UMM Institutional Repository

RESILIENSI PADA IBU YANG MENGALAMI KEGUGURAN

Utami, Mardiana Widya (2012) RESILIENSI PADA IBU YANG MENGALAMI KEGUGURAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--mardianawi-27368-2-babi.pdf

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--mardianawi-27368-1-pendahul-n.pdf

Download (253kB) | Preview

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan yang dimiliki semua orang untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Semua orang memiliki resiliensi akan tetapi tidak semua orang dapat menjadi resilien. Ibu yang mengalami keguguran membutukan resiliensi. Keguguran dapat membuat ibu melakukan tindakan negatif seperti, bunuh diri dan penculikan bayi. Namun, tidak semua ibu yang mengalami keguguran melakukan hal-hal tersebut. Pada kenyataannya, ada pula ibu yang dapat bertahan dengan kondisi kegugurannya bahkan mereka tidak takut untuk hamil kembali dan melakukan hal-hal yang positif. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui dampak fisik, psikologis ibu yang mengalami keguguran dan gambaran resiliensi ibu yang mengalami keguguran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data-data yang diperoleh berupa bahasa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang dipilih dengan kriteria tertentu. Subjek didapatkan sebagian melalui teknik snowball dan informasi dari orang lain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik informasi yang diperoleh dari subjek dengan informan lain yang memiliki hubungan dekat dengan subjek. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa ibu yang mengalami keguguran mengalami masalah fisik dan psikologis. Masalah fisik yaitu lemas, pendarahan, mudah capek, sakit mag, dan demam sedangkan masalah psikologis yaitu sedih, tidak bersemangat, merasa kehilangan, merasa bersalah, tidak percaya, susah tidur, stress, nafsu makan menurun dan kaget. Walaupun semua subjek dapat resilien akan tetapi tahapan resiliensinya berbeda. Pada subjek yang telah memiliki anak, subjek memunculkan faktor I am terlebih dahulu setelah itu I have dan I can. Pada subjek YT dan GH yang belum memiliki anak faktor yang terlebih dahulu muncul I can setelah itu I have dan I am, sedangkan pada subjek EK yang belum memiliki anak dan mengalami keguguran dua kali faktor yang terlebih dahulu muncul I Have, baru diikuti faktor I Can dan I am. Namun, sikap baik dan dukungan yang berasal dari suami merupakan faktor utama yang membuat Ibu pasca keguguran dapat resilien. Bentuk dukungan yang diperoleh yaitu kualitas perhatian yang bertambah, ungkapan empati, kepedulian, ungkapan motivasi, nasehat atau saran, dan bantuan melakukan pekerjaan subjek. Dukungan eksternal inimembuat istri merasa tenang karena keluarganya tetap menerima kondisinya walaupun telah mengalami keguguran. Istri mulai berpikiran terbuka dan positif, sehingga kembali bersemangat menjalani hidup dan dapat bangkit dari keterpurukannya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology (73201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 14 Jun 2016 08:17
Last Modified: 14 Jun 2016 08:17
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32029

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo