UMM Institutional Repository

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

NIZAR, MACHFUD (2011) UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-machfudniz-23895-Pendahul-n.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-machfudniz-23895-BAB+I.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, masyarakat di Indonesia menggangap bahwa diare adalah penyakit yang biasa, sehingga diare tidak di atasi dengan benar. Sebagian dari masyarakat Indonesia menggunakan tanaman tradisional untuk mengatasi penyakit diare tersebut. Daun Jati Belanda berfungsi sebagai antidiare, dikarenakan tanin yang terkandung dalam daun Jati Belanda mempunyai sifat adstrigent yaitu menciutkan selaput lendir usus. Untuk menguji efektifitas daun Jati Belanda sebagai antidiare maka dilakukan uji kepada hewan coba mencit. Agar dapat memperoleh khasiat daun jati belanda secara efektif dan efisien maka dilakukan pembuatan sediaan larutan oral ekstrak daun jati belanda. Pengembangan sediaan berbentuk larutan dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya kesulitan pasien untuk menelan tablet atau kapsul dan memudahkan pemberian obat untuk bayi, anak, dan pasien lanjut usia. Hasil optimasi sediaan secara organoleptis didapatkan rasa yang cukup manis, pada optimasi pertama pH 6,99±0,03, optimasi kedua 6,82±0,01, sedangkan optimasi ketiga 6,77±0,005 dan viskositas pada optimasi pertama 1,45, optimasi kedua 1,73 sedangkan pada optimasi ketiga 1,40 dan berat jenis didapatkan hasil 1,013 pada optimasi pertama, 1,026 pada optimasi kedua dan 1,006 pada optimasi ke tiga sehingga dipilih optimasi ketiga karena sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan seperti organoleptis, evaluasi fisika kimia dan kadar yang diberiokan kepada hewan coba. Tahap selanjutnya dilakukan uji diare pada mencit yang diinduksi dengan oleum ricini dan setelah 2 jam diamati frekuensi diare mencit. Data tersebut dibandingkan dengan data pengamatan normal defekasi dari mencit tanpa ada induksi apapun. Dengan menggunakan independent test, didapatkan hasil T hitung sebesar 7,822 lebih besar dari T tabel sebesar 2,101 artinya terdapat perbedaan bermakna antara frekuensi defekasi mencit normal dengan frekuensi defekasi mencit yang di induksi oleum ricini 0.05 ml. Terakhir dilakukan penelitian terhadap empat kelompok mencit yang terlebih dahulu di induksi oleum ricini sebanyak 0,05 setelah 2 jam diamati frekuensi defekasi mencit. Selanjutnya kelompok pertama diberi loperamide, kelompok kedua diberi dosis 1 (2,6 mg / 0,25 ml), dosis 2 (5,34 mg/0,25 ml), dosis 3 (8 mg/0,25ml) kemudian diuji analisis dengan T berpasangan, didapatkan hasil untuk dosis 1 mempunyai T hitung sebesar 8.874 lebih besar dari T tabel sebesar 2,306 sehingga dosis 1 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk dosis 2 mempunyai T hitung sebesar 5.111 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga dosis 2 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk dosis 3 mempunyai T hitung sebesar 10.787 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga dosis 3 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk loperamid mempunyai T hitung sebesar 4.485 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga loperamid juga memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Data di atas menunjukan bahwa significant figure 0,000 kurang dari 0,05 yang berarti data memiliki hubungan yang bermakna. Dan nilai F hitung sebesar 60,324 > dari F tabel sebesar 2,619 yang berarti penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan. Sehingga bisa dilanjutkan ke uji Tukey HSD. Dari hasil uji tukey yang terlampir di lampiran menunjukan bahwa dari oleum ricini berbeda subset dengan formula 1, 2, 3 dan kontrol positif yang berarti ada perbedaan bermakna antar oleum ricini dengan kontrol positif, formula 1, formula 2, formula 3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah larutan ekstrak daun Jati Belanda dengan dosis 2,6 mg/0.25ml, 5,34 mg/0.25ml dan 8,0 mg/0.25ml ekstrak daun jati belanda, dengan peningkatan dosis tidak terjadi peningkatan efek anti diare terhadap mencit dan memiliki efek anti diare yang sebanding dengan loperamid 0,01 mg/0,25 ml.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 24 May 2016 02:49
Last Modified: 24 May 2016 02:49
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30593

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo