UMM Institutional Repository

MEKANISME PENCALONAN ANGGOTA LEGISLATIF PASCA KEPUTUSAN MK NO. 22-24/PUU-VI/2008 TENTANG PENETAPAN CALEG TERPILIH BERDASARKAN SUARA TERBANYAK. (Studi pada DPD Partai Golkar dan DPD PKS Kota Malang)

NUGROHO, CAHYO (2011) MEKANISME PENCALONAN ANGGOTA LEGISLATIF PASCA KEPUTUSAN MK NO. 22-24/PUU-VI/2008 TENTANG PENETAPAN CALEG TERPILIH BERDASARKAN SUARA TERBANYAK. (Studi pada DPD Partai Golkar dan DPD PKS Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-cahyonugro-23723-BAB+I.pdf

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-cahyonugro-23723-PENDAHUL-N.pdf

Download (68kB) | Preview

Abstract

Partai politik merupakan keharusan dalam kehidupan politik modern yang demokratis. Sebagai suatu organisasi, partai politik secara ideal dimaksudkan untuk mengaktifkan dan memobilisasi rakyat, mewakili kepentingan tertentu, memberi jalan kompromi bagi pendapat yang saling bersaing, serta menyediakan sarana suksesi kepemimpinan politik secara absah (legitimate) dan damai. Konstalasi politik nasional dikejutkan oleh Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 22-24/PUU-VI/2008 pada Selasa 23 Desember 2008 menghapuskan ketentuan minimal 30 persen dan nomor urut dalam penetapan Caleg terpilih sebagaimana tertera dalam Pasal 214 UU No. 10/2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. MK menyatakan bahwa Pasal 214 UU No 10 Tahun 2008 itu bertentangan dengan makna substantif prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 28 d ayat 1 UUD 1945. MK akhirnya menetapkan suara terbanyak sebagai mekanisme tunggal dalam penentuan caleg terpilih. Itu artinya, penetapan calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2009 tidak lagi memakai sistem nomor urut dan telah digantikan dengan sistem suara terbanyak. Hal itu berlaku bagi semua partai politik. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa MK tidak menggantikan sistem pemilu legislatif yang ada, yaitu sistem proporsional terbuka (Pasal 5 ayat 1 UU No. 10/2008). Oleh karena itu yang menjai permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana mekanisme pencalonan anggota legislatif pasca Keputusan MK. No 22-24/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak dalam internal partai ? (2) Bagaimana mekanisme penetapan anggota legislatif pasca Keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih ? (3) Bagaimana eksistensi partai politik dalam menyikapi mekanisme penetapan anggota legislatif pasca Keputusan MK No. 22-44/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih ? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi dan wawancara serta dokumentasi. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahanya, data dianalisis dengan cara penyajian data sekaligus dianalisis dan penarikan kesimpulan. Dari hasil data yang diperoleh (1). Mekanisme pencalonan anggota legislatif pasca Keputusan MK. No 22-24/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak dalam internal partai. Bagi Partai Golkar dalam merekrut nama-nama bakal calon anggota legislatif sudah diatur dalam internal partai seperti adanya rekomendasi dari pimpinan bawah dulu (DPC, DPD). Tapi tetap diprioritaskan Anggota Partai berdasarkan prinsip PDLT atau prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. Sedangkan bagi PKS rekrutmen calon legislatif, caleg PKS tidak bisa mencalonkan sendiri harus ada amanah dari Partai karena mengingat PKS sendiri adalah Partai Kader. Sehingga pencalonan anggota legislatif ditunjuk dari pimpinan Partai yang direkomendasikan oleh BPK yang dianggap yang layak untuk diajukan sebagai caleg. (2) Mekanisme penetapan anggota legislatif pasca Keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih. Bagi Partai Golkar penetapan kader (pengurus Partai ) menjadi proritas mengingat jumlah anggota Partai Golkar cukup besar. Selain itu organisasi Sayap Partai Golkar dan tokoh Masyarakat yang berpengaruh dan memiliki kapabilitas yang sesuai dengan kriteria calon legislatif dari Partai Golkar. Begitu juga dengan PKS penetapan kader karena dianggap menjamin dengan orang- orang yang terpilih nanti sesuai karakter caleg yang diinginkan PKS, (moral, kapasitasnya sesuai,membawa visi dan misi Partai, dan karena PKS belandaskan Islam harus mendekatkan dengan nilai-nilai ajaran agama Islam), khususnya tokoh masyarakat yang berpengaruh memiliki MoU dengan PKS. Namun tidak harus beragama Islam karena disesuaikan dengan kondisi daerah pemilihan. (3) Eksistensi partai politik dalam menyikapi mekanisme penetapan anggota legislatif pasca Keputusan MK No. 22-44/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih. Bagi Partai Golkar Keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 tidak begitu berpengaruh karena Golkar adalah partai pertama yang menyuarakan mendukung penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Golkar sudah merancang strategi pemenangan Pemilu secara menyeluruh dan terakomodir dengan baik dari Pengurus Pusat sampai ke Pengurus Cabang. Jadi kesolidan Partai Golkar terwujud sebelum keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 ditetapkan. Begitu juga dengan PKS keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 tentang penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak dalam PILEG Tahun 2009 tidak begitu berpengaruh karena keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008 terjadi setelah proses pencalonan di PKS selesai. Namun dengan adanya Keputusan MK No. 22-24/PUU-VI/2008, memang ada perubahan strategi, tetapi tidak banyak. Karena prioritas utama perolehan suara dari PKS adalah perolehan suara ke Partai, bukan ke personal caleg.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 31 May 2016 09:14
Last Modified: 31 May 2016 09:14
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31107

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo