UMM Institutional Repository

SELF FORGIVENESS PADA WANITA YANG TELAH MELAKUKAN ABORSI

Mayasari, Ervina (2012) SELF FORGIVENESS PADA WANITA YANG TELAH MELAKUKAN ABORSI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--ervinamaya-27598-2-babi.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--ervinamaya-27598-1-pendahul-n.pdf

Download (216kB) | Preview

Abstract

Rasa bersalah merupakan reaksi normal yang biasanya muncul setelah wanita menyadari bahwa tindakan aborsi itu salah dan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas pilihannya. Rasa bersalah yang terus menerus dapat berakibat negative pada dirinya, seperti neuritik, depresi, kecemasan, dan permusuhan terhadap dirinya. Namun rasa bersalah ini dapat diatasi dengan jalan memaafkan dirinya atas kesalahan yang telah diperbuat (self forgiveness). Dengan memaafkan dirinya maka ia mampu untuk kembali mencintai dirinya dan tidak menyalahkan dirinya atas kesalahan yang pernah diperbuat, melepaskan kenangan dan kejadian traumatis tersebut dan menumbuhkan pikiran optimis mengenai masa depan, dan bisa menghormati dirinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self forgiveness pada wanita yang melakukan aborsi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi self forgiveness pada wanita yang telah melakukan aborsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 2 wanita yang telah melakukan aborsi dan telah memaafkan dirinya di Malang dan Kediri. Untuk penggalian data digunakan wawancara semi terstruktur. Sedangkan sebagai uji keabsahan untuk mengecek kebenaran data, digunakan metode triangulasi data yang dilakukan pada teman kerja dan teman dekat subyek. Dari hasil penelitian diketahui bahwa gambaran proses self forgiveness pada wanita yang telah melakukan aborsi adalah diawali dengan adanya atribusi bahwa aborsi salah, kemudian timbul perasaan bersalah, muncul perilaku berdamai ke pihak yang disakiti, adanya ampunan dari korban atau keyakinan telah dimaafkan meskipun sebenarnya belum tentu dimaafkan, dan self forgiveness. Untuk dapat memaafkan dirinya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor yang berasal dari dalam diri (intern) dan luar (ekstern). Faktor yang berasal dari dalam diri meliputi faktor atribusi, rasa bersalah, menyesal, perilaku berdamai, dan keyakinan telah dimaafkan. Sedangkan faktor yang berasal dari luar dipengaruhi oleh adanya dukungan sosial yang berasal dari orang-orang terdekatnya. ditemukan Ditemukan pula tingkatan self forgiveness yang berbeda dari setiap subyek. Hal ini dikarenakan tidak adanya keinginan subyek untuk menceritakan perbuatannya kepada orang tuanya sehingga tidak timbul perilaku berdamai ke orang tua dan belum mendapatkan maaf darinya. Tingkatan self forgivenessnya hanya pada limited forgiveness. Sedangkan pada subyek yang satu lagi, self forgivenessnya berada pada tingkatan full forgiveness dikarenakan adanya ampunan dari orang tuanya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology (73201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 14 Jun 2016 07:47
Last Modified: 14 Jun 2016 07:47
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32005

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo