UMM Institutional Repository

PENGARUH KADAR PVP K-30 DALAM GRANUL DASAR MANITOL TERHADAP MUTU FISIK TABLET HISAP EKSTRAK WORTEL (Daucus carota)

Aisyawati, Iklima (2011) PENGARUH KADAR PVP K-30 DALAM GRANUL DASAR MANITOL TERHADAP MUTU FISIK TABLET HISAP EKSTRAK WORTEL (Daucus carota). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-iklimaaisy-22809-Pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-iklimaaisy-22809-BAB+I.pdf

Download (159kB) | Preview

Abstract

Setiap tahunnya diperkirakan lebih dari 60.000 anak Indonesia menderita gangguan penglihatan tingkat berat dan sepertiga dari mereka menjadi buta yang permanen. Kekurangan vitamin A pada anak-anak akan menghambat pertumbuhan, mudah terserang infeksi, dan menyebabkan buta sedangkan pada orang dewasa kulit menjadi kering dan bersisik, daya tahan tubuh lemah, kekuatan otot berkurang, dan juga menyebabkan rabun senja. Mengingat betakaroten atau provitamin A sangat penting untuk kesehatan, mengkonsumsi pangan yang mengandung zat gizi ini perlu menjadi kebiasaan setiap hari termasuk diantaranya mengkonsumsi wortel. Untuk pengembangan produk wortel maka dapat diformulasi menjadi tablet hisap ekstrak wortel yang dibuat dengan cara cetak langsung. Pada penelitian ini dikembangkan granul dasar sebagai bahan baku cetak langsung dari manitol dengan bahan pengikat yaitu PVP K-30 dengan kadar 0%(F0), 1%(F1), 2%(F2) dan 3%(F3). Pemeriksaan mutu fisik granul yang dilakukan meliputi distribusi ukuran granul, sifat alir, sudut diam, % kompresibilitas, dan kompaktibilitas. Hasil distribusi ukuran granul menunjukkan bahwa jumlah fines dari ketiga formula yaitu F1, F2, F3 memenuhi syarat yaitu kurang dari 20%. Sudut diamnya diperoleh hasil F0 sebesar 28.56 ± 0.42 °, F1 sebesar 28.30 ± 0.42°, F2 sebesar 27.82 ± 0,43°, F3 sebesar 27.57 ± 0,43°. Hasil pemeriksaan kecepatan alir granul untuk masing-masing formula adalah F0 sebesar 10.64 ± 0.03 g/dtk, F1 sebesar 11.26 ± 0.42 g/dtk, F2 sebesar 11.60 ± 0.49 g/dtk, F3 sebesar 12.71 ± 0.54 g/dtk. Dari bobot jenis nyata dan bobot jenis mampat didapatkan harga persen kompresibilitas F0 sebesar 10.14 ± 0.79%, F1 sebesar 10.66 ± 0.87%, F2 sebesar 11.56 ± 0.91%, F3 sebesar 12.64 ± 0.96%. Dari hasil uji kompaktibilitas granul didapatkan nilai kompaktibilitas antara 3.1 kg - 10.1 kg untuk tekanan 1 ton, dan nilai antara 5.1 kg - 12.7 kg untuk tekanan 2 ton. Kemudian tablet hisap dilakukan uji parameter fisik yang meliputi kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut tablet. Hasil pemeriksaan kekerasan tablet diperoleh hasil F0 sebesar 5.35 ± 0.24 kg, F1 sebesar 10.15 ± 0.24 kg, F2 sebesar 11.10 ± 0.21 kg, F3 sebesar 12.80 ± 0.42 kg. Pada F0 tidak memenuhi kekerasan tablet hisap, sedangkan untuk F1, F2 dan F3 sudah memenuhi persyaratan. Pada uji kerapuhan tablet, diperoleh hasil untuk F0 sebesar 2.25± 0.08 %, F1 sebesar 0.79 ± 0,07 %, F2 sebesar 0.57 ± 0.01 %, F3 sebesar 0.33 ± 0.08 %, keempat formula yang telah diuji kerapuhan, semua telah memenuhi persyaratan. Hasil pemeriksaan waktu melarut tablet untuk F0 sebesar 4.37 ± 0.07 menit, F1 sebesar 7.69 ± 0.26 menit, F2 sebesar 8.40 ± 0.07 menit, F3 sebesar 9.35 ± 0.04 menit, keempat formula yang telah diuji waktu melarut, semua telah memenuhi persyaratan. Hasil pemeriksaan mutu fisik tablet hisap ekstrak wortel dianalisis secara statistik dengan SPSS 17, jenis rancangan one way anova untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna antar formula. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk mengetahui formula mana saja yang berbeda makna. Dari hasil perhitungan statistik antar perlakuan, diketahui bahwa F hitung untuk kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet lebih besar dari F tabel. Ini menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula yang dibuat. Untuk melihat formula yang berbeda makna pada pemeriksaan kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut, analisis dilanjutkan dengan uji Tukey HSD dan diperoleh hasil terdapat perbedaan bermakna antara F0 dengan F1, F0 dengan F2, F0 dengan F3, F1 dengan F2,F1 dengan F3, dan F2 dengan F3 pada ketiga pemeriksaan mutu fisik tablet hisap ekstrak wortel. Dari keseluruhan hasil uji analisis statistik pemeriksaan mutu fisik tablet hisap ekstrak wortel dengan kadar bahan pengikat Polivinilpirolidon K-30 sebesar 0%, 1%, 2% dan 3% menghasilkan perbedaan kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet yang bermakna pada α = 0,05. Formula yang terpilih dalam penelitian ini ialah formula dengan penambahan PVP K-30 sebesar 1% (F1), karena dengan penambahan bahan pengikat seminimal mungkin dapat dihasilkan tablet hisap dengan kerapuhan yang memenuhi syarat dan memiliki kekerasan yang cukup untuk dapat melarut (tererosi) perlahan dalam waktu yang lama.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 10 Jun 2016 02:21
Last Modified: 10 Jun 2016 02:21
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31740

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo