produksi setelah dikonversi dalam luasan lahan 1 ha, maka rata-rata total biaya produksi per ha yang harus dikeluarkan oleh petani responden adalah sebesar Rp. 2.434.551,89. Rata-rata penerimaan usahatani kedelai petani responden dalam konversi lahan 1 ha adalah sekitar Rp. 5.067.759,61. Rata-rata pendapatan usahatani benih kedelai dalam luasan lahan 1 ha adalah sebesar Rp. 2.633.207,72, sedangkan rata-rata penerimaan usahatani tersebut hanya berkisar Rp. 5.067.759,62. Hasil dari rata-rata R/C rasio setelah dilakukan konversi pada luasan lahan 1 ha, maka dapat disimpulkan bahwa nilai R/C rasio sebesar 2,11 yang lebih besar dari 1. Hal yang sama didapatkan setelah melakukan uji t hitung yang menghasilkan nilai sebesar 7,906 dengan t tabel 1,72 (α = 0,05, df = 20). Oleh karena t hitung (7,906) > t tabel (1,72), maka sesuai dengan kaidah pengambilan keputusannya bahwa usahatani pembenihan kedelai efisien untuk diusahakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Agribusiness (54201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 23 Jun 2016 06:53
Last Modified: 23 Jun 2016 06:53
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32330

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo