UMM Institutional Repository

REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK PADA TENAGA KERJA WANITA DALAM FILM INDONESIA (Analisis Semiotika Film Minggu Pagi Di Victoria Park)

TRISNANINGTYAS, RATIH QORIDA (2011) REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK PADA TENAGA KERJA WANITA DALAM FILM INDONESIA (Analisis Semiotika Film Minggu Pagi Di Victoria Park). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-ratihqorid-24208-Pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-ratihqorid-24208-BAB+I.pdf

Download (128kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas fenomena ramainya bermunculan film bertemakan perempuan yang mewarnai perfilman di Indonesia saat ini. Salah satunya adalah film Minggu Pagi Di Victoria Park yang tayang pada pertengahan bulan Juni tahun 2010 lalu. Film Minggu Pagi Di Victoria Park hadir dengan mengusung realitas Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang ada di Hongkong, lengkap dengan gambaran seputar permasalahan kaum perempuan khususnya Tenaga Kerja Wanita seperti penyiksaan, penipuan, pelecehan dan segala hal yang berhubungan dengan tindak kekerasan yang terjadi pada perempuan. Representasi atas realitas dalam media (khususnya film) itu sendiri kemudian memunculkan beberapa permasalahan yang menarik untuk diteliti, yaitu kecurigaan mengenai adanya keterwakilan kekerasan secara simbolik pada Tenaga Kerja Wanita yang dikonstruksi melalui film ini. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi kekerasan simbolik pada Tenaga Kerja Wanita dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman tentang representasi kekerasan simbolik pada Tenaga Kerja Wanita dalam film Minggu Pagi Di Victoria Park. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan tipe penelitian interpretatif dan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes dalam paradigma kritis. Analisis semiotika sendiri adalah sebuah metode untuk membongkar tanda dan menganalisis teks media terutama pada film. Dalam semiotika Barthes lebih mengedepankan aspek denotatif dan mengulas apa yang disebut dengan sistem pemaknaan tataran kedua (konotasi) dengan mempertimbangkan mitos yang ada. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu CD film Minggu Pagi Di Victoria Park serta data sekunder berupa data tambahan untuk mendukung penelitian. Dengan ruang lingkup penelitian berupa scene dan shot serta dialog-dialog yang dianggap mewakili pemunculan adanya tanda-tanda baik dari segi audio maupun visual dengan unit analisis shot/scene yang didalamnya menampilkan tokoh yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan yang beroperasi secara simbolik pada perempuan (sebagai tenaga kerja) dalam film tersebut, dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kekerasan baik secara personal maupun struktural, membuktikan bahwa kekerasan pada Tenaga Kerja Wanita dalam media (terutama film) yang terjadi saat ini meliputi segala bidang. Patriarkhisme dan kapitalisme lah yang mendominasi tindak kekerasan. Dalam patriarkhisme, perempuan dipandang sebagai produk dari budaya patriarkhi dimana laki-laki menguasai institusi sosial maupun tubuh perempuan, sedangkan dalam kapitalisme, kekerasan dijalankan melalui naturalisasi realitas yang dikonstruksikan oleh pemilik sarana-sarana produksi menjadi sebuah realitas sosial. Dari hasil penelitian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa telah terjadi kekerasan pada Tenaga Kerja Wanita dilihat dari ketidakkonsistenan dalam penggambaran perempuan lewat tokoh Tenaga Kerja Wanita. Pertama terjadi penggasaran karakter pada tokoh Tenaga Kerja Wanita dimana tokoh Tenaga Kerja Wanita justru digambarkan sebagai hal-hal yang negatif saja seperti bodoh, sex bebas, tukang berhutang, tukang mengumpat, dan lesbian sehingga akan semakin memperkuat akar budaya dari sistem partriarkhi, kedua adanya usaha untuk berkompromi dengan kultur patriarki melalui penggambaran tokoh Tenaga Kerja Wanita yang masih menjadi pribadi tidak mandiri dan bergantung pada sosok laki-laki, ketiga karena akhirnya mereka menyerah dengan realita kehidupan dengan keputusan untuk mengakhiri hidup (bunuh diri), sehingga semakin menebarkan dan memperkuat mitos populer yaitu bahwa korban-korban kekerasan memang ‘meminta’ atau memunculkan kekerasan tersebut. Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti pun menyarankan untuk penelitian sejenis dimasa mendatang untuk lebih kritis agar dapat memberikan hasil yang lebih beragam untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam menyikapi segala hal yang disampaikan oleh media massa (terutama film). Selain itu, bagi para pekerja seni khususnya film maker dan pihak production house terutama yang mengangkat tema tentang Tenaga Kerja Wanita diharapkan mampu menghilangkan adanya unsur-unsur yang mengarah pada segala macam bentuk kekerasan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 16 May 2016 04:41
Last Modified: 16 May 2016 04:41
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30133

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo