UMM Institutional Repository

TAWARAN PENYELESAIAN MASALAH AKTIVIS HAM MUNIR VERSI FILM DOKUMENTER BUNGA DIBAKAR ( Analisis Semiotik Film Dokumenter Bunga Dibakar )

Permana, Syaifullah Abi (2011) TAWARAN PENYELESAIAN MASALAH AKTIVIS HAM MUNIR VERSI FILM DOKUMENTER BUNGA DIBAKAR ( Analisis Semiotik Film Dokumenter Bunga Dibakar ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-syaifullah-24215-PENDAHUL-N.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-syaifullah-24215-BAB+I.pdf

Download (169kB) | Preview

Abstract

Presiden AS Barack Obama di Universitas Indonesia secara tidak langsung merestui keberhasilan Indonesia untuk menegakkan HAM di dalam Negeri. Tapi apakah sebenarnya tuduhan dunia jika Indonesia Negara yang sangat menjunjung HAM itu benar pada faktanya? Dan seperti apa HAM di Indonesia itu bergulat menjadi satu ber-sinergi membaur dengan semua masalah-masalah di Bangsa ini?. 10 Januari 2011, Tokoh - tokoh agama dan para aktivis berkumpul untuk membahas kondisi Negeri ini yang semakin lama semakin tidak bisa dipercaya, dari hasil berkumpulnya para Tokoh agama dan aktivis tersebut, muncul kesimpulan dimana hal tersebut ditujukan kepada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ), yaitu Sembilan ( 9 ) kebohongan lama dan Sembilan. ( 9 ) keohongan baru. Didalam poin ke-5 dalam kebohongan lama berisi tentang kasus kematian aktivis HAM Munir. 5. Kasus Munir. Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history. Kasus. Dari pidato Presiden Obama dan hasil dari para Tokoh Agama dan aktivis ada suatu kejanggalan di dalam aplikasi pelaksanaan HAM di Indonesia, ketika Negara-Negara lain diluar sana sangat memuji Indonesia dengan menegakkan HAM secara menyeluruh, tetapi pada faktanya di era yang Demokrasi seperti ini HAM hanya sekedar pengertian dan dan istilah yang hanya disebut tanpa dilaksanakan. Bagaimana Negara ini bisa menengakkan HAM jika Penegak HAM mati terbunuh di udara, Munir Said Thalib atau Cak Munir, aktivis HAM yang mati terbunuh diatas pesawat Garuda Boeing 747-400 dengan arsenic ditubuh Munir, yakni 83 mg di lambung; 3,1 mg/liter di darah; dan 4,8 mg/liter di urine. Hak Asasi Manusia di Indonesia bersumber dari Pancasila, yang artinya Hak Asasi Manusia mendapat jaminan kuat dari falsafah bangsa, yakni Pancasila. Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia sepenuhmya. Di Indonesia Hak Asasi Manusia telah diatur juga di Undang-Undang dasar 1945. Dalam film ini melambangkan suatu pergerakan hati nurani seorang aktivis pergerakan 1998, ketika Pemerintah tidak berperan sebagaimana mestinya, Munir hadir hanya untuk menegakkan keadilan yang dimana pada saat itu sangat sulit untuk ditegakkan, keadilan hanya untuk orang yang berkuasa dan para orang orang kaya. Film ini mencoba merekonstruksi perjalanan hidup dan perkembangan kejiwaan serta pergolakan batinnya. Dari seorang Munir Said Thalib, aktivis muslim yang sangat ekstrim, menjadi seorang Cak Munir yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, antikekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah melawan praktek-praktek otoritarian serta militeristik. Munir ternyata juga manusia biasa yang menurutnya juga mengenal rasa takut. Namun yang justru menginspirasi adalah kata-katanya: ...kita harus lebih takut kepada takut itu sendiri, karena rasa takut itu menghilangkan akal sehat dan kecerdasan kita. Ia sosok yang suka bercanda dan sangat mencintai isteri dan kedua anaknya. Banyak adegan dalam film ini diyakini peneliti sarat dengan konstruksi pesan nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme yang ditampilkan melalui representasi karakter utamanya. Pendekatan dari penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian interpretatif dimaksudkan untuk mengemukakan gambaran dan pemahaman mengenai bentuk-bentuk tawaran yang disajikan para testimony yaitu teman-teman seperjuangan Munir yang di visualisasikan di film documenter bunga dibakar ini. Melalui pendekatan kualitatif, gambaran yang menyeluruh mengenai bentuk-bentuk dekonstruksi film akan disajikan. Jenis penelitian ini memberi peluang untuk dibuatnya interpretasi-interpretasi alternatif. Tawaran Penyelesaian Masalah HAM Versi "Film Bunga Dibakar" karya Ratrikala Bhre Aditya dengan menggunakan analisis Semiotik adalah dapat dilihat dari testimoni dari beberapa orang yang mengajukan penyelesaian masalah HAM tersebut dengan memandang bukan hanya dari sudut setelah ia menjadi aktivis namun juga dilihat dari masa kecilnya, pengalaman-pengalamannya di masa lalu, keaktifannya sejak ia masih menjadi seorang pelajar dan mahasiswa. Munir telah berjuang dimulai sejak dari masih menjadi mahasiswa menjadi aktivis sampai akhirnya menjadi pejuang hak-hak asasi manusia. Hal inilah yang perlu dicermati dalam kajian semiotika ini. Pendekatan semiotik sesungguhnya menjanjikan suatu pengembangan intelektual yang lebih jauh lagi sampai menyentuh aspekaspek sosio kultural teater pada suatu masa, di suatu kelompok sosial budaya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 16 May 2016 03:19
Last Modified: 16 May 2016 03:19
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30096

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo