UMM Institutional Repository

PENGARUH PENAMBAHAN MENTOL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM GEL HPMC (Konsentrasi Mentol sebagai Enhancer dalam Gel 0,5%, 0,75%, dan 1%)

Awalia, Anugerah Rizkiatul (2012) PENGARUH PENAMBAHAN MENTOL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM GEL HPMC (Konsentrasi Mentol sebagai Enhancer dalam Gel 0,5%, 0,75%, dan 1%). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-anugerahri-29615-1-pendahul-n.pdf

Download (481kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-anugerahri-29615-2-bab1.pdf

Download (136kB) | Preview

Abstract

Antihistamin merupakan golongan obat yang bekerja sebagai antagonis reseptor histamin seperti reseptor H1, H2, dan H3. Klorfeniramin Maleat (CTM) merupakan golongan antihistamin H1 (AH1) yang digunakan sebagai antialergi. CTM jika digunakan secara peroral mempunyai bioavailabilitas yang rendah antara 25-50% dan memberikan efek samping yang tidak diinginkan yaitu rasa kantuk (Sean, 2009). Agar CTM dapat terus digunakan efek secara sistemik, sediaan semisolida topikal merupakan pilihan yang tepat. Bentuk gel dipilih dari beberapa macam bentuk sediaan semisolida topikal karena dapat melekat pada kulit dalam waktu yang cukup lama dan memiliki aseptabilitas yang baik. CTM dibuat dalam bentuk gel dengan tujuan agar memiliki efektifitas dan aseptabilitas yang baik. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh penambahan mentol sebagai enhancer dalam berbagai kadar yaitu 0,5%, 0,75% dan 1% terhadap karakterisitik fisik, pelepasan CTM dari basis gel HPMC dan aseptabilitas sediaan. Mentol merupakan enhancer yang digunakan untuk meningkatkan penetrasi bahan obat kedalam kulit. Sediaan gel CTM dibuat dengan empat formula yang berbeda. Formula kontrol adalah formula yang menjadi pembanding antara formula I, II dan III yang secara berturut-turut mengandung mentol dengan kadar 0,5%, 0,75% dan 1%. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji karakteristik fisik sediaan (organoleptis, pH, daya sebar dan viskositas), uji pelepasan CTM dari basis gel HPMC dan uji aseptabilitas. Uji pelepasan dilakukan untuk mengetahui jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari basis gel HPMC melewati membran selofan yang merupakan membran porus sehingga dapat diabaikan pengaruhnya dengan media dapar fosfat 0,01 M pH 6,00 ± 0,05 pada interval waktu tertentu. Tahap awal dilakukan pengamatan organoleptis, diperoleh hasil keempat formula memiliki tekstur yang lembut. Pada pengamatan warna dan bau diperoleh hasil formula I, II dan III memiliki warna putih keruh dan berbau mentol dibandingkan dengan formula kontrol. Pada pemeriksaan pH diperoleh pH formula kontrol (4,99 ± 0,01), formula I (5,08 ± 0,06), formula II (5,07 ± 0,02) dan formula III (5,08 ± 0,01). Kemudian diuji statitistik One Way Anova diperoleh F hitung (4,886) > F tabel (4,066). Untuk mengetahui signifikan perbedaan dilakukan uji HSD didapatkan hasil tidak adanya perbedaan yang signifikan antara keempat formula. Pada pengukuran daya sebar didaptkan hasil formula kontrol (0,1263 ± 0,0144) g/cm, formula I (0,1056 ± 0,0374) g/cm, formula II (0,1106 ± 0,0148) g/cm, dan formula III (0,091 ± 0,0195) g/cm. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari keempat formula dengan nilai F hitung (1,154) < dari F tabel (4,066). Hasil dari uji viskositas diperoleh formula kontrol (200 ± 0,00), formula I (280 ± 17,3205), formula II (280 ± 17,3205), dan formula III (280 ± 17,3205). Hasil uji statistik menggambarkan adanya perbedaan bermakna antara formula kontrol terhadap formula I, II dan III dengan hasil F hitung (25,333) > F tabel (4,066) dan hasil uji HSD formula kontrol < formula I = formula II = formula III. Pada uji pelepasan bahan obat dari sediaan gel CTM, dihitung fluks dari harga slope persamaan garis lurus antara jumlah kumulatif CTM persatuan luas area (µg/cm2) terhadap akar waktu (menit1/2) pada masing-masing formula. Dari hasil uji pelepasan diperoleh hasil formula kontrol 238,97± 13,35 (µg/cm2/menit1/2), formula I 248,53±13,96(µg/cm2/menit1/2), formula II 243,20±21,09(µg/cm2/menit 1/2) dan formula III 245,30±14,72(µg/cm2/menit 1/2), kemudian dilakukan uji statistik dan diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara keempat formula dengan nilai F hitung (0,187) < F tabel (4,066). Dari hasil uji aseptabilitas diperoleh bahwa formula II memliki persentase kelembutan yang tinggi, untuk persentase sensasi dingin yang tinggi ada pada formula II dan III, sedangkan persentase tertinggi untuk kriteria kemudahaan dibersihkan (mudah dicuci dengan air) ada pada formula III. Dari keempat formula yang diamati dapat disimpulkan bahwa formula III merupakan sediaan yang paling aseptabel, yakni memberikan sensasi dingin dan mudah dibersihkan, selain itu formula III merupakan pilihan terbaik jika akan dilakukan uji penetrasi karena mengandung kadar mentol paling tinggi (1%). Dapat disimpulkan bahwa penambahan mentol sebagai enhancer dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan aseptabilitas sediaan namun tidak mempengaruhi pelepasan CTM dalam gel HPMC.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 16 May 2016 10:10
Last Modified: 16 May 2016 10:10
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30171

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo