UMM Institutional Repository

RESILIENSI PADA WANITA PASCA KEMATIAN PASANGAN HIDUP

INSRIANI, HALIMA (2012) RESILIENSI PADA WANITA PASCA KEMATIAN PASANGAN HIDUP. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--halimainsr-27358-1-pendahul-n.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--halimainsr-27358-2-babi.pdf

Download (188kB) | Preview

Abstract

Kematian adalah sesuatu yang tidak dapat dicegah oleh siapapun dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup yang bernyawa. Secara garis besar tahap/jangka waktu bila kehilangan suami (meninggal) menurut Conroy (dalam, Hurlock, 1997 ), bahwa dalam kehidupan yang mengalami hilang semangat hidup, apabila orang tersebut tidak sanggup menerima kenyataan atas kematian satu-satunya yang dicintainya, kemudian bangkit kembali kemasa biasa dimana ia telah menerima dengan rela kematian suami yang dicintainya dan mencoba membangun pola hidup baru dengan minat dan aktivitas untuk mengisi kekosongan. Oleh sebab itu perlu diketahui bagaimana cara wanita untuk beresiliensi pasca kematian pasangan hidupnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pada wanita pasca kematian pasangan hidup, yaitu aspek I Am, I Have, dan I Can. Sampel yang digunakan adalah 4 orang yang sudah dapat beresiliensi pasca kematian pasangan hidupnya. Untuk penggalian data digunakan wawancara sebagai sumber data sekaligus sebagai uji keabsahan metode. Adapun teknik wawancara yang digunakan adalah teknik wawancara semi terstruktur, agar terjalin komunikasi yang bebas namun terarah sehingga terkesan lebih luwes danfleksibel. Sebagai uji keabsahan untuk mengecek kebenaran data, dilakukan triangulasi sumber yaitu dari pihak keluarga dan sahabat. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwasanya subjek mengalami kondisi psikologis seperti merasa sedih, merasa kesepian, membutuhkan banyak bantuan/menarik diri, perasaan menyesal, perasaan ketidak ikhlasan, akan dapat resilien setelah suaminya meninggal. Resiliensi itu dapat muncul karena adanya faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh seorang wanita. Adapun faktor internal meliputi perasaan, tingkah laku dan kepercayaan, serta meminta bantuan dan factor eksternal yang meningkatkan resiliensi meliputi dukungan sahabat, teman, orang tua, anak, lingkungan kitaserta interpersonal yang dimiliki oleh seorang wanita. Selain itu juga dapat dilihat dari (aspekI Am) kemampuan subjek untuk mandiri dan bertanggung jawab yang membuat subjek yakin bahwa masalah yang dimilikinya dapat selesai. (aspekI Have) yang sama berupa orang-orang yang member semangat pada mereka dan mempunyai hubungan sebagai upaya pemenuhan kasih sayang yang kurangdari orang terdekat mereka. (aspekI Can) yang sama berupa mencari hubungan yang dapat dipercaya dan dapat mengukur tempramen diri sendiri dan orang lain.Hal ini menunjukkan bahwa Resiliensi Pada Wanita Pasca kematian Pasangan Hidup, yaitu wanita memiliki pedoman atau prinsip hidupnya untuk beresiliensi berdasarkan pada aspek I Am, I Have, I Can

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 16 Jun 2016 02:30
Last Modified: 16 Jun 2016 02:30
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32096

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo