UMM Institutional Repository

FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L) DENGAN BASIS MANNITOL (Pengaruh Kadar Pengikat CMC Na Terhadap Mutu Fisik Tablet)

NASTITI, KARTIKA DEWI (2011) FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L) DENGAN BASIS MANNITOL (Pengaruh Kadar Pengikat CMC Na Terhadap Mutu Fisik Tablet). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-kartikadew-23887-BAB+1.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-kartikadew-23887-PENDAHUL-N.pdf

Download (365kB) | Preview

Abstract

Pegagan merupakan salah satu tanaman yang telah terbukti berkhasiat sebagai obat tradisional. Melalui uji klinis, terbukti pegagan dapat meningkatkan kerja otak dan mempertajam ingatan. Agar dapat diperoleh khasiat pegagan secara efektif dan efisien, maka dilakukan inovasi yaitu dengan pembuatan tablet hisap, sehingga pengkonsumsiannya lebih praktis, nyaman, mudah dan menarik, karena hanya dengan meletakkan tablet hisap ke dalam rongga mulut dan menghisapnya secara perlahan-lahan, tablet tersebut akan terlarut. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh peningkatan kadar bahan pengikat CMC Na terhadap mutu fisik tablet hisap ekstrak pegagan yang dibuat secara granulasi basah. Komposisi bahan aktif dan bahan tambahan dibuat sama untuk setiap tablet, yaitu ekstrak pegagan 100 mg, manitol 1100 mg, Mg stearat 12,37 mg, talkum 24,74 mg dan pewarna hijau apel 5 tetes, kecuali bahan pengikat CMC Na pada F1 0 %, F2 1%, F3 2% dan F4 3 % dari masing-masing bobot tablet. Pemeriksaan mutu fisik granul yang dilakukan meliputi kecepatan alir, sudut diam dan kandungan lengas. Hasil pemeriksaan kandungan lengas untuk F1 sebesar 0,88 ± 0,02 %, F2 sebesar 0,90 ± 0,02 %, F3 sebesar 0,95 ± 0,04 % dan F4 sebesar 0,79 ± 0,03 %. Pengujian selanjutnya adalah distribusi ukuran granul dengan menggunakan alat Sieve shaker. Fines yang diperoleh dari F1 sebesar 19,38 %, F2 sebesar 8,84%, F3 sebesar 9,47% dan F4 sebesar 10,97%. Untuk pemeriksan kecepatan alir diperoleh hasil F1 sebesar 7,51 ± 0,02 g/detik, F2 sebesar 7,94 ± 0,18 g/detik, F3 sebesar 7,26 ± 0,07 g/detik dan F4 sebesar 7,03 ± 0,03 g/detik. Sedangkan untuk sudut diam, diperoleh hasil F1 sebesar 30,14 ± 0,34º, F2 sebesar 25,66 ± 2,16º, F3 sebesar 29,07 ± 3,38º dan F4 sebesar 30,17 ± 0,37º. Granul kemudian dicetak menjadi tablet. Tablet yang dihasilkan diuji kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet. Hasil pemeriksaan kekerasan tablet hisap yang diperoleh dari F1 sebesar (8,76 ± 0,95)kP, F2 sebesar (10,01 ± 0,31)kP, F3 sebesar (10,21 ± 0,11)kP dan F4 sebesar (9,72 ± 0,36)kP. Kekerasan untuk F1 dan F4 tidak memenuhi persyaratan, sedangkan untuk F2 dan F3 telah memenuhi persyaratan One Way Anova α < 0,05. Untuk uji kerapuhan, diperoleh hasil untuk F1 sebesar 1,05 ± 0,08 %, F2 sebesar 0,93 ± 0,12 %, F3 sebesar 0,85 ± 0,04 % dan F4 sebesar 0,89 ± 0,05 %. Dari keempat formula tersebut, F1 belum memenuhi persyaratan, sedangkan F2, F3 dan F4 telah memenuhi persyaratan One Way Anova α < 0,05. Sedangkan pemeriksaan waktu melarut tablet hisap yang diperoleh pada F1 sebesar 588,8 ± 49,55 detik, F2 sebesar 1662,5 ± 52,45 detik, F3 sebesar 1809,5 ± 101,90 detik dan F4 sebesar 1804,2 ± 58,93 detik. Dari hasil uji waktu melarut, hanya F1 (tanpa bahan pengikat) dan F2 yang memenuhi persyaratan, sedangkan F3 dan F4 waktu melarutnya belum memenuhi persyaratan One Way Anova α < 0,05. Dari hasil pengujian mutu fisik tablet hisap, kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS 17.0 dengan metode One Way Anova untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang bermakna antar formula. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk mengetahui formula mana saja yang berbeda makna. Dari hasil perhitungan statistik, diketahui bahwa F hitung untuk kekerasan dan waktu melarut lebih besar dari F tabel. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula, sehingga dilanjutkan dengan uji Tukey HSD dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Sedangkan untuk kerapuhan tidak terdapat perbedaan bermakna antar formula karena F hitung lebih kecil dari F tabel. dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Dari uji lanjutan untuk kekerasan menunjukkan bahwa penambahan pengikat CMC Na memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan kekerasan tablet jika dibandingkan dengan formula tanpa bahan pengikat (F1), tetapi peningkatan kadar pengikat CMC Na dari 1 % sampai 3 % tidak memberikan perbedaan yang bermakna pada kekerasan tablet. Untuk uji waktu melarut, peningkatan kadar pengikat CMC Na memberikan pengaruh yang bermakna yaitu terjadi peningkatan waktu melarut kecuali pada peningkatan kadar CMC Na 2% ke 3%. Dari hasil pemeriksaan sifat fisik tablet F1, F2, F3 dan F4 dapat disimpulkan bahwa F2 dengan kadar CMC Na 1% merupakan kadar yang optimal dari empat formula yang diformulasikan. F2 dengan bahan CMC Na 1 % dapat menghasilkan tablet hisap ekstrak pegagan dengan mutu fisik tablet yang baik karena memberikan nilai kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut yang memenuhi persyaratan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 24 May 2016 04:54
Last Modified: 24 May 2016 04:54
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30606

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo