UMM Institutional Repository

PENYESUAIAN SOSIAL PADA PENDERITA TRANSVESTISME

Musfianita, Ratih (2012) PENYESUAIAN SOSIAL PADA PENDERITA TRANSVESTISME. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--ratihmusfi-27589-1-pendahul-n.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--ratihmusfi-27589-2-babi.pdf

Download (32kB) | Preview

Abstract

Kelainan transvestisme merupakan salah satu bentuk gangguan identitas gender. Pria heteroseksual dalam fantasinya atau secara aktual mengenakan pakaian wanita untuk membangkitkan nafsu seksual dan kemudian mendapatkan kepuasan seksual. Menurut DSM IV, ciri dari pengidap transvestisme disini adalah selama periode kurang lebih dari enam bulan pada pria heterosexual, mengalami fantasi seksual yang intens, kebutuhan seksual, atau perilaku transvestisme serta juga keadaan dimana fantasi seksual, kebutuhan seksual, atau perilaku cross dressing tersebut menjadikan pelaku mengalami tekanan dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau fungsi-fungsi penting lainnya, termasuk penyesuaian sosial dari penderita transvestisme. Penyesuaian sosial merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh individu terhadap lingkungan di luar dirinya seperti lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Peneliti disini tertarik untuk mengungkap penyesuaian sosial pada penderita transvestisme. Tujuan penelitian disini adalah untuk mengetahui bagaimana penyesuaian sosial pada individu dengan gejala transvestisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap dua orang subyek dengan persyaratan tertentu, yakni subyek adalah pria, telah melewati masa remaja awal (usia > 17 tahun), memiliki kebiasaan melakukan cross dressing yang menetap selama lebih dari enam bulan, dan memperoleh kepuasan seksual dari kebiasaan tersebut. Untuk pemeriksaan keabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penderita transvestisme mengalami hambatan dalam melakukan penyesuaian sosial. Pada subyek Ag, kurangnya penyesuaian sosial tampak pada upaya subyek Ag mengkompensasi kekurangan fisiknya dengan melakukan perawatan rutin serta mengenakan pakaian dan aksesori bermerek, kemudian kurangnya kemampuan subyek Ag dalam berkomunikasi dengan perempuan. Sedangkan pada subyek Tn, kurangnya penyesuaian sosial tampak dari sikap sosial subyek Tn yang egois dan rumit, ketidakpuasan subyek Tn atas hubungannya dengan keluarga, dimana ia merasa tidak disayangi oleh orang tuanya, serta hubungan subyek Tn dengan lingkungan pertemanannya yang kurang baik, dimana subyek Tn cenderung egois dan kurang mempedulikan teman-teman dan orang lain dalam lingkungan tempat tinggalnya. Dari pembahasan tersebut, dapat diketahui bahwa hambatan penyesuaian sosial pada individu transvestit berasal dari sikap sosial individu

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology (73201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 14 Jun 2016 07:59
Last Modified: 14 Jun 2016 07:59
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32014

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo