UMM Institutional Repository

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BEDAH RUMAH (Studi Penelitian tentang Bedah Rumah oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo)

Prayogi, Arie (2011) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BEDAH RUMAH (Studi Penelitian tentang Bedah Rumah oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-arieprayog-23514-BAB+I.pdf

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-arieprayog-23514-PENDAHUL-N.pdf

Download (633kB) | Preview

Abstract

Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) yang berorientasi pada bantuan terhadap masyarakat miskin yang terwujud dalam program bedah rumah bagi masyarakat miskin yang memiliki rumah tidak layak huni. Himpitan ekonomi yang teramat berat bagi warga miskin di Desa Kedawung membuat rumahnya sangat tidak layak untuk dihuni. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Probolinggo mencetuskan program pemogaran rumah tidak layak huni bagi warga miskin untuk membantu warga miskin memiliki penghidupan yang layak. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memberikan anggaran pada program pembangunan perumahan atau bedah rumah telah disediakan anggaran sekitar 5 sampai 6 juta/unit. Pelaksanaan program bedah rumah ini dilaksanakan di sejumlah RT/RW, khususnya di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo yaitu RT 06 RW 13, RT 02 RW 05 dan RT 03 RW 06 yang ada di Desa Kedawung Kecamatan Kuripan Kab. Probolinggo. Namun untuk menentukan yang layak atau tidak, rumah masyarakat yang layak dibedah berdasarkan hasil survei dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Probolinggo, setidaknya ada syarat-syarat tertentu rumah milik masyarakat yang layak untuk di perbaiki atau dibedah. Di antaranya, mereka adalah kaum fakir miskin, kemudian memang kondisi rumah tidak layak untuk dihuni atau berlantai tanah. Selain itu, mekanisme pelaksanaan bedah rumah bermula dari RT/RW setempat menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengenai warga yang berhak mendapat dana program itu. Syaratnya, antara lain, gubuk reyot milik sendiri dan si empunya tak berpunya Pendekatan teori yang digunakan dalam menganalisis implementasi program bedah rumah adalah teori yang dikemukakan oleh George C. Edwards III. Dimana implementasi dapat dimulai dari kondisi abstrak dan sebuah pertanyaan tentang apakah syarat agar implementasi kebijakan dapat berhasil, menurut George C. Edwards III ada empat variabel dalam kebijakan publik yaitu Komunikasi (Communications), Sumber Daya (resources), sikap (dispositions atau attitudes) dan struktur birokrasi (bureucratic structure). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi dan wawancara serta dokumentasi. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahanya, data dianalisis dengan cara penyajian data sekaligus dianalisis dan penarikan kesimpulan. Dari hasil data yang diperoleh bahwa (1) Alasan pemerintah membuat kebijakan program bedah rumah adalah untuk membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah sehat dan layak, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan untuk mengetahui rumah yang tidak layak huni memang sudah ditentukan sejak awal sebelum dilakukan bedah rumah, antara lain kondisi rumah sekurang kurangnya memiliki luas 8 (delapan) meter, berlantai tana, berdinding bambu, yang kemudian pihak Tata Rumah dan Bangunan merancang rumah diplesterisasi, dan diberikan perancangan rumah yag memiliki ventilasi. Dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kedawung juga ikut merancang bangunan rumah yang akan direnovasi, dan disesuaikan dengan anggaran untuk satu rumah sebesar Rp. 4 juta, sehingga warga miskin dapat hidup dengan nyaman.. Sedangkan masalah pemetaaannya dibantu oleh petugas statistik yang ada di kecamatan yang kemudian difasilitasi oleh dinas terkait, PU Bina Marga, PKK, Bapemas, dimana pelaksanaan program ini dilakukan satu tahun sekali bulai Mei dan Juni. (2) Kebijakan Bedah Rumah di desa Kedawung memang sudah direncanakan sebelumnya dengan pihak terkait, seperti kepala desa berkordinasi dengan camat yang ada di wilayah ini untuk menentukan kapan waktu dan tanggal mulai pelaksanaanya. Untuk pelaksanaan program bedah Rumah di Desa Kedawung sudah baik dan berhasil, karena memang pelaksanaan kebijakannya sudah sesuai dengan perda no 13 tahun 2010 begitu juga ada dukungan dari masyarakat setempat. Proses evaluasi selalu dilakukan untuk mempelajari kekurangan yang ada dan dilaksanakan setelah selesai dibangun kira-kira empat sampai enam bulan. (3) Kendala dalam program bedah rumah di Desa Kedawung adalah kurangnya dana yang dianggarkan mengingat ada sebagian kondisi rumah yang akan dibedah mengalami kerusakan yang parah yang tentunya membutuhkan dana tambahan. Namun kekurangan tersebut dapat diatasi dengan partisipasi masyarakat dengan memberikan bantuan dananya secara ikhlas untuk pembangunan rumah layak huni sebagai bentuk kepedulian kepada saudara mereka yang membutuhkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 31 May 2016 09:43
Last Modified: 31 May 2016 09:43
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31136

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo