UMM Institutional Repository

PENENTUAN KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN ANTIOKSIDAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DENGAN BERBAGAI KADAR DALAM BASIS CREAM O/W (Formula Modifikasi Basis Vanishing Cream dengan Humektan Propilen glikol)

WIDYASTUTI, KARLINA (2011) PENENTUAN KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN ANTIOKSIDAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DENGAN BERBAGAI KADAR DALAM BASIS CREAM O/W (Formula Modifikasi Basis Vanishing Cream dengan Humektan Propilen glikol). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-karlinawid-23888-BAB+1.pdf

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-karlinawid-23888-PENDAHUL-N.pdf

Download (255kB) | Preview

Abstract

Banyak pengembangan formula kosmetika berbahan dasar bahan alam, untuk memanfaatkan kekayan alam yang ada di Indonesia. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Bagian terpenting dari tanaman jeruk nipis adalah buahnya (Rukmana, 2003). Sari buah mengandung asam sitrat berkadar 7-8% dari berat daging buah. Asam sitrat berfungsi sebagai antioksidan (Rowe, 2009). Beberapa hal praktis yang biasa dilakukan masyarakat untuk memanfaatkan jeruk nipis ialah jeruk nipis dibelah menjadi dua dan digosok-gosokkan pada kulit wajah. Namun hal itu kurang aseptabel, maka diperlukan suatu inovasi yang lebih baik agar pemakaian jeruk nipis lebih aseptabel yaitu dibuat formula cream. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas sediaan antioksidan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan berbagai kadar (10%, 15%, 20%) dalam basis vanishing cream dengan humektan propilen glikol. Penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi penelitian eksperimental dengan membandingkan pengaruh kadar perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam basis vanishing cream terhadap karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas dari sediaan menggunakan propilen glikol sebagai humektan. Pada penelitian dibuat sediaan dengan 3 macam formula yaitu asam stearat 30 g, TEA 8 g, cera alba 10 g, vaselin album 20 g, propilenglikol 20 g, nipagin 0,5 g, nipasol 0,25 g, aquadest ad 200 g. Kecuali perasan jeruk nipis, pada F1 20 g, F2 30 g, dan F3 40 g dari masing-masing formula cream. Evalusi sediaan meliputi tipe emulsi, organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, aseptabilitas, dan efektivitas sediaan. Tahap awal dilakukan uji tipe emulsi dengan tes pewarnaan menggunakan pereaksi sudan III, dari ketiga formula menunjukkan cream jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk dalam tipe cream o/w yaitu dengan memberikan warna bintik-bintik merah di tengah. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan organoleptis, didapatkan bahwa sediaan formula I, II dan III memiliki tekstur yang lembut, tidak berbau, serta ketiga formula mempunyai warna yang sama yaitu putih. Pada pemeriksaan pH menunjukkan rerata pH formula I (7.88 ± 0.09) > formula II (7.36 ± 0.02) > formula III (6.99 ± 0.05). Hasil analisis statistik dengan One-way Anova diperoleh F hitung (173,95) > F tabel (5,143). Kemudian untuk mengetahui signifikansi perbedaan tiap formula dilakukan uji HSD didapatkan formula I > formula II > formula III. Berdasarkan hasil pengukuran kapasitas penyebaran didapatkan diameter konstan pada beban 7 gram. Didapatkan hasil yaitu formula I (13.7 ± 0.17) mampu menyebar lebih besar dibandingkan formula II (10.37 ± 0.32) dan III (8.57 ± 0.06). Kemudian dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (446,732) > F tabel (5,143). Untuk mengetahui signifikansi perbedaan tiap formula dilakukan uji HSD didapatkan hasil formula I > formula II > formula III. Berdasarkan uji daya sebar sediaan cream dari masing-masing formula, dapat diketahui bahwa pada formula I (0.30 ± 0.04) mempunyai harga daya sebar yang paling besar dibandingkan formula II (0.26 ± 0.08) dan III (0.17 ± 0.02). Kemudian dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (5,639) > F tabel (5,143). Untuk mengetahui signifikansi perbedaan tiap formula dilakukan uji HSD, dari hasil yang didapatkan yaitu formula I dan II tidak ada perbedaan bermakna, formula I dan III terdapat perbedaan bermakna, formula II dan III tidak ada perbedaan bermakna. Berdasarkan pemeriksaan viskositas didapatkan hasil formula I (7000.00 ± 0.00), formula II (7666.67 ± 577.35) dan formula III (8666.67 ± 577.35). Untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan kadar perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang digunakan pada sediaan dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova. Dari hasil analisis didapatkan harga F hitung (9,500) > F tabel (5,143). Untuk mengetahui signifikansi perbedaan tiap formula dilakukan uji HSD, dari hasil yang didapatkan yaitu formula I dan II tidak ada perbedaan bermakna, formula I dan III terdapat perbedaan bermakna, serta formula II dan III juga tidak ada perbedaan bermakna. Dari hasil uji aseptabilitas yang dilakukan bahwa formula yang memiliki skor terbanyak pada kesan kemudahan sediaan diratakan adalah formula I. Untuk skor terbanyak dari kriteria kemudahan dibersihkan dari permukaan kulit dengan menggunakan tisu adalah formula I. Untuk skor terbanyak dari kriteria sensasi dingin pada saat pemakaian adalah formula III. Dari tiga kriteria penilaian yang diamati diambil kesimpulan bahwa formula I adalah formula yang paling mudah diratakan dan mudah dibersihkan, namun untuk kriteria sensasi dingin formula ini tidak memenuhi persyaratan. Hal ini menunjukkan bahwa formula I adalah formula yang paling memenuhi kriteria aseptabilitas dari sediaan cream perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang merupakan cream dengan perasan jeruk nipis 10%. Pada uji pelepasan asam sitrat dari basis sediaan cream didapatkan kurva yang tidak linier sehingga dihitung dengan luas area bawah kurva (AUC) untuk mengetahui pelepasan asam sitrat dari sediaan cream perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan kadar perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diperoleh rearata AUC ± SD formula I (60248.37 ± 35674.51) > formula II (59826.1266 ± 18052.4867) > (39318.4824 ± 22830.3955), kemudian dilakukan analisis statistik dengan One-Way Anova. Dari hasil analisis didapatkan harga F hitung (0,608) < F tabel (5,143). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan kadar jeruk nipis tidak meningkatkan nilai AUC asam sitrat dari sediaan cream. Berdasarkan karakteristik fisik (pH, daya sebar, viskositas), aseptabilitas dan efektivitas sediaan cream perasan jeruk nipis dari ketiga formula yang dibuat, formula dengan kadar 10% yaitu formula I merupakan formula yang terbaik karena memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas yang baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 24 May 2016 04:28
Last Modified: 24 May 2016 04:28
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30605

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo