UMM Institutional Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK PUNK DENGAN ORANG TUA KANDUNG (Studi pada Anak Komunitas Punk Jalan Sigura-Gura Malang)

BERTHA, CONNY (2012) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK PUNK DENGAN ORANG TUA KANDUNG (Studi pada Anak Komunitas Punk Jalan Sigura-Gura Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--connyberth-27264-1-pendahul-n.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--connyberth-27264-2-babi.pdf

Download (22kB) | Preview

Abstract

Komunikasi adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak pertama manusia itu dilahirkan manusia sudah melakukan proses komunikasi dan sampai matipun manusia akan tetap melakukan kegiatan komunikasi. Dalam lingkungan keluargapun komunikasi juga merupakan suatu hal yang sangat penting, komunikasi sebagai alat atau sebagai penjembatan dalam hubungan antara sesama anggota keluarga. Buruknya kualitas komunikasi dalam keluarga berdampak buruk pula bagi keutuhan dan keharmonisan dalam keluarga itu sendiri. Konflik dalam keluarga yang menyebabkan munculnya ketegangan antara anak dan orangtua akan terciptanya jarak emosional antara anak dan orangtua. Dari pentingnya komunikasi dalam keluarga tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui cara komunikasi yang dilakukan oleh anak punk kepada orang tuanya. Hal ini mengingat latar belakang punk sendiri yang dianggap sebagai anggota masyarakat yang memiliki keunikan tersendiri dengan mengusung slogan anti kemapanan. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal antara anak punk dengan orang tua kandungnya. Menurut Muhammad (2005:158), komunikasi interpersonal merupakan komunikasi di dalam diri sendiri. Proses komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) (Mulyana, 2007:46). Punk adalah prilaku yang lahir dari sifat melawan, tidak puas hati, marah dan benci pada sesuatu yang tidak pada tempatnya (sosial, ekonomi, politik, budaya, bahkan agama) terutama terhadap tindakan yang menindas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori FIRO. Definisi operasional dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu inklusi, kontrol dan afeksi Tipe penelitian ini adalah Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua anak komunitas punk di pinggir pertokoan jalan raya Sigura-gura kecamatan Sumbersari tepatnya di depan kampus Institut Teknologi Nasional Malang (ITN). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling karena jumlah populasi kurang dari 100 orang yaitu 32 orang. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rata-rata (mean). Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa dari ketiga faktor (Inklusi, Kontrol, Afeksi) yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini diketahui bahwa untuk faktor Inklusi dan Kontrol mempunyai pengaruh yang rendah pada komunikasi anak Punk kepada orang tua kandungnya. Sedangkan untuk faktor Afeksi mempunyai pengaruh sedang pada komunikasi anak Punk kepada orang tua kandungnya. Dari kesimpulan diatas dapat diketahui bahwasanya, seorang anak punk jarang berkomunikasi secara langsung dengan kedua orang tuanya. Anak punk sendiri dari hasil pengamatan peneliti juga lebih sering menghabiskan waktunya di jalanan atau diluar rumah. Untuk berkomunikasi dengan orang tuanya sendiri dari angket yang telah disebar dilakukan dengan menggunakan media komunikasi yaitu handphone. Dan dari hasil rata-rata, yang mempunyai nilai paling tinggi adalah faktor afeksi, dimana faktor ini adalah faktor yang menginginkan adanya kesenangan pada perasaan anak punk itu sendiri. Sesuai dengan teori FIRO yang digunakan dalam penelitian ini dapat diasumsikan bahwa faktor kesenangan yang paling mendominasi ini akan mempengaruhi perilakunya dalam hubungan dengan kedua orang tuanya, dan bahkan juga dengan teman-teman sesama punk. Artinya komunikasi interpersonal antara anak punk dengan orang tuanya, secara tidak langsung akan mempengaruhi perilakunya dengan lingkungannya sendiri.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 19 May 2016 04:04
Last Modified: 19 May 2016 04:04
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30332

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo