UMM Institutional Repository

ANALISIS PEMASARAN BUNGA ADENIUM DI KECAMATAN ROWOKANGKUNG KABUPATEN LUMAJANG

ANAM, SAIFUL (2008) ANALISIS PEMASARAN BUNGA ADENIUM DI KECAMATAN ROWOKANGKUNG KABUPATEN LUMAJANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam perkembangan dewasa ini adenium dipelihara karena bunganya yang menarik, beraneka ragam, dan juga adanya keunikan bentuk bonggol adenium, khususnya bonggol lokal yang tidak terdapat dinegara lain. Keunikan adenium terletak pada tidak ada dua adenium yang sama. Harga adenium cenderung stabil, karena untuk menciptakan bonggol akar diperlukan waktu lama, sementara itu kebosanan orang tidak cepat muncul karena aneka ragam warna bunganya terus bermunculan. Secara umum adenium untuk koleksi dalam pot, berbeda dengan adenium untuk landscape. Adenium landscape tidak perlu menonjolkan bonggol akar, tetapi lebih pada rumpun yang memiliki daun dan percabangan yang kompak, dan bunga yang ramai merekah. Hal ini yang tidak dimiliki oleh kolektor dan hobbies adenium dimanapun diluar negeri selain di Indonesia. Hobbies Luar pada umumnya memperlakukan adenium sebagai tanaman bunga biasa. Hal ini juga terjadi pada sebagian besar pekebun , pedagang dan hobbiest di Indonesia. Ketertarikan Hobbiest luar pada keunikan bonggol lokal, serta seni mendisplay bonggol lokal disesuaikan dengan bentuknya yang beraneka ragam, mengakibatkan banyak bonggol adenium lokal kita yang dikirim keluar negeri. (Anonymous, 2006). Tujuan Penelitian adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran bunga adenium di Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang, (2) Mengetahui margin pemasaran bunga adenium di daerah penelitian. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang. Metode penentuan sampel menggunakan teknik snow ball sampling yaitu teknik pengambilan sample pertama (petani) ditentukan secara random sampling yaitu penentuan secara acak sedangkan sampel berikutnya ditentukan sesuai pergerakan komoditas tersebut. Data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Data primer yang diperoleh langsung dari petani dan lembaga pemasaran melalui wawancara dan kuisioner. Data sekunder berasal dari berbagai macam literatur, publikasi dan instansi terkait. Metode analisis data yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendengkatan analisis deskriptif ini digunakan untuk mengetahui gambaran mengenai saluran pemasaran bunga adenium dari petani sampai ke konsumen serta aktivitas lembaga pemasaran bunga adenium didaerah penelitian. Analisis kuantitatif metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : analisis margin pemasaran, saluran pemasaran. Dari hasil penelitian terdapat tujuh saluran pemasaran bunga adenium di Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang yaitu : (1) Petani-Tengkulak-Pengumpul-Pedagang Besar-Pengecer-Konsumen, (2) Petani Tengkulak-Pengumpul-Pengecer-Konsumen, (3) Petani-Tengkulak-Pedagang Besar-Pengecer-Konsumen, (4) Petani-Tengkulak-Pengecer-konsumen, (5) Petani-Pengumpul-Pedagang Besar-Pengecer-Konsumen, (6) Petani-Pengumpul-Pengecer-Konsumen, (7) Petani-Pedagang Besar-Pengecer-Konsumen. Fungsi-fungsi pemasaran meliputi : transportasi, bongkar muat, perawatan, sortasi dan grading. Margin terbesar saluran pemasaran bunga adenium terdapat pada saluran III sebesar Rp 69.167 per batang. Distribusi margin terbesar pada tengkulak terdapat pada saluran II sebesar 16.54 %, sedangkan distribusi margin terbesar pada pengumpul terdapat pada saluran VI sebesar 41.34 %, sedangkan untuk pedagang besar terdapat pada saluran I sebesar 35.99 %, dan distribusi margin terbesar untuk pengecer terdapat pada saluran II sebesar 55.67 %. Share harga terbesar yang diterima petani terdapat pada saluran pemasaran VI sebesar 39.85 %. Distribusi share harga terbesar pada tingkat tengkulak terdapat pada saluran pemasaran II sebesar 13.85 %, pada pengumpul terdapat pada saluran pemasaran VI sebesar 24.867 %, sedangkan tingkat pedagang besar terdapat pada saluran pemasaran I sebesar 27.11 %, dan di tingkat pengecer terdapat pada saluran pemasaran II sebesar 46.607%. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran yaitu : (1) Mempersingkat saluran pemasaran bunga adenium dengan menjual langsung kepada pengecer, sehingga akan semakin besar margin pemasarannya. (2)Perlu adanya keterbukaan informasi pasar agar masing-masing lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran bunga adenium dapat menentukan dan meramalkan harga, sehingga dengan dapat mengurangi resiko kerugian akibat fluktuasi harga dan diantara harga lembaga pemasaran memperoleh keuntungan yang merata. (3) Sebelum menjual bunga adenium, petani perlu banyak mencari informasi pasar yang dibutuhkan termasuk informasi tentang harga bunga adenium, agar petani memperoleh harga yang diinginkan atau layak. (4) Sebaiknya petani membentuk suatu wadah pemasaran yang mampu menampung bunga adenium ditingkat desa dan memasarkan sendiri secara langsung kepada konsumen akhir, hal ini dilakukan agar penerimaan dari penjualan tersebut lebih besar daripada penjualan melalui lembaga pemasaran.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Agribusiness (54201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 23 Jun 2016 06:24
Last Modified: 23 Jun 2016 06:24
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32324

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo