UMM Institutional Repository

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA MALANG DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (Studi pada Pasar Minggu Kota Malang)

Elbondo, Nickita Harlexi (2012) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA MALANG DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (Studi pada Pasar Minggu Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-nickitahar-29720-1-pendahul-n.pdf

Download (701kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-nickitahar-29720-2-babi.pdf

Download (55kB) | Preview

Abstract

Pasar minggu ini termasuk dalam pasar sementara. Pasar ini sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 “Tentang Pengelolahan Pasar dan Tempat Berjualan Pedagang” pada pasal 1 ayat 8 yang berbunyi: “Pasar Sementara adalah pasar yang menempat tempat atau areal tertentu yang diperbolehkan atau atas persetujuan Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk, dengan bangunan yang tidak permanen atau bersifat tradisional dan tidak bersifat rutinitas. Potensi pasar minggu yang ada di Kota Malang mempunyai prospek yang baik bagi pengembangan ekonomi lokal Kota Malang mengingat letak yang cukup strategis dan ditunjang dengan berbagai produk unggulan Kota Malang. Hal ini tentu diperlukan kebijakan Pemerintah Kota untuk mengelola pasar minggu sebagai bentuk pengembangan ekonomi lokal di Kota Malang, sehingga diperoleh manfaat yang lebih besar dari berbagai potensi ekonomi daerah. Karena dengan adanya otonomi daerah, suatu daerah dituntut untuk lebih peka dan bertanggung jawab terhadap permasalahan ekonomi lokal sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimilikinya. Maka dari itu perlu adanya tata kelola ekonomi daerah supaya terbentuk otonomi daerah yang baik. Berkaitan dengan pemikiran di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu Kota Malang? 2) Apa kendala implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu Kota Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan alasan agar dapat menggali informasi yang mendalam mengenai implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam Pengembangan Ekonomi Lokal. Metode deskriptif sebagai prosedur pemecahan masalah yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada, sehingga tujuan dari metode deskripstif adalah untuk menggambarkan tentang suatu masyarakat atau kelompok tertentu atau gambaran tentang gejala sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu Kota Malang yaitu dengan tetap berusaha mempertahankan eksistensi pasar ini agar tetap ada dan menjadi salah satu ciri khas kota Malang. Pemerintah Kota menyusun Perda atau peraturan-peraturan lainnya tentang penataan dan pengembangan PKL yang mengakomodasi kepentingan para PKL dan warga kota, sehingga lebih solutif dan akseptabel. Pemkot berserta perwakilan pedagang juga telah melakukan pertemuan dan menyepakati untuk mewadahi para pedagang yang berjumlah 436 (Empat ratus tiga puluh enam) orang yang berjualan dan tercatat secara resmi dan mempunyai kartu anggota. Hal ini sebagai bentuk kerjasama antara pedagang dan para pihak yang terkait dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu karena peran masyarakat dalam pelaksanaan Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu dapat di wujudkan dalam bentuk usul, memberi saran, atau mengajukan keberatan kepada pemerintah. Ini menujukkan pemkot berkomitmen untuk terus bertanggugjawab atas keberlangsungan Pasar Minggu, hanya saja kurangnya perhatian pemerintah Kota Malang terhadap fasilitas Pasar Minggu ini, yang seharusnya tempat jalan raya tak ubahnya seperti pasar tradisional. 2) Kendala implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu Kota Malang adalah masih ada pedagang lain yang belum masuk dalam paguyuban (misalnya pedagang kaki lima), Dinas Pariwisata dan pengunjung (pembeli/konsumen), sehingga sangat sulit sekali berkordinasi dengan paguyuban. Selain itu, masyarakat sekitar jalan Semeru yang keberatan dan merasa terganggu oleh adanya Pasar Minggu , dan juga para PKL yang berjualan di pinggir jalan yang ada di sekitar Pasar Minggu mengakibatkan kurang nyamannya para pengunjung untuk berjalan di Pasar Minggu. Disamping itu, dari sisi pemkot sendiri sampai sekarang tidak ada bantuan fasilitas yang diperoleh pedagang, jadi hanya menyediakan tempat dan tenda saja untuk berdagang, dan tidak ada pengembangan atau pelatihan-pelatihan agar pedagang lebih kreatif dan inovatif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 10 May 2016 08:27
Last Modified: 10 May 2016 08:27
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/29458

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo