UMM Institutional Repository

ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN KETIMPANGAN REGIONAL DI PROPINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2006-2010

ASDAR K, (2012) ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN KETIMPANGAN REGIONAL DI PROPINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2006-2010. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-asdark0863-29745-1-pendahul-n.pdf

Download (510kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-asdark0863-29745-2-babi.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Penelitian mengambil judul “Analisis Sektor Unggulan dan Ketimpangan Regional di Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2006-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi, sektor unggulan dan ketimpangan regional pada masing-masing kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Alat analsis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), dan Indek Williamson. Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi, Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui sektor unggulan dan bukan unggulan, sedangkan Indek Williamson digunakan untuk mengetahui ketimpangan regional pada masing-masing kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan Tipologi Klassen diklasifikasikan menjadi 4 (empat) pola pertumbuhan ekonomi pada masing-masing kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan. Daerah yang termasuk kategori Daerah Berkembang Cepat adalah Kabupaten Selayar, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu Utara, Kota Pare-Pare, dan Kota Palopo. Daerah Maju Tapi Tertekan adalah Kabupaten Wajo, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Pangkep. Daerah Cepat Maju dan Cepat Tumbuh adalah Kota Makassar. Sedangkan Daerah Relatif Tertinggal adalah Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Maros, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Luwu. Analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) sektor yang paling dominan dalam perekonomian antar kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan yaitu sektor pertanian, sektor jasa-jasa, dan sektor bangunan. Indek Williamson menunjukkan ketimpangan antar kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi selatan selama kurun waktu dari tahun 2006 s/d 2010. Rata-rata Indeks Williamson pada tahun 2006 sebesar 0,08, tahun 2007 sebesar 0,09, tahun 2008 sebesar 0,09, tahun 2009 sebesar 0,08, dan tahun 2010 sebesar 0,08. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dari tahun 2006 hingga 2010 ketimpangan regional relatif merata. Menurut hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada masing-masing kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi selatan selama kurun waktu dari tahun 2006 s/d 2010 terbagi atas 4 (empat) klasifikasi pola pertumbuhan ekonomi. Sektor unggulan perlu ditingkatkan kembali agar menjadi lebih maju. Kesenjangan antar kabupaten/kota tersebut relatif merata, bahkan cenderung menurun setiap tahunnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economics > Department of Development Economics
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 03 May 2016 07:50
Last Modified: 03 May 2016 07:50
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28998

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo