UMM Institutional Repository

ANALISIS FOTO JURNALISTIK BENCANA GUNUNG MERAPI (Analisis Isi Bahasa Foto dalam liputan khusus Surat kabar REPUBLIKA, Seputar Indonesia (SINDO) dan KOMPAS)

Anugrawan, Rino (2012) ANALISIS FOTO JURNALISTIK BENCANA GUNUNG MERAPI (Analisis Isi Bahasa Foto dalam liputan khusus Surat kabar REPUBLIKA, Seputar Indonesia (SINDO) dan KOMPAS). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummb--rinoanugra-27720-1-pendahul-n (1).pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummb--rinoanugra-27720-2-babi (1).pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Foto Jurnalistik merupakan sebuah media untuk menyampaikan kisah dengan foto. Tugas utamanya adalah menyampaikan fakta yang benar. Sebuah karya tulis bisa saja menjadi bias oleh persepsi penulis. Maka fotografi ‘bertugas’ menghubungkan sebuah peristiwa secara visual dan membantu pembaca mengidentifikasi sebuah fakta. Melalui media foto, sebuah surat kabar diharapkan turut andil dalam pemberitaan visual suatu peristiwa. Secara teknis foto lebih nyata daripada tulisan. Ketika melihat sebuah foto, makna yang didapat seolah olah menjadi nyata daripada membaca tulisan. Foto Jurnalistik pada surat kabar memiliki beberapa kategori yaitu spot news, general news, features, sport, portrait dan foto ilustrasi. Cara penyajiannya pun terdapat single photo biasa disebut foto tunggal. Menyampaikan informasi yang sangat terbatas lebih banyak foto ditampilkan lebih banyak pula informasi yang bisa disampaikan. Penggunaan lebih dari satu foto ini di dalam jurnalisme biasa dikenal sebagai photo story. Hal tersebut diterapkan pada surat kabar Republika, Seputar Indonesia (SINDO) dan Kompas. Terhitung selama dua minggu dari tanggal dari tanggal 28 Oktober - 8 November 2010. Mereka menerapkan photo story pada rubrik liputan khusus bencana Gunung Merapi. Maka peneliti ingin mengetahui bagaimana bahasa foto dalam bentuk photo story pada liputan khusus bencana Gunung Merapi dalam harian REPUBLIKA, SINDO dan KOMPAS dengan teknik pengumpulan data melakukan analisis dan kliping. Yang menjadi ruang lingkup penelitian ini adalah foto foto bencana Gunung Merapi yang di publikasi Harian REPUBLIKA (28, 29 Oktober dan 6 November 2010), SINDO (31 Oktober dan 6-9 November 2010) dan KOMPAS (6-7 November 2010). Untuk menjawab hasil analisis dari pemberitaan bencana tersebut dalam foto, peneliti menggunakan analisis isi kualitatif suatu analisi isi yang lebih mendalam dan detail untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkannya dengan konteks sosial atau realitas yang terjadi saat pesan dibuat. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan teknik pemotretan dan dilihat dari aspek bahasa foto terdiri dari bahasa penampilan, bahasa gerak, bahasa komposisi, bahasa konten, bahasa objek dan bahasa tanda. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa ketiga media tersebut berusaha menonjolkan dramatisasi bencana Merapi dari sudut pandang yang berbeda beda. Ketiga media menampilkan foto terbaik dari bencana Merapi dari sudut dampak bencana (lingkungan ,korban manusia, ternak), orang yang terlibat dalam penanganan korban dan tokoh sentral Gunung Merapi Mbah Maridjan. Surat Kabar REPUBLIKA menerbitkan 3 edisi untuk liputan khusus bencana Gunung Merapi. Kecenderungan tema yang digunakan berdasarkan runtutan waktu kejadian pasca erupsi Gunung Merapi. Dilihat dari aspek bahasa foto, kecenderungan Republika dalam menampilkan foto bencana lebih menggunakan teknik pengambilan gambar eye level sehingga foto yang dihasilkan tidak begitu dramatis. Namun foto-foto yang dipilih memiliki pesan kuat. Surat Kabar KOMPAS memiliki kecenderungan foto-foto yang dimuat dalam liputan khusus Gunung Merapi secara visual memiliki pesan dan tenik yang bagus. Keindahan dalam penyajian foto menjadi faktor utama dalam pemberitaan. Setiap fotografer tidak diberi aturan baku dalam menghasilkan foto jurnalistik. Semua peritiwa yang dihadapi harus di cover secara lengkap sehingga mempermudah seorang redaktur foto untuk memilih foto yang akan dimuat. Dilihat dari aspek bahasa foto, KOMPAS cenderung menggunakan sebuah teknik aturan sepertiga dengan tepat sehingga mampu membuat subjek menjadi point of interest. Dalam liputan khusus, Surat Kabar SINDO memiliki edisi paling banyak dalam memuat peristiwa bencana tersebut. Sindo belum memiliki konsistensi dalam penggunaan narasi dan judul pada rubrik liputan khusus. Hanya tampak pada salah satu edisi tanggal 31 oktober 2010 rubrik tersebut berjudul “Merapi Belum Mau Bersahabat”. Namun terdapat salah satu edisi tanpa menggunakan narasi dan judul hanya menampilkan foto foto yang semua subjeknya mengenakan masker. Dilihat secara teknis pemotretan, foto yang ditampilkan tidak menimbulkan komposisi yang indah namun dari sudut pengambilan gambar dalam foto yang ditampilkan memiliki pesan yang kuat dengan menggunakan angle yang dramatis. Serta menggunakan sebuah teknik aturan sepertiga sehingga mampu membuat subjek menjadi point of interest.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 10 May 2016 02:13
Last Modified: 10 May 2016 02:13
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/29339

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo