UMM Institutional Repository

KAJIAN SEMIOTIKA PAKAIAN ADAT PONORAGAN (PAKAIAN WAROK PONOROGO)

NURDIANTO, AGUNG (2012) KAJIAN SEMIOTIKA PAKAIAN ADAT PONORAGAN (PAKAIAN WAROK PONOROGO). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--agungnurdi-27323-2-babi.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--agungnurdi-27323-1-pendahul-n.pdf

Download (78kB) | Preview

Abstract

Pembimbing (1) Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si (2) Drs. Joko Wododo, M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan pakaian adat Ponorogo yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pakaian adat di Jawa pada umumnya. Pakaian adat Ponorogo disebut dengan pakaian Warok. Keberadaan pakaian adat Ponorogo mempunyai nilai semiotis. Keunikan tersebut yang menjadi ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi (1) bentuk pakaian adat ponoragan (Icon, Indeks, Simbol) sebagai identitas sub kultur Ponorogo Jawa Timur (2) fungsi pakaian adat Ponoragan (ekonomi, sosial, politik, budaya) bagi masyarakat sub kultur Ponorogo Jawa Timur (3) temuan makna dalam pakaian adat Ponoragan (religius, sosial, estetik) sebagai identitas sub kultur Ponorogo Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan paradigma etnometodologi yang menggunakan dunia akal sehat dari kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Peneliti menganalisis data yang berupa kata-kata dan pernyataan informan maupun dokumentasi yang terkait dengan pakaian adat Ponoragan. Adapun data dalam penelitian ini yaitu bagian-bagian terperinci dari pakaian adat Ponoradan mulai penutup kepala sampai alas kaki. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakaian adat Ponoragan atau pakaian Worok tidak hanya sekedar pakaian yang berfungsi sebagai penutup badan tetapi mempunyai strata, fungsi dan makna yang mendalam. Ragam pakain adat Ponoragan mempunyai staratifikasi sosial sebagai penanda kedudukan pemakainya yang terbagi menjadi (1) berdasarkan stratifikasi sosial dalam masyarakat Ponorogo (2) versi pemerintahan daerah Ponorogo (3) pakaian adat Ponoragan pada masa kerajaan Bantarangin. Setiap kelengkapan pakaian adat Ponorogo mulai dari penutup kepala hingga alas kaki mempunyai icon, indeks dan simbol sebagai falsafah hidup masyarakat Ponorogo. Filosofis yang terkandung berupa ajaran-ajaran kebaikan dan kesopanan yang diambil dari karakteristik seorang Warok sebagai identitas masyarakat Ponorogo. Pakaian adat Ponoragan mempunyai multifungsi yaitu ekonomi sebagai cindra mata yang dapat menjadi peluang usaha, sosial sebagai interaksi dengan keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah, politik sebagai media pemerintah daerah untuk membangun Ponorogo dan budaya sebagai pelestaraian dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal. Pakaian adat Ponorogo juga mempunyai makna religius terkait dengan hubungan manusia dengan Sang Pencinpta, sosial untuk menanamkan nilai-nilai etika serta estetik yang mempunyai nilai keindahan, kebesaran dan kemuliaan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Indonesia Language and Literature Education (88201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 01 Jun 2016 01:56
Last Modified: 01 Jun 2016 01:56
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31179

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo