UMM Institutional Repository

DUKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RELAPSE PADA SKIZOFRENIA (Studi Pada Individu yang Pernah Menderita Skizofrenia)

PUTRI, FEBBRI KURNIAWATI (2011) DUKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RELAPSE PADA SKIZOFRENIA (Studi Pada Individu yang Pernah Menderita Skizofrenia). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-febbrikurn-22729-BAB+I.pdf

Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-febbrikurn-22729-PENDAHUL-N.pdf

Download (648kB) | Preview

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Sehingga tidak jarang kita temui para keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita skizofrenia mengucilkan penderita, tidak memperdulikan kondisi si penderita bahkan ada dari mereka yang memasung si penderita dan ditempatkan di sebuah kamar kecil yang kotor. Bagi mereka yang memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia merupakan sebuah aib yang akan menimbulkan malu bagi nama baik keluarga tersebut. Skizofrenia seringkali kronis dan kambuh, sehingga penderita memerlukan perawatan yang lama. Setelah penderita skizofrenia keluar dari rumah sakit jiwa, maka menjadi tanggungjawab keluarga untuk menjaga penderita agar tidak mengalami kejadian kambuh kembali. Akan tetapi, jarang sekali keluarga yang mempedulikan anggota keluarganya yang menderita skizofrenia setelah penderita keluar dari rumah sakit jiwa. Pada kenyataannya, dukungan dari keluarga merupakan faktor terpenting yang dapat mencegah kejadian relaps atau kambuh yang kemungkinan akan dialami oleh penderita skizofrenia. Berdasarkan pemaparan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial dari keluarga dalam pencegahan relaps pada skizofrenia yang meliputi bentuk-bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan manfaat dari dukungan sosial tersebut bagi salah satu anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitiannya adalah 2 keluarga, dengan karakteristik keluarga yang memiliki salah satu anggota keluarganya pernah menderita skizofrenia, dimana anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia tersebut tidak pernah kambuh selama ±1 tahun dan dirawat dirumah bersama keluarganya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi. Sedangkan analisa datanya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu reduksi data, penyajian data dan conclusion/verification. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber yakni kepada tetangga subjek. Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa kedua keluarga memberikan bentuk dukungan sosial yang hampir sama kepada anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia. Bentuk dukungan sosial tersebut meliputi dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan spiritual. Adapun manfaat dukungan sosial tersebut bagi salah satu anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia yaitu dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat berfungsi sebagai pengendali untuk mengontrol diri agar tidak kambuh lagi dan membuat anggota keluarga yang pernah menderita skizofrenia merasa nyaman, dipercaya, tenang, diperhatikan dan disayangi oleh keluarganya. Serta merasa masih dibutuhkan oleh keluarganya. Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Sehingga tidak jarang kita temui para keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita skizofrenia mengucilkan penderita, tidak memperdulikan kondisi si penderita bahkan ada dari mereka yang memasung si penderita dan ditempatkan di sebuah kamar kecil yang kotor. Bagi mereka yang memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia merupakan sebuah aib yang akan menimbulkan malu bagi nama baik keluarga tersebut. Skizofrenia seringkali kronis dan kambuh, sehingga penderita memerlukan perawatan yang lama. Setelah penderita skizofrenia keluar dari rumah sakit jiwa, maka menjadi tanggungjawab keluarga untuk menjaga penderita agar tidak mengalami kejadian kambuh kembali. Akan tetapi, jarang sekali keluarga yang mempedulikan anggota keluarganya yang menderita skizofrenia setelah penderita keluar dari rumah sakit jiwa. Pada kenyataannya, dukungan dari keluarga merupakan faktor terpenting yang dapat mencegah kejadian relaps atau kambuh yang kemungkinan akan dialami oleh penderita skizofrenia. Berdasarkan pemaparan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial dari keluarga dalam pencegahan relaps pada skizofrenia yang meliputi bentuk-bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga dan manfaat dari dukungan sosial tersebut bagi salah satu anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitiannya adalah 2 keluarga, dengan karakteristik keluarga yang memiliki salah satu anggota keluarganya pernah menderita skizofrenia, dimana anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia tersebut tidak pernah kambuh selama ±1 tahun dan dirawat dirumah bersama keluarganya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi. Sedangkan analisa datanya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu reduksi data, penyajian data dan conclusion/verification. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber yakni kepada tetangga subjek. Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa kedua keluarga memberikan bentuk dukungan sosial yang hampir sama kepada anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia. Bentuk dukungan sosial tersebut meliputi dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan spiritual. Adapun manfaat dukungan sosial tersebut bagi salah satu anggota keluarganya yang pernah menderita skizofrenia yaitu dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat berfungsi sebagai pengendali untuk mengontrol diri agar tidak kambuh lagi dan membuat anggota keluarga yang pernah menderita skizofrenia merasa nyaman, dipercaya, tenang, diperhatikan dan disayangi oleh keluarganya. Serta merasa masih dibutuhkan oleh keluarganya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology (73201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 14 Jun 2016 05:53
Last Modified: 14 Jun 2016 05:53
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31952

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo