UMM Institutional Repository

PEMAKNAAN KOMUNITAS BLOGGER TERHADAP YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EKSPRESI (Studi Resepsi pada Komunitas Blogger Ngalam)

Rasyida, Gusriana (2012) PEMAKNAAN KOMUNITAS BLOGGER TERHADAP YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EKSPRESI (Studi Resepsi pada Komunitas Blogger Ngalam). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--gusrianara-27348-1-pendahul-n.pdf

Download (680kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--gusrianara-27348-2-bab1.pdf

Download (328kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas perkembangan media massa yang sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia. Selain itu media massa diharapkan semakin masuk dan melayani aspek personal manusia modern. Media modern seperti internet mengakomodasi globalisasi yang semakin membuat media massa berkonvergensi. Media interaktif dalam internet membentuk apa yang disebut dengan perdagangan atau ekonomi digital. Maka dari itu peneliti mengambil YouTube sebagai objek penelitian, karena YouTube merupakan media online video sharing yang sangat populer saat ini, begitu pula dengan komunitas Blogger. Meraka saling berhubungan satu sama lain di dunia online, dan sama termasuk dalam budaya popular. Hal tersebutlah yang membuat peneliti tertarik untuk mendeskripsikan pemaknaan komunitas Blogger Ngalam terhadap YouTube sebagai media ekspresi dilihat dari perspektif studi resepsi. Pemaknaan terhadap teks media massa pada masing-masing individu berbeda-beda. Tergantung pada kondisi psikologis individu, yang berasal dari pengalaman masa lalunya dan faktor latar belakang audiens, dan pendidikan. Dilihat dari perspektif teori audiens aktif, ekonomi politik media, dan imperialisme budaya/media yang menghegemoni sebagai bukti ketidak pedulian media negara maju terhadap keluhan dan keinginan negara berkembang. Dasarnya adalah kekuatan teknologi, kultural, industri, dan keuangan yang mengakibatkan hampir semua negara berkembang jatuh menjadi konsumen informasi (Purba Amir dkk 2006: 88-89). Sehingga suatu media dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan di kalangan media lain. Hal inilah yang menjadi titik acuan terciptanya “budaya konsumerisme” pada audiens yang di anggap sebagai masyarakat informasi. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode Reception Studies yang pada umumnya mengungkapkan tentang makna dimana makna temuan penelitian dicapai melalui pemaknaan atas teks media oleh audiens dengan paradigma interpretatif. Adapun karakteristik subyek penelitian sebagai berikut: pernah men-download atau meng-upload video di YouTube, menggunakan YouTube lebih dari 10 kali dalam sebulan dan berada di Malang saat penelitian berlangsung. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel betujuan (purposive sampling), maka ditetapkan 8 orang sebagai subyek penelitian ini. Selain itu, peneliti menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya kelompok-kelompok audiens seperti: 1) Audiens kelompok penggemar, informan memaknai YouTube sebagai media ekspresi dan sarana untuk mencari informasi terbaru tentang perkembangan teknologi. Ketika mereka bisa mendapatkan informasi yang mereka cari, pada saat itulah mereka menganggap YouTube mampu menjadi tempat untuk menyalurkan ekspresi mereka. Audiens ini cenderung memanfaatkan media sesuai dengan dasar minat terhadap isi media tertentu; 2) Audiens kelompok kepentingan, informan memaknai YouTube sebagai sumber informasi dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Selain itu, mereka juga memanfaatkan YouTube sebagai media untuk mengekspresikan diri mereka. Misalnya: Fajar Rahman meng-upload video bandnya ke YouTube dengan harapan masyarakat Malang mendukung bandnya dan ia bisa memenangkan kompetisi band Se-Malang. Mereka termasuk dalam kelompok audiens kepentingan; 3) Audiens kelompok audiens media, informan ini menggunakan YouTube sebagai media untuk mencari hiburan disela-sela kesibukan mereka, dengan cara itulah mereka mengekspresikan diri di YouTube, sehingga pada saat menggunakan YouTube mereka merasa cukup terhibur. Audiens ini memakai media atas dasar loyalitas dan kepuasan; 4) Audiens yang memaknai suatu teks dengan posisi dominant hegemonic (sesuai dengan preferred readings); 5) Posisi negosiasi readings. Serta audiens yang bersifat dan berada di posisi oposisi Hal tersebut menunjukkan bahwa media massa telah mampu mempengaruhi pemikiran-pemikiran audiens. Secara tidak langsung audiens ikut andil dalam membesarkan media dengan cara menjadikan media sebagai kebutuhan mereka. Sehingga budaya konsumerisme terbentuk dan menguntungkan pihak media. Dengan begitu ideologi media akan sangat mudah untuk disebar luaskan dan kapitalisme akan semakin berkembang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 19 May 2016 03:45
Last Modified: 19 May 2016 03:45
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30319

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo