UMM Institutional Repository

PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN DI BANI DAN BASYARNAS SURABAYA

ZAINAH, SJULINA (2012) PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN DI BANI DAN BASYARNAS SURABAYA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--sjulinazai-27388-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--sjulinazai-27388-2-babi.pdf

Download (46kB) | Preview

Abstract

BASYARNAS (Badan Arbitrase SyariÂ’ah Nasional) adalah salah satu wujud dari Arbitrase Islam yang pertama kali didirikan di Indonesia, dimana pendirinya diprakarsai oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Kehadiran BASYARNAS melengkapi perangkat hokum lain sebagai lembaga penyelesaian sengketa bisnis yang bersifat nasional yang sudah lahir sebelumnya, yaitu BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) yang keberadaannya diprakarsai oleh KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). BASYARNAS dan BANI merupakan sarana penyelesaian sengketa non litigasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis. Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Pasal 5 dijelaskan bahwa sengketa yang dapat diselesaikan melalui Arbitrase adalah sengketa dibidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hokum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa. Sebaliknya sengketa yang tidak dapat diselesaikan oleh Arbitrase adalah sengketa yang menurut peraturan perundang-undangan tidak dapat diadakan perdamaian. Oleh karena itulah penulis tertarik untuk melakukan pengkajian lebih lanjut dengan cara langsung terjun ke lembagaBANI dan BASYARNAS Surabaya untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih mendalam dan spesifik, yang diwujudkan berupa Skripsi berjudul PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN DI BANI DAN BASYARNASSURABAYA, dengan tujuan: 1. Mengetahui Prosedur penyelesaian sengketa perbankan di BANI dan BASYARNASSurabaya. 2. Dapat mengetahui persamaan dan perbedaan mendasar dalam prosedur penyelesaian di BANI dan BASYARNAS Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah yuridis sosiologis. Yuridis sosiologis atau socio legal research (non doctrinal) berfungsi untuk mengevaluasi keterkaitan aspek-aspek empiris atau normatif. Pendekatan penelitian ini adalah melihat hukum sebagai kaidah atau norma sebagai perilaku manusia dalam masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yakni terkait tentang bagaimana prosedur penyelesaian sengketa perbankan di BANI dan BASYARNAS Surabaya apabila dikaitkan dengan pelaksanaan di lapangan atau dicari melalui penelitian lapangan (field research). Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif, yaitu tolak ukur penganalisaan terletak pada pendeskripsian secara kualitatif terhadap isi (content) dari data-data yang telah diperoleh. Dan karena penelitian ini merupakan studi komparatif maka peneliti juga menggunakan analisa komparatif induktif dimana data-data yang telah didapat diperbandingkan antara satu dengan yang lainnya lalu memberikan kesimpulan akhir. Prosedur penyelesaian sengketa BASYARNAS terdapat dalam peraturan prosedur BASYARNASdan BANI terdapat didalam peraturan prosedur BANI, mulai dari pengajuan permohonan hingga putusan, seluruh prosesnya tidak jauh berbeda hanya saja masalah tenggang waktu dalam hal penetapan putusan tidak dapat diterimanya suatu permohonan dalam BASYARNAS tenggang waktunya 14 hari sedangkan BANI 30 hari. Putusan BASYARNASdan BANI bersifat final, mempunyai kekuatan hukum tetap dan mengikat para pihak (binding opinion), bersifat final artinya putusan arbitrase merupakan putusan final dan tidak dapat diajukan banding atau kasasi. Kekuatan hukum tetap maksudnya adalah memiliki kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan negeri. Kelemahan dari BANI adalah sengketa yang diselesaikan lebih untuk pihak-pihak bonafide. Dan kelebihannya adalah sifat konfidensialnya, karena putusannya tidak di publikasikan. Untuk BASYARNAS sendiri, ada kelebihan yang tidak ditemukan di Arbitrase lain, yakni BASYARNASmengatur untuk berperkara secara prodeo dan penghasilan tetap ataupun honorarium anggota dewan pembina, dewan pengurus maupun Arbiter Wajib diserahkan sekurang-kurangnya sepuluh persen kepada BASYARNAS sebagai zakat, infaq atau shadaqah. Menurut penulis ada catatan yang perlu mendapat perhatianya kedalam hal dasar hukum yang digunakan BANI dan BASYARNAS, ditemukan Dasar Hukum yang mereka jadikan dasar kurang mengikuti perkembangan hukum yang berlaku, sehingga ada dasar hukum yang sudah tidak berlaku tetapi masih digunakan, misalnya aturan Rbg yang seharusnya sudah menggunakan HIR.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 15 Jun 2016 07:57
Last Modified: 15 Jun 2016 07:57
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32090

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo