UMM Institutional Repository

ANALISIS WACANA KHILAFAH DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PUBLIK PEMERINTAH INDONESIA (STUDI PADA BULETIN DAKWAH AL ISLAM EDISI 04/XVII)

FITRI, (2011) ANALISIS WACANA KHILAFAH DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PUBLIK PEMERINTAH INDONESIA (STUDI PADA BULETIN DAKWAH AL ISLAM EDISI 04/XVII). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-fitrinim06-24008-PENDAHUL-N.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-fitrinim06-24008-Bab+1.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Buletin Al Islam merupakan media dakwah partai politik Hizbut Tahrir Indonesia, yang bertujuan mendirikan negara Islam. Sesuai ideologi partai, hampir setiap kebijakan publik pemerintah disikapi secara kritis dan diarahkan ke pembentukan khilafiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks buletin Al Islam edisi 04/Tahun XVII. Suatu wacana teks, menurut Van Dijk tersusun atas beberapa struktur yang masing-masing bagian saling mendukung. Tingkatan pertama adalah struktur makro atau tematik, yang bermakna global dari suatu teks yang diamati. Tingkatan kedua disebut sebagai superstruktur atau skematik, merupakan struktur wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks. Tingkatan ketiga disebut sebagai struktur mikro atau semantik, yaitu makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil dari suatu teks seperti kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrasa dan gambar. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (kasus kebijakan-kebijakan publik pemerintah). Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian, sebagai pengumpul dan penganalisis data. Jenis data adalah kualitatif berbentuk wacana teks media. Sumber data adalah teks dalam buletin Al Islam edisi 04/ XVII. Analisis struktur teks meliputi: tematik, skematik, latar, detail, maksud, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, praanggapan, grafis dan metafora. Dari teks wacana diperoleh hasil: (1) "Bahaya Pluralisme" merupakan elemen tematik. (2) Skema mengikuti alur penulisan teks yang terdiri atas summary dan story. Summary terdiri atas judul tanpa lead. Story terdiri pendahuluan, isi dan penutup. (3) Latar pendahuluan berupa empat komentar. Latar isi berintikan pada kebebasan-kapitalisme-realitas. Latar penutup berupa tafsiran Quran dan kewajiban dakwah. (4) Isi teks, subkategori situasional dan komentar, tidak diinformasikan secara detail. (5) Pada pendahuluan, isi maupun penutup, ada beberapa alemen maksud yang berupa penegasan maupun penyembunyian. (6) Kecuali kata-kata dan, sehingga dan pun, elemen koherensi untuk memperkuat informasi digunakan kata terutama, pun, dan tak ketinggalan. Untuk memperluas perbedaan informasi digunakan kata-kata apalagi dan meski itu. (7) Koherensi kondisional muncul dalam beberapa bentuk. (8) Koherensi pembeda dalam beragam bentuk. (9) Pengingkaran dilakukan dengan cara pembelokan makna. (10) Keseluruhan kalimat menggunakan bentuk kalimat pasif. (11) Kata-kata ganti dimunculkan untuk menyatukan sikap kebersamaan umat Islam. (12) Pemilihan kata yang digunakan terbatas. (13) Praangapan merujuk Al Quran. (14) Elemen grafis berupa huruf tebal perujukan ayat-ayat Al Quran. (15) Buletin menggunakan metafora ayat-ayat Al Quran. Untuk itu ditarik kesimpulan: (1) Buletin Al Islam merupakan media dakwah HTI. Edisi 04/XVII bertema Bahaya Pluralisme. (2) Wacana teks mengesankan sebagai propaganda, oleh karena itu tidak diinformasikan secara detail dan ditulis dengan menggunakan kalimat-kalimat pasif. Kesan yang ditangkap berupa rangkuman slogan-slogan. (3) Teks ditulis oleh wartawan yang kurang piawai dalam menulis, ditandai dengan: (a) Maksud dalam komentar yang disembunyikan, semua ditulis menyatu dalam satu paragraf; (b) Penyembunyian dilakukan bukan sekedar melalui penyamaran maupun tidak adanya detail, tetapi mengontraskan informasi yang dibahas dengan informasi lain; (c) Terbatasnya pemakaian kata-kata dalam elemen koherensi. (d) Cara wartawan menyembunyikan apa yang ingin diekspresikan tentang pluralisme, dengan jalan pembelokan terhadap makna. (4) Pemilihan kata yang digunakan dapat dikatakan terbatas. Selain tampak dari model tulisan yang keseluruhannya menggunakan kalimat pasif dan keterbatasan pemakaian kata-kata, kata-kata ganti umumnya dimunculkan untuk menyatukan sikap kebersamaan seluruh umat Islam dengan menggunakan frasa "umat Islam." Hal ini lebih diperkuat oleh penggunaan metafora utama dengan memakai ayat-ayat suci dari Al Quran, tanpa disertai detail.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 17 May 2016 04:29
Last Modified: 17 May 2016 04:29
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30198

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo