UMM Institutional Repository

HUBUNGAN PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN PENDAPATAN APOTEK (Studi Apotek di Wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang)

Sugiasmoro, Bangkit (2011) HUBUNGAN PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN PENDAPATAN APOTEK (Studi Apotek di Wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-bangkitsug-22808-PENDAHUL-N.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-bangkitsug-22808-BAB+1.pdf

Download (100kB) | Preview

Abstract

potek adalah tempat dilakukan pekerjaan dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan selain obat dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Penanggung jawab dalam mengelola apotek adalah seorang apoteker yang telah diberi Surat Izin. Sedangkan menurut PP No. 51 Tahun 2009 apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker. Apotek selain memiliki fungsi sosial sebagai tempat pengabdian dan pengembangan jasa pelayanan pendistribusian dan informasi obat perbekalan kesehatan, apotek juga memiliki fungsi ekonomi yang mengharuskan suatu apotek memperoleh laba untuk meningkatkan mutu pelayanan dan menjaga kelangsungan usahanya. Pelayanan sendiri mengandung makna sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Sementara itu yang disebut dengan konsumen adalah masyarakat yang mendapat manfaat aktivitas yang dilakukan oleh organisasi atau petugas tersebut. Pengertian yang lebih luas dikatakan oleh Daviddow dan Uttal (1989) Pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan pelanggan (whatever enhances customer satisfaction). Namun di lain pihak Sarlito Wirawan mengemukakan batasan pengertian pelayanan dalam dua sudut pandang, yang pertama bagi pelanggan; pelayanan akan selalu berkaitan dengan rasa senang atau tidak senang yang didapatkan pada suatu interaksi yang dilakukannya, dan yang kedua, bagi petugas (perusahaan atau organisasi) tentunya pelayanan merupakan aktivitas untuk menumbuhkan rasa senang, dan itu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan orang yang dilayani. Oleh karena itu sebagai upaya agar para apoteker pengelola apotek dapat melaksanakan pelayanan kefarmasian yang profesional, keluarlah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Adapun tujuan dikeluarkanya adalah sebagai pedoman praktek apoteker dalam menjalankan profesi, melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional, serta melindungi profesi dalam menjalankan praktek. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pelayanan apotek dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara profil pelayanan kefarmasian dengan pendapatan apotek, studi apotek di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang. Sebanyak 14 apotek yang diteliti guna mengetahui bagaimana dan apakah ada hubungan antara profil pelayanan apotek yang sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan pelayanan kefarmasian apotek studi apotek di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang ternyata yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 8 apotek. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel Probability Sampling dengan cara simple random sampling dan didapat sampel penelitian sebanyak 7 apotek dari 8 apotek populasi yang telah masuk kriteria inklusi. Pengolahan data menggunakan Korelasi Spearman Rank (Rho) dan Regresi Sederhana. Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana profil pelayanan apotek yang sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek serta apakah ada hubungan antara profil pelayanan apotek dengan pendapatan apotek di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang, bahwa sebanyak 57,14 % apotek di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang memiliki kriteria profil pelayanan apotek kurang dan 42,86 % memiliki kriteria profil pelayanan apotek cukup. Selain itu juga setelah data dianalisis dengan metode Korelasi Spearman Rank (Rho) didapatkan nilai signifikansi hitung (p) yaitu 0,352 yang mana lebih besar dari nilai signifikansi level (α) yaitu 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara profil pelayanan kefarmasian dengan pendapatan apotek di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 10 Jun 2016 02:25
Last Modified: 10 Jun 2016 02:25
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31742

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo