UMM Institutional Repository

KONSTRUKSI MEDIA CETAK ATAS BERITA RENCANA KENAIKAN GAJI PRESIDEN (Analisis Framing pada Harian Media Indonesia dan Republika edisi 22-28 Januari 2011)

Fidiana, Kabib Yayan (2011) KONSTRUKSI MEDIA CETAK ATAS BERITA RENCANA KENAIKAN GAJI PRESIDEN (Analisis Framing pada Harian Media Indonesia dan Republika edisi 22-28 Januari 2011). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-kabibyayan-24017-PENDAHUL-N.pdf

Download (467kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-kabibyayan-24017-BAB+I.pdf

Download (331kB) | Preview

Abstract

Presiden merupakan seseorang yang paling fenomenal di sebuah negara. Karena itulah segala aktifitasnya selalu diperhatikan masyarakat, tidak terkecuali oleh media. Seperti halnya yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat berpidato dalam acara rapat pimpinan TNI dan Polri tanggal 21 Januari 2011 lalu. Pernyataan tentang gajinya yang tidak pernah naik dalam waktu tujuh tahun selama dirinya menjabat, langsung menjadi pembicaraan yang panjang dalam masyarakat. Apalagi setelah itu muncul sebuah rencana untuk menaikkan gaji Presiden yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Peristiwa tersebut langsung menjadi suguhan menarik dalam dunia pers. Seluruh media nasional berlomba untuk menampilkan berita terkait hal tersebut. Media massa sebagai sebuah lembaga yang memiliki visi dan misi, tentu tidak hanya bersifat pasif dalam menampilkan fakta, namun justru aktif dalam membentuk suatu berita. Artinya, fakta yang ditemukan media dalam lapangan tidak serta-merta disajikan, tetapi terlebih dahulu dipilah-pilah dan diolah sedemikian rupa sampai akhirnya disajikan dalam bentuk berita. Media melakukan proses konstruksi realitas. Konstruksi realitas berita tentang rencana kenaikan gaji Presiden. Berangkat dari hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana konstruksi media terhadap peristiwa. Untuk itulah penelitian terhadap konstruksi media massa atas berita rencana kenaikan gaji Presiden perlu dilakukan. Dalam melihat konstruksi media terhadap realitas ini diperlukan sebuah analisis framing. Analisis untuk mengetahui bagaimana cara pandang media terhadap sebuah peristiwa. Cara pandang yang digunakan untuk menentukan dan menonjolkan fakta, sehingga diperoleh sebuah berita yang menarik, bermakna bahkan mudah diingat oleh khalayak pembaca. Berita itulah yang dapat dilihat menjadi representasi kepentingan dan ideologi media. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model yang berasumsi bahwa setiap berita mempunyai frame yang berfungsi sebagai pusat dari organisasi ide. Perangkat framing yang digunakan dalam penelitian ini meliputi empat struktur besar yaitu: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Dan penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif interpretatif dengan menggunakan pendekatan analisis teks media. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada harian Media Indonesia dan Republika, kedua media ini memperlihatkan sebuah perbedaan dalam beritanya. Dari 15 berita yang diteliti, dengan rincian sembilan berita untuk Media Indonesia dan enam berita untuk Republika, terlihat bahwa masing-masing media memiliki penekanan dan karakteristik yang berbeda terhadap penyajian berita. Bagi Media Indonesia pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan gajinya yang tidak pernah naik selama tujuh tahun adalah sebuah hal yang salah. Apalagi rencana terhadap kenaikan gaji Presiden dinilai sebagai hal yang tidak pantas untuk dilakukan karena dapat melukai hati rakyat. Konstruksi yang dilakukan Media Indonesia lebih menekankan terhadap penolakan rencana tersebut. Berbeda dengan Republika yang menganggap peristiwa tersebut sebagai hal yang pro dan kontra. Penekanan Republika lebih bersifat mempertanyakan pro dan kontra atas pernyataan Presiden terhadap gajinya yang tidak pernah naik menurut pandangan banyak pihak. Bagaimana juga pada rencana kenaikan gaji Presiden menurut landasan hukum yang ada. Konstruksi Republika lebih menunjukkan pencarian terhadap kebenaran dan kesalahan dari rencana kenaikan gaji Presiden. Konstruksi berita rencana kenaikan gaji Presiden juga dipengaruhi oleh faktor kepemilikan media. Pemberitaan Media Indonesia yang dimiliki Surya Paloh cenderung subjektif untuk menolak rencana kenaikan gaji Presiden. Hal ini karena SBY merupakan lawan politik dari Surya Paloh. Sementara pemberitaan Republika lebih cenderung objektif jika dibandingkan dengan Media Indonesia, karena Erick Thohir sebagai pemilik Republika memang tidak memiliki hubungan atau pun kepentingan tertentu terhadap SBY. Dan dapat disimpulkan bahwa konstruksi antara Media Indonesia dan Republika terhadap rencana kenaikan gaji Presiden memang memiliki suatu perbedaan. Pemberitaan Republika lebih terlihat objektif jika dibandingkan dengan Media Indonesia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 17 May 2016 02:55
Last Modified: 17 May 2016 02:55
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30185

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo