UMM Institutional Repository

PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI INFUSA SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) dan SIRIH MERAH (Piper betle Linn) PADA PERTUMBUHAN Candida albicans

NISA, KHOIRUN (2011) PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI INFUSA SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) dan SIRIH MERAH (Piper betle Linn) PADA PERTUMBUHAN Candida albicans. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-khoirunnis-23674-PENDAHUL-N.pdf

Download (291kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-khoirunnis-23674-bab1.pdf

Download (263kB) | Preview

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi yang sering disebabkan oleh jamur Candida albicans, dan merupakan organisme penyebab penyakit jamur tersering. Perkembangan resistensi Candida albicans terhadap obat antifungal merupakan masalah potensial sehingga untuk pengobatannya diperlukan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan infusa sirih hijau (Piper betle Linn) dan sirih merah (Piper betle Linn). Sirih hijau (Piper betle Linn) dan sirih merah (Piper betle Linn) masih dalam satu varietas sehingga diharapkan mempunyai kandungan kimia yang sama dan mempunyai aktivitas yang sama pula, sehingga dengan adanya hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antifungi infusa sirih hijau (Piper betle Linn) dan sirih merah (Piper betle Linn) pada pertumbuhan Candida albicans, menggunakan metode dilusi dan metode difusi cakram. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil dari metode dilusi pada KHM sirih hijau adalah konsentrasi 250 mg/ml dan KBM konsentarsi 250 mg/ml, sedangkan sirih merah tidak menunjukkan adanya KHM dan KBM. Untuk metode difusi cakram didapatkan zona jernih pada sirih hijau konsentrasi 500 mg/ml sebesar (16,8 mm), 250 mg/ml sebesar (14,3 mm), 125 mg/ml (6 mm), 62,5 mg/ml (6 mm), 31,25 mg/ml (6 mm) sedangkan pada sirih merah didapatkan hasil pada konsentrasi 500 mg/ml sebesar (6 mm), 250 mg/ml sebesar (6 mm), 125 mg/ml (6 mm), 62,5 mg/ml (6 mm), 31,25 mg/ml (6 mm), kemudian dibandingkan dengan kontrol antibiotik nistatin yang memiliki zona jernih sebesar (20,4 mm), kemudian data tersebut diperkuat dengan adanya uji kromatografi lapis tipis (KLT). Didapatkan hasil bercak noda berwarna ungu dan kuning kecoklatan yang ada pada sirih hijau dan sirih merah. Kemudian dapat ditarik kesimpulan pada metode dilusi, sirih merah tidak menunjukkan adanya nilai KHM dan KBM, sedangkan pada metode difusi cakram, sirih merah terjadi penurunan aktifitas terhadap antifungi. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai berbagai macam varietas daripada sirih yang ada di Indonesia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 15 Jun 2016 07:41
Last Modified: 15 Jun 2016 07:41
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32088

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo