UMM Institutional Repository

POLA DISTRIBUSI UBI JALAR DI KABUPATEN MALANG

Arisaputra, Muhammad (2012) POLA DISTRIBUSI UBI JALAR DI KABUPATEN MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--muhammadar-27727-1-pendahul-n.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--muhammadar-27727-2-babi.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

bimbingan : Ir. Rahayu Relawati, MM dan Ir. Gumoyo Mumpuni N, MP Kabupaten Malang memiliki potensi yang besar dalam produksi ubi jalar. Pada tahun 2008 produksi ubi jalar di Kabupaten Malang mencapai 19.727 ton. Namun banyaknya produksi ubi jalar tidak diimbangi dengan munculnya industri pengolahan ubi jalar, untuk itu ubi jalar dari Kabupaten Malang banyak yang dipasarkan ke luar Kabupaten Malang. Hal ini tentu tidak optimal dalam biaya distribusi, karena ubi jalar dari Kabupaten Malang dipasarkan ke daerah misalnya Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo sehingga biaya transportasi bertambah. Tujuan dari penelitian adalah 1) Untuk menganalisis pola distribusi ubi jalar di Kabupaten Malang, 2) Untuk menganalisis biaya transportasi agregat dalam distribusi ubi jalar di Kabupaten Malang,dan 3) Untuk melakukan simulasi pola distribusi ubi jalar yang optimal di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan member gambaran atau deskripsi tentang pola distribusi ubi jalar berdasarkan data kuantitatif di Kabupaten Malang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive ( sengaja) di Kabupaten Malang. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengepul ubi jalar yang berupa data volume penjualan, daerah tujuan pemasaran, dan biaya distribusi. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Perkebunan dan DLLAJR. Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan berupa data produksi ubi jalar di Kabupaten Malang, data dari DLLAJR berupa data jarak antar daerah, biaya angkut per jarak angkut dan tonase. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode sampling. Metode sampling digunakan untuk menentukan Kecamatan Pakis dan Kecamatan Wonosari. Pengepul ubi jalar ditentukan dengan metode sensus di 2 Kecamatan tersebut. Metode pengolahan data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode transportasi (north west corner dan VAM). Tabel metode transportasi dapat dilihat sebagai berikut: Definisi operasional dan pengukuran variabel dalam penelitian 1) Pola distribusi mendeskripsikan volume distribusi ubi jalar dari berbagai sentra produksi di Kabupaten Malang ke berbagai daerah tujuan dan segmen pasar pada periode waktu tertentu (bulan atau tahun). Dalam pola distribusi ini juga dilihat volume distribusi pada berbagai jenis varietas ubi jalar. 2) Biaya transportasi terdiri dari biaya transportasi pengepul dan biaya transportasi ubi jalar. Biaya transportasi ubi jalar yang dikeluarkan pengepul merupakan biaya transportasi yang dikeluarkan pengepul sesuai volume distribusi dan jarak tempuh tiap satuan waktu tertentu. 3) Biaya transportasi agregat di Kabupaten Malang dihitung sesuai jarak dan total volume produk yang dikirim ke luar Kabupaten Malang tiap tahun atau bulan. Hasil penelitian yang dilakukan pada Kecamatan Pakis dan Kecamatan Wonosari didapatkan 20 pengepul ubi jalar dengan kapasitas produksi masing-masing untuk Kecamatan Pakis sebesar 270 ton rata-rata tiap bulan dan Kecamatan Wonosari sebanyak 170 ton ubi jalar. Dari data primer tersebut didapatkan biaya transportasi dari pengepul ubi jalar sebesar Rp 95.591.325,-. Untuk menghitung biaya transportasi minimal digunakan metode transportasi North West Corner dan Vogel Aproximation Method (VAM). Dari analisis metode transportasi didapatkan biaya transportasi minimal sebesar Rp 84.781.820,- sehingga terdapat penghematan biaya distribusi sebesar Rp 10.809.505,- atau 11,30 % dari biaya distribusi pengepul. Biaya distribusi ubi jalar dari simulasi data sekunder dengan pendekatan proporsi dari data primer didapatkan biaya distribusi sebesar Rp 1.475.255.615,-. Untuk mengetahui biaya distribusi minimal dari data sekunder, simulasi data sekunder dengan pendekatan proporsi dari data primer di analisis dengan metode VAM. Hasil dari analisis dengan menggunakan VAM adalah Rp 1.306.377.475,- atau terdapat penghematan biaya sebesar Rp 168.878.140,-. Agar dalam distribusi ubi jalar di Kabupaten Malang terjadi penghematan seperti pada simulasi data sekunder maka perlu adanya campur tangan dari Disperindag Kab. Malang untuk memberikan informasi pasar yang berkelanjutan kepada para pelaku pasar dalam hal ini seperti pengepul, kelompok tani. Informasi pasar yang berkelanjutan dapat diberikan kepada pengepul ubi jalar melalui radio, televisi, koran dan internet. Agar pengepul dapat mengakses informasi pasar melalui internet maka perlu diadakan sosialisasi..

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Agribusiness (54201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 18 May 2016 03:28
Last Modified: 18 May 2016 03:28
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30299

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo