UMM Institutional Repository

TIDAK TERPENUHI NAFKAH SECARA BAIK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU NO.1 TAHUN 1974

NIRWANA, LUTFI MAYA (2012) TIDAK TERPENUHI NAFKAH SECARA BAIK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU NO.1 TAHUN 1974. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--lutfimayan-27296-2-babi.pdf

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--lutfimayan-27296-1-pendahul-n.pdf

Download (47kB) | Preview

Abstract

Pembimbing: Pembimbing I :Drs. H.Muh.Sarif, M.Ag Pembimbing II :Azhar Muttaqin, M.Ag Tugas akhir ini mengambil topik mengenai TIDAK TERPENUHI NAFKAH SECARA BAIK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU NO.1 TAHUN 1974 dan pada kesempatan ini peneliti menganalisa isi putusan perkara terkait dengan permasalahan tersebut yang peneliti peroleh dari Pengadilan Agama Kota Malang. Jenis Penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) sedangkan tekhnik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan cara wawancara terhadap Hakim, pengumpulan bahan-bahan pustaka dengan menelusuri buku-buku dan tulisan-tulisan yang terkait dengan permasalahan sebagai objek analisis untuk dapat diinfentarisir, kemudian peneliti menggunakan Al-qurÂ’an dan Hadits, serta pendapat para imam mazhab, UUP No 1 Tahun 1974, Kompilasi Hukum Islam serta fokus pada dua putusan, yaitu putusan perkara Nomor 0609/Pdt.G/2011/PA.Mlg dan putusan perkara Nomor 1009/Pdt.G/2009/PA.Mlg yang peniliti peroleh dari Pengadilan Agama Kota Malang sebagai bahan Hukum Primer, pustaka serta pendapat para ahli yang memberikan penjelasan dengan tafsiran mengenai sumber primer dan hasil-hasil penelitian, lewat berbagai literatur, majalah jurnal, dan karya ilmiah merupakan Sumber bahan Hukum sekunder, kamus dan ensiklopedi merupakan sumber bahan hukum tersier. Nafkah merupakan salah satu unsur dalam membina rumah tangga. Suami sebagai kepala rumah tangga hendaknya memenuhi hal tersebut sebagai kewajibannya. Nafkah terdiri dari nafkah lahir dan nafkah bathin, yang meliputi hak-hak isteri untuk mendapatkan sandang, pangan dan papan yang layak, serta rasa keamanan, kenyamanan,dan ketentraman dalam menjalani rumah tangga. Apabila suami tidak dapat menunaikan kewajibannya tersebut, maka suami sudah menyimpangi adanya ketentuan hak dan kewajiban suami isteri sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.1 Tahun 1974 dan kompilasi Hukum Islam. Oleh karena itu apabila terjadi tidak terpenuhi nafkah secara baik lahir maupun bathin terhadap istri, maka dapat dijadikan alasan gugatan perceraian kepada Pengadilan Agama.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) (74230)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 15 Jun 2016 02:56
Last Modified: 15 Jun 2016 02:56
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32047

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo