UMM Institutional Repository

PERANAN MAJELIS AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN HUKUM PERKAWINAN DI PROPINSI YALA THAILAND SELATAN

Muna, Hadee (2013) PERANAN MAJELIS AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN HUKUM PERKAWINAN DI PROPINSI YALA THAILAND SELATAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-hadeemuna0-33561-1-pendahul-n.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-hadeemuna0-33561-2-babi.pdf

Download (257kB) | Preview

Abstract

Thailand Selatan adalah Propinsi Patani, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Setun. Propinsi tersebut merupakan sebuah daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun secara kesuluruhan kaum Muslim di Thailand adalah sebagai penduduk minoritas, hanya sepuluh persen (10%) dari jumlah keseluruhannya.Thailand Selatan, berdasar catatan sejarah, terdapat perkembangan historis tersendiri dalam daulah Islamiyah Melayu Patani. Upaya melaksanakan dan menerapkan hukum-hukum Islam sebagai landasan dalam pembinaan masyarakat yang Islami, selain dalam bidang perkawinan di wilayah Thailand Selatan, sampai saat ini merupakan suatu fenomena kultural umat yang latar belakangnya dapat dilihat dari berbagai aspek, aspek-aspek yang dimaksudkan tersebut bahwa hukum Islam telah menjadi hukum yang hidup dalam masyarakat Patani yang beragama Islam. Karena hukum Islam berkembang bersama dengan masuknya Islam di Patani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan Majelis Agama Islam di propinsi Yala dalam melaksanakan hukum perkawinan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan hukum perkawinan di propinsi Yala di Thailand Selatan. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah tema-tema kajian tentang MAIY dalam pelaksanaan hukum perkawinan di masyarakat Propinsi Yala Thailand Selatan. Aspek-aspek peranan yang dimaksud penulis adalah kedudukan dan tugas MAIY di lembaga keagamaan. Aspek-aspek itu adalah mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang berkaitan dalam soal perkawinan di MAIY. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Informasi yang didapatkan berdasarkan pada pengalaman empiris. Namun untuk melengkapi studi ini, digunakan metode studi pustaka (library research) untuk mencari data dan informasi dalam menyempurnakan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-analistik. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis kemukakan dalam tesis ini menunjukkan bahwa sejauh ini peranan MAIY dalam pelaksanaan hukum Islam di bidang perkawinan sangat besar. MAIY merupakan penasehat dan sekaligus pemutus dalam permasalahan perkawinan baik dalam hal akad nikah, perceraian, maupun rujuk. Faktor pendukung bagi MAIY yang utama adalah dari masyarakat dan ulama yang telah menemptakan MAIY sebagai satu lembaga yang sangat penting bagi masyarakat dalam mengatasi masalah dalam kekeluragaan Islam dan hal yang utama adalah hukum perkawinan. Faktor penghambat adalah kurangnya otoritas yang diberikan oleh pemerintah kepada MAIY untuk menjalankan tugas dalam pelakasanaan hukum perkawinan secara Islam. Faktor penghambat yang lain adalah kurangnya dukungan finansial dari pemerintah kepada MAIY yang berupa gaji tetap untuk pegawai. Padahal MAIY merupakan lembaga resmi dari pemerintah yang seharusnya mendapat gaji pagawai yang tetap seperti lembaga pemerintahan lain pada umumnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Postgraduate > Master of Islam Religion Education (86131)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 19 May 2016 08:46
Last Modified: 19 May 2016 08:46
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30376

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo