UMM Institutional Repository

PENGARUH BERBAGAI KADAR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS, DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN CREAM O/W (Cream O/W Dengan Basis Vanishing Cream dan Humektan Gliserin)

BAITY, FAHNIYAH AL (2011) PENGARUH BERBAGAI KADAR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS, DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN CREAM O/W (Cream O/W Dengan Basis Vanishing Cream dan Humektan Gliserin). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-fahniyahal-23885-BAB+1.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-fahniyahal-23885-PENDAHUL-N.pdf

Download (264kB) | Preview

Abstract

Tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai banyak manfaat, terutama daging buahnya yang mengandung synephrine dan N-methyltyramine, asam sitrat, kalsium, fosfor, besi, dan vitamin (A, B1, dan C). Pemanfaatan jeruk nipis sebagai bahan aktif berasal dari perasan buah segar. Dalam perasan tersebut mengandung asam sitrat yang cukup tinggi sekitar 8,7% dan berfungsi sebagai antioksidan. Pada umumnya masyarakat menggunakan dengan cara mengoles atau mengosok - gosok air perasan jeruk nipis pada bagian kulit yang memerlukan. Hal tersebut kurang nyaman dan menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, diperlukan suatu sediaan topikal yang dapat digunakan dengan nyaman, praktis dan aman untuk kulit. Salah satu bentuk sediaan topikal adalah cream. Penggunaan cream minyak dalam air dapat membentuk lapisan tipis yang tidak tampak, mudah dibersihkan, tetapi sediaan cepat kering sehingga diperlukan humektan. Pada penelitian ini digunakan gliserin sebagai humektan karena sifatnya yang mampu menyerap air (higroskopis) sehingga dapat bertahan di kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar perasan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%) dalam basis vanishing cream sebagai antioksidan dengan gliserin terhadap karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas sediaan, serta menentukan kadar perasan jeruk nipis yang dapat memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas sediaan yang baik. Metode yang digunakan yaitu eksperimental. Pada penelitian ini dibuat sediaan dengan 3 macam formula yaitu malam putih, vaselin putih, trietanolamin, nipasol sebagai fase minyak; gliserin, nipagin, aquades sebagai fase air, dengan perbedaan kadar perasan jeruk nipis berturut - turut 10% (formula I), 15% (formula II), dan 20% (formula III). Evaluasi sediaan meliputi uji tipe emulsi, uji karakteristik fisik (organoleptis, pH, daya sebar, viskositas), aseptabilitas, dan efektivitas sediaan. Mula - mula dilakukan pengamatan tipe emulsi. Berdasarkan hasil pengamatan sediaan yang telah ditetesi Sudan III didapatkan bintik - bintik merah ditengah menunjukkan bahwa, sediaan merupakan tipe cream o/w. Kemudian dilakukan pemeriksaan organoleptis, didapatkan hasil bahwa sediaan dari formula I, II dan III mempunyai hasil yang sama yaitu tidak berbau (berbau basis), berwarna putih dan mempunyai konsistensi yang lembut. Uji pH pada setiap formula menunjukkan rerata pH sediaan formula I (7,82 ± 0,04), formula II (7,55 ± 0,03), dan formula III (7,26 ± 0,03). Berdasarkan hasil analisis statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (218,392) > dari F tabel (5,143) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan pH yang bermakna antar ke tiga formula. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan setiap formula dilakukan uji HSD didapatkan formula I > formula II > formula III. Berdasarkan pengukuran kapasitas penyebaran didapatkan diameter konstan yaitu pada beban 6 gram. Dari hasil pengukuran diperoleh rerata formula I (9,93 ± 1,36 cm), formula II (7,50 ± 0,56 cm), dan formula III (6,50 ± 0,17 cm). Dari hasil analisis statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (12,853) > dari F tabel (5,143) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan kapasitas penyebaran yang bermakna antar ke tiga formula. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan setiap formula dilakukan uji HSD didapatkan formula I > formula II = formula III. Pada Uji pengukuran daya sebar pada setiap formula diperoleh rerata formula I (0,30 ± 0,07 g/cm), formula II (0,16 ± 0,06 g/cm), dan formula III (0,12 ± 0,03 g/cm). Berdasarkan hasil analisis statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (5,156) > dari F tabel (5,143) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan daya sebar yang bermakna antar ke tiga formula. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan setiap formula dilakukan uji HSD didapatkan formula I = formula II = formula III. Uji viskositas pada setiap formula diperoleh rerata viskositas formula I (73,33 ± 2,89 cPs), formula II (81,67 ± 2,89 cPs), dan formula III (106,67 ± 5,77 cPs). Berdasarkan hasil analisis statistik dengan One-Way Annova didapatkan harga F hitung (54,167) > dari F tabel (5,143) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan viskositas yang bermakna. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan setiap formula dilakukan uji HSD didapatkan formula I = formula II < formula III. Berdasarkan hasil uji aseptabilitas, formula III dengan kadar perasan jeruk nipis 20% memenuhi kriteria aseptabilitas dari suatu sediaan cream perasan jeruk nipis dibandingkan dengan formula I dan II. Hal ini dikarenakan kadar perasan jeruk nipis yang tinggi dapat memudahkan sediaan untuk diratakan, memberikan sensasi dingin dan mudah dibersihkan. Uji efektivitas dilakukan untuk mengetahui pelepasan asam sitrat dari sediaan cream. Pada uji pelepasan asam sitrat sediaan cream didapatkan kurva yang tidak linear maka dihitung nilai luas area di bawah kurva (AUC) dan diperoleh rerata AUC ± SD formula I (17489,49 ± 4570,41 µg/cm2/menit1/2), formula II (23546,34 ± 2941,38 µg/cm2/menit1/2), dan formula III (29743,59 ± 3856,10 µg/cm2/menit1/2). Berdasarkan hasil analisis statistik dengan One-Way Annova didapatkan harga F hitung (1,662) < dari F tabel (5,143) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, hal ini berarti tidak terdapat perbedaan harga AUC yang bermakna antar ke tiga formula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kadar perasan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%) dalam basis vanishing cream sebagai antioksidan dengan gliserin berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan (menurunkan pH serta daya sebar dan dapat meningkatkan viskositas), aseptabilitas. Namun peningkatan kadar perasan jeruk nipis tidak berpengaruh terhadap efektivitas (pelepasan asam sitrat) sediaan cream perasan jeruk nipis. Berdasarkan karakteristik fisik (pH, daya sebar, viskositas), aseptabilitas dan efektivitas sediaan cream perasan jeruk nipis dari ketiga formula yang dibuat, formula III dengan kadar perasan jeruk nipis 20% merupakan formula yang terbaik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 01 Jun 2016 07:55
Last Modified: 01 Jun 2016 07:55
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31265

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo